Sri Mulyani: Investasi di Pasar Modal Perlu Diajarkan sejak Sekolah Dasar

Pendidikan investasi menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pendalaman pasar modal.

02 Jan 2025 12:29 WIB · Ekonomi

Oleh Erika Kurnia

JAKARTA, KOMPAS — Menteri Keuangan Sri Mulyani menyadari semakin banyak anak muda yang mulai tertarik berinvestasi di produk pasar modal. Ia berharap edukasi terkait investasi dapat mulai diajarkan kepada murid sekolah dasar. Otoritas pun membuka peluang penyebarluasan edukasi tersebut ke depan.

Menteri Keuangan (Menkeu), saat berpidato mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam acara Peresmian Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2025 di Jakarta, Kamis (2/1/2025), menyampaikan, pemerintah terbuka dengan ide-ide untuk pendalaman pasar modal. Salah satunya dengan menerbitkan produk investasi yang terjangkau untuk masyarakat dari berbagai kalangan.

”Surat Berharga Negara (SBN) sudah membuat pecahan yang sangat kecil sehingga sekarang di dalam basis investor SBN itu kita banyak menemukan pelajar dan mahasiswa sudah memulai beli Surat Berharga Negara. Itu positif untuk kita semuanya. Saya berharap demikian juga dengan saham,” ujarnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memberi sambutan yang mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Peresmian Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (2/1/2025).

Secara umum di pasar modal, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pemilik single investor identification (SID) berusia 30 tahun ke bawah mencapai 55 persen dari hampir 15 juta pemilik SID sampai akhir 2024. Mereka menyumbang aset senilai Rp 53,83 triliun atau hanya 3 persen dari total aset semua investor yang mencapai Rp 1.671 triliun pada periode sama.

Menkeu pun bernostalgia dengan pengalamannya mengenal investasi di bursa ketika duduk di bangku kuliah. Menurut dia, zaman sekarang sudah berubah sehingga edukasi literasi investasi jangan hanya masif kepada mahasiswa.

”Sekarang seharusnya ini sudah mulai diajarkan bukan di tingkat mahasiswa lagi, tapi bahkan di tingkat sekolah dasar, sehingga mereka menjadi lebih familiar dengan bursa efek. Ini hanya bisa dilakukan kalau kita juga bersama-sama nanti masuk ke kurikulum,” tutur Menkeu.

Edukasi lebih dini dinilai akan membuat masyarakat semakin terbiasa dengan investasi dan bisa mendiversifikasi keuangan mereka. Bersamaan dengan itu, ia juga mengajak lembaga bursa, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk memperjualbelikan saham dari perusahaan dengan fundamental sehat.

Menanggapi pernyataan Menkeu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi saat ditemui drusai acara mengatakan, edukasi keuangan, termasuk investasi, sejak dini sudah banyak dilakukan di negara-negara yang masuk dalam keanggotaan Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD). Edukasi itu bahkan masuk dalam kurikulum pendidikan.

Siswa siswi TK melakukan kunjungan ke Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (30/1/2023). kegiatan edukasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai keuangan dan investasi di pasar modal sejak dini. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK) 30-01-2023

Friderica menambahkan, OJK juga merencanakan agenda audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno untuk membahas implementasi kurikulum terkait keuangan di sekolah-sekolah di Indonesia.

”Harapan kami masuk ke dalam kurikulum sekolah, kalau bisa dari pendidikan SD, untuk pengenalan uang, pengelolaan keuangan. Lanjut ke SMP, SMA, dan bangku kuliah. Jadi, jangan cuma dari fakultas ekonomi bisnis karena mereka pasti sudah ngerti,” katanya.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik juga sepakat dengan rencana tersebut. Menurut dia, literasi terkait pasar modal memang harus dimulai sejak dini karena di Indonesia sudah ada peralihan antara masyarakat menabung ke masyarakat berinvestasi. Anak-anak di sekolah dasar dan menengah, lanjutnya, perlu mengenal konsep investasi. Baru kemudian masuk ke dalam sistem sebagai pelaku investasi.

”Kami sepakat (dengan pemerintah), sudah kami lakukan, dan akan terus kami lakukan,” ucapnya.

Sejauh ini, BEI juga sudah mulai melakukan kegiatan sosialisasi bahkan ke siswa sekolah taman kanak-kanak. Adapun pada siswa setingkat SMA, BEI sudah mengenalkan pasar modal lewat pendirian galeri edukasi di 100 sekolah di seluruh Indonesia.   


Kerabat Kerja

Penulis:

Erika Kurnia
 | 

Editor:

Muhammad Fajar Marta