Piala Dunia ialah turnamen dengan banyak kemungkinan. Spanyol sadar kerikil lebih mungkin membuat tersandung. Mereka memasang kewaspadaan tinggi lawan Tanjung Vede.
14 Jun 2026 17:24 WIB · Olahraga
AP/Cristiano Barbosa
GEORGIA, MINGGU — Pertemuan Spanyol kontra Tanjung Verde layak mendapat label sebagai laga ”dua dunia”. Spanyol mengejar gelar kedua, sementara Tanjung Verde antusias menyambut laga perdana di Piala Dunia.
Walakin, Pelatih Spanyol Luis De La Fuente justru menilai laga pertama timnya melawan Tanjung Verde juga sangat krusial. Oleh sebab itu, ia mengantisipasi kejutan yang bisa ditampilkan Tanjung Verde.
Langkah pertama senantiasa menentukan akhir seseorang di masa depan. De La Fuente memegang teguh prinsip tersebut dengan meminta timnya mewaspadai Tanjung Verde pada fase penyisihan Grup H di Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) pukul 23.00 WIB. Meski Spanyol lebih difavoritkan, De La Fuente merasa Tanjung Verde memiliki senjata rahasia yang patut diperhitungkan.
”Pertandingan terpenting adalah tidak diragukan lagi, melawan Tanjung Verde. Di Piala Dunia, seluruh tim sangat kuat. Secara fisik, taktik, dan teknik, pemain-pemain lawan terbiasa bermain di kompetisi top. Beberapa dari mereka bahkan bisa beradaptasi lebih baik dalam kondisi cuaca di sini (AS). Itu menjadi kerugian bagi kami. Persaingan ketat. Ada lebih banyak persamaan kekuatan di tingkat timnas daripada klub,” ujar De La Fuente dalam wawancara bersama Diario AS beberapa pekan jelang Piala Dunia.
Di samping beberapa faktor kasatmata yang bisa melahirkan hasil kejutan, Piala Dunia juga bukan kompetisi biasa. Turnamen ini adalah turnamen empat tahunan berselebung magis. Setiap peserta sudah pasti akan mengeluarkan kemampuan maksimalnya. Oleh karena itu, Piala Dunia kerap bertabur kejutan.
Kencenderungan ini bisa mengambil contoh dari bagaimana Qatar menggagalkan kemenangan Swiss yang sudah di depan mata. Hasil imbang yang sangat disesali Swiss itu membuka mata publik bahwa segala kemungkinan sangat mungkin terjadi di Piala Dunia.
Spanyol pun tidak termasuk pengecualian. Predikat Spanyol sebagai juara bertahan Piala Eropa tidak akan berarti apabila tidak diiringi fokus dan kewaspadaan tinggi terhadap Tanjung Verde. Tim-tim semenjana di Piala Dunia bisa sangat termotivasi menjungkirkan para raksasa.
Apa yang membuat Spanyol begitu difavoritkan atas Tanjung Verde adalah rekam jejak mereka yang telah menjalani 30 laga tanpa tersentuh kekalahan pada waktu normal. Spanyol terakhir kali merasakan kekalahan saat melawan Kolombia di Stadion Wembley pada Maret 2024.
Sejak itu, mereka mencatatkan 23 kemenangan dan tujuh hasil imbang. Satu-satunya noda dalam 30 laga tanpa kekalahan Spanyol adalah saat takluk dari Portugal pada babak adu penalti final Liga Nasional Eropa 2025.
”Suasana di dalam tim sangat bagus. Semua orang senang dan bersemangat. Kami tidak sabar untuk memulai. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenangi pertandingan pertama,” kata Kiper Spanyol, David Raya, dalam konferensi pers jelang laga, Sabtu (13/6/2026).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/11/2f0964e872a1d1aab834815d9c3692a8-20260611_ARS_Negera_Peserta_piala_dunia_2026_2_mumed.png)
Selain rentetan hasil positif, suasana bagus di internal tim Spanyol juga disebabkan kembalinya Lamine Yamal dalam sesi latihan. Bintang berusia 18 tahun itu sebelumnya mengalami cedera hamstring saat membela Barcelona di Liga Spanyol.
Meskipun cedera, Yamal tetap dibawa ke Piala Dunia karena dinilai bisa pulih cepat. Yamal juga termasuk salah satu pemain kunci dalam skema De La Fuente.
De La Fuente memodifikasi Spanyol menjadi tim yang tidak sepenuhnya bersandar pada kekuatan penguasaan bola, tetapi juga lebih berani bermain direct melalui kecepatan dua pemain sayap, Yamal dan Nico Williams. Situasi inilah yang menyebabkan mengapa suasana di dalam tim Spanyol menjadi lebih ceria begitu Yamal hampir dipastikan pulih.
Mereka bisa menciptakan peluang kapan saja, memanfaatkan kesalahan apa pun. Tanjung Verde bisa menjadi tim kejutan.
Meskipun begitu, De La Fuente tentu tidak akan mengambil risiko dengan memainkan Yamal secara penuh. Skenario paling masuk akal adalah memberikan Yamal menit bermain secara terbatas untuk membantu masa pemulihannya. Sejak cedera, Yamal sudah dua bulan tidak merasakan atmosfer laga yang kompetitif.
Adapun Tanjung Verde di bawah arahan Pelatih Pedro ”Bubista” Brito adalah tim yang dibangun dengan disiplin pertahanan, organisasi permainan solid, dan transisi kilat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/14/6a3138c7a478210cc763091606181d71-000_78NG9Y9.jpg)
Satu kelebihan lain Tanjung Verde yang sangat mungkin merepotkan Spanyol nantinya adalah kemampuan dalam mengoptimalkan bola mati (set piece). Statistik menunjukkan, sebanyak 40 persen gol Tanjung Verde pada babak kualifikasi Piala Dunia berasal dari skema itu.
”Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Mereka ingin menguasai bola dan begitu juga kami. Mereka bisa menciptakan peluang kapan saja, memanfaatkan kesalahan apa pun. Tanjung Verde bisa menjadi tim kejutan,” ujar Raya.
Pendekatan yang tepat sudah diambil Spanyol jelang laga pertama. Tim mana pun pastinya akan berusaha menghindari hasil negatif pada laga perdana di suatu turnamen. Betapapun kurang diunggulkannya Tanjung Verde, mereka tetap seperti kerikil yang patut diwaspadai Spanyol. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul