Ousmane Dembele berubah dari pemain bengal menjadi pemain besar sejak tampil bagi PSG. Dembele menjadi salah satu kunci PSG menjuarai Liga Champions.
02 Jun 2025 19:02 WIB · Sosok
Punya bakat sepak bola luar biasa, Ousmane Dembele menyia-nyiakannya saat membela Borussia Dortmund dan Barcelona. Sikap indisipliner dan gaya hidup kurang sehat meredupkan bakat besarnya. Namun, Dembele menyadari kesalahan hingga bermetamorfosis menjadi tulang punggung Paris Saint-Germain dalam meraih trofi Liga Champions Eropa pertama sepanjang sejarah.
Kesuksesan PSG mengukir sejarah menjuarai Liga Champions, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB, tidak bisa dilepaskan dari performa impresif Dembele di lini depan. Di bawah besutan Pelatih Luis Enrique, Dembele menjelma menjadi sekumpulan teror bagi pertahanan lawan. Manuvernya kerap merepotkan pertahanan lawan. Selain itu, Dembele tergolong pemain yang sangat piawai dalam menggiring bola. Etos kerjanya dalam menekan pertahanan lawan saat sedang tidak menguasai bola selalu menjadi momok.
Kepergian megabintang Kylian Mbappe membawa berkah tersendiri bagi Dembele. Pelatih Luis Enrique mencoba menambal lubang yang ditinggalkan Mbappe dengan memberikan Dembele tanggung jawab lebih besar sebagai ujung tombak.
Caranya dengan menempatkan Dembele pada posisi yang lebih cair. Ia diberi kebebasan menyisir sisi sayap sekaligus berperan sebagai penyerang palsu (false nine). Peran false nine Dembele, ditambah dengan pergerakan rekan-rekannya, telah menjadi inti dari serangan PSG musim ini.
Berkat perubahan posisi itu, koleksi gol Dembele meningkat pesat.
Berkat perubahan posisi itu, koleksi gol Dembele meningkat pesat. Musim ini saja Dembele mencatatkan 33 gol serta 15 asis dalam 49 penampilan di seluruh kompetisi. Koleksi gol serta asisnya jauh berbeda jauh dibandingkan musim lalu, di saat Mbappe masih ada. Dembele yang lebih berperan sebagai penyerang sayap hanya membukukan 6 gol dan 14 asis dari 42 penampilan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/01/d7a64a793464e692d835fa4a9657cc5c-Germany_Soccer_Champions_League_Final_2_.jpeg)
”Padahal, musim lalu kita melihatnya bermain sebagai penyerang sayap. Sekarang kita melihatnya lebih berperan sebagai pemain nomor sembilan dan itu adalah sesuatu yang menguntungkan dan membuat kita semua senang. Namun, yang mengejutkan adalah pergerakannya yang konstan di area penalti. Dia selalu berada di tempat yang seharusnya, dia kemudian mampu menerima bola dan mencetak gol dengan satu sentuhan,” kata Enrique, dikutip dari RMC Sport.
Siapa yang menyangka di balik penampilan eksplosif Dembele musim ini ternyata tersimpan kisah kelam indisipliner. Beberapa musim lalu, sebelum bergabung dengan PSG, Dembele sempat bergelut dengan gaya hidup tidak sehat serta dihukum denda akibat sering kali terlambat mengikuti rapat tim. Di balik bakat besarnya, Dembele tiada ubahnya pesepak bola bengal yang bertindak semaunya sendiri.
Mengawali karier sepak bola di Evreux FC, Dembele sudah menunjukkan percikan bakatnya saat bermain sepak bola menghadapi anak-anak dari lingkungan sekitar La Madeleine, suatu distrik miskin di Kota Evreux, sebelah barat Paris. Kemampuan kontrol bolanya istimewa, jauh melampaui anak-anak seusianya. Dia sudah bisa menggunakan dua kaki sama baiknya saat menendang. Keterampilan menggiring bolanya pun mengagumkan.
Pemantau bakat Rennes, Armand Djire, adalah sosok yang mengetahui betapa potensialnya bakat Dembele.
Bakat Dembele menarik minat dari klub-klub lokal besar. Tidak butuh waktu lama, Le Havre dan SM Caen sama-sama mengajukan tawaran. Namun, Rennes memenangi persaingan mendapatkan Dembele karena menawarkan bantuan untuk keluarganya. Pemantau bakat Rennes, Armand Djire, adalah sosok yang mengetahui betapa potensialnya bakat Dembele. Ia menghabiskan cukup banyak waktu mengamati perkembangannya.
Dari Rennes, Dembele melebarkan sayap ke Bundesliga. Ia menerima tawaran dari Dortmund pada 2016. Bersama Pierre-Emerick Aubameyang dan Marco Reus, Dembele trisula yang dahsyat dengan memenangkan DFB-Pokal. Dembele juga dinobatkan sebagai pemain pendatang baru terbaik Bundesliga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/30/cd9ee65a620051f4263a5254f83bd992-wires_photo_32_.jpg)
Dengan segala pencapaiannya itu, Dembele enggan berproses lebih lama di Dortmund. Menyadari dirinya tengah diminati klub-klub besar Eropa, Dembele akhirnya menerima tawaran bergabung dengan Barca.
Segalanya tidak berjalan mulus bagi Dembele di Barca. Berkali-kali ia diganggu cedera mulai dari paha, tendon lutut, hingga hamstring. Semua itu bertambah buruk dengan gaya hidup tak sehat serta kecenderungannya bermain gim hingga dini hari. Dampak keranjingan bermain gim, Dembele berulang kali terlambat mengikuti rapat tim hingga didenda.
Bergelut dengan gaya hidup buruk dan kecanduan bermain gim, titik balik kehidupan Dembele terjadi pada 2021. Tepatnya saat ia menikahi kekasihnya, Rima Edbouche, di Maroko. Dari pernikahan itu, Dembele dan Rima dianugrahi seorang anak perempuan.
Menjalani pernikahan, berkeluarga, dan menjadi seorang ayah mengubah pola pikir Dembele. Perubahan cukup krusial itu terjadi pada dua musim terakhirnya di Barca. Didorong oleh agennya, Moussa Sissoko, Dembele mempekerjakan seorang koki, Anthony Audebaud. Ia mulai meninggalkan minuman bersoda dan makanan cepat saji. Sebagai gantinya, Dembele mulai rutin mengonsumsi ikan air tawar, ikan kerapu, ayam kampung, dan sayuran.
Jelas bahwa jika Anda tidak bekerja keras, Anda tidak dapat menikmati sepak bola.
Selain itu, Dembele juga merekrut pelatih kebugaran pribadi yang merupakan seorang mantan pelari cepat elite Salah Ghaidi. Dia turut menggunakan jasa fisioterapis Jean-Baptiste Duault. Duault dipekerjakan lantaran dinilai berhasil mengatasi masalah cedera yang kerap membelit Dembele.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/01/0732159a-3bac-461f-b15e-610d66470773_jpg.jpg)
”Jelas bahwa jika Anda tidak bekerja keras, Anda tidak dapat menikmati sepak bola,” kata Dembele mengenai perubahan gaya hidupnya sebagaimana dikutip dari Mundo Deportivo.
Meski mendapat kepercayaan untuk membuktikan diri, Dembele secara ironis menyudahi kebersamaannya dengan Barca. Pada 2023, Dembele tertarik dengan rayuan Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi yang menjanjikannya sebagai figur lokal dari tim muda yang haus prestasi dengan identitas Perancis yang kental. Keputusan yang pada akhirnya mungkin tidak akan pernah disesali Dembele. Di PSG, ia menemukan kembali ketajamannya.
Mantan Pelatih Barca Xavi Hernandez pernah mengatakan, Dembele adalah pemain besar apabila digunakan secara benar. Ucapan Xavi barangkali akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat. Dembele saat ini digadang-gadang sebagai peraih penghargaan Ballon d’Or berkat kontribusinya membawa PSG meraih gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah.
Lahir: Vernon, Perancis, 15 Mei 1997
Kebangsaan: Perancis
Posisi: Sayap kanan
Klub: Stade Rennais (2015-2016)
Borussia Dortmund (2016-2017)
Barcelona (2017-2023)
Paris Saint-Germain (2023-sekarang)
Prestasi: Juara Liga Spanyol (2018, 2019, 2023)
Pencetak gol terbanyak Ligue Perancis (2024-2025)
Juara Liga Champions (2024-2025)
Juara Liga Perancis (2024-2025)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Emilius Caesar Alexey, Moh. Hilmi FaiqPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto