Sebanyak 85,8 persen publik menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah di bidang politik dan keamanan. Penopang terbesar kepuasan bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.
21 Jan 2025 02:02 WIB · Riset
Dari berbagai indikator penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, bidang politik dan keamanan meraih apresiasi terbesar. Apresiasi ini menjadi modal sekaligus tantangan dalam pemulihan demokratisasi politik.
Apresiasi publik terhadap kinerja di bidang politik dan keamanan (polkam) terekam dari hasil survei opini publik yang dilakukan Litbang Kompas terhadap 1.000 responden di 38 provinsi. Kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah di bidang polkam dalam masa 100 hari pemerintahan Prabowo- Gibran mencapai 85,8 persen. Penilaian bidang polkam ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan tiga bidang lain, yakni kesejahteraan sosial, ekonomi, dan hukum.
Jika dielaborasi, tingginya tingkat kepuasan masyarakat tergambar dalam setiap aspek penilaian pada bidang polkam. Kali ini, upaya pemerintah dalam membangun sikap menghargai perbedaan, menjamin kebebasan berpendapat, dan membuka kesempatan masyarakat mengontrol pemerintahan menjadi penyumbang terbesar di bidang polkam.
Dari tiga indikator itu, kinerja dalam membangun sikap menghargai perbedaan mendapatkan apresiasi tertinggi. Survei menunjukkan, 88,6 persen responden mengapresiasi upaya pemerintah membangun kesadaran masyarakat untuk menghargai perbedaan tersebut. Menyusul kemudian, kepuasan terhadap upaya pemerintah dalam menjamin kebebasan berpendapat dan membuka kesempatan masyarakat mengontrol jalannya pemerintahan.
Kinerja pemerintah dalam menjamin keamanan pun mendapat apresiasi positif. Kinerja pemerintah dalam menjamin rasa aman warga dari ancaman, tekanan, dan kejahatan di dalam ataupun dari luar negeri, misalnya, diapresiasi tidak kurang dari tiga perempat bagian publik. Derajat kepuasan pada kinerja pemerintah dalam menangani konflik antarkelompok dan gerakan separatis juga mencapai 72,5 persen.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/08/389c06d5-6a38-4bf5-851f-0cf514a395d4_jpg.jpg)
Hasil survei juga menunjukkan jika apresiasi publik di bidang polkam terbilang istimewa. Pasalnya, kepuasan dinyatakan secara merata oleh setiap lapisan masyarakat, baik dari lapis demografi, sosio-ekonomi, maupun latar politik responden.
Dari sisi domisili, misalnya, mayoritas masyarakat yang bermukim di perdesaan ataupun perkotaan merasa puas dengan upaya pemerintah dalam mengatasi beragam persoalan bidang polkam. Penilaian positif yang sama dinyatakan pula oleh responden dari berbagai wilayah, dari Maluku-Papua, Bali-Nusa Tenggara, Sulawesi, Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan.
Pemilahan berdasarkan usia ataupun generasi responden pun menunjukkan kesimpulan yang serupa. Sekalipun hasil survei menunjukkan adanya penilaian yang agak minor dari responden yang berusia di atas 60 tahun (69,4 persen), mayoritas kelompok usia atau generasi lainnya, generasi Z, milenial, dan generasi X, merasa puas.
Begitu pula jika dipilah berdasarkan latar belakang kelas ekonomi masyarakat, memperlihatkan pola apresiasi senada. Sekitar 83,4 persen responden dari kelompok ekonomi bawah merasa puas terhadap kinerja di bidang polkam. Kalangan atas yang memberikan apresiasi tinggi juga mencapai 83 persen.
Pemerataan kepuasan publik di bidang polkam juga terekspresikan oleh apresiasi dari kalangan dengan latar belakang politik berbeda. Bukan hanya pemilih Prabowo-Gibran, pemilih pasangan capres-cawapres lain pada Pilpres 2024 juga menyatakan kepuasan yang relatif tinggi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/20/f5a78c58-82c2-44e8-abd3-23bf0b8b091e_png.png)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/20/cd867405-1161-4f57-a4d5-082161ccbbd8_png.png)
Bukan hanya itu, bagian terbesar responden yang mengaku memilih partai-partai politik pendukung pemerintah, seperti Gerindra, Golkar, Demokrat, PKB, PAN, dan Nasdem, menyatakan kepuasan yang relatif sama tinggi terhadap kinerja polkam. Bahkan, sebagian besar pemilih PDI-P juga merasa puas meski angkanya sedikit lebih rendah (74,1 persen).
Ekspresi kepuasan yang relatif merata pada setiap kelompok masyarakat menjadi keberhasilan sekaligus modal politik bagi Prabowo-Gibran dan jajaran kabinetnya. Sejak awal dilantik sebagai presiden, Prabowo menekankan perlunya persatuan bangsa. Dalam pidato awal jabatannya dalam Sidang Paripurna MPR, Minggu (20/10/2024), Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan bekerja sama dalam menyelesaikan problem bangsa dan mewujudkan cita-cita kesejahteraan rakyat.
Komitmen Prabowo ini ditunjukkan dengan merangkul sebanyak-banyaknya koalisi politik. Prabowo-Gibran merancang lanskap koalisi dengan mengajak lawan politiknya untuk bergabung di Kabinet Merah Putih.
Prabowo-Gibran mendapatkan dukungan politik parlemen yang relatif kuat, di mana partai-partai politik koalisi pendukung pemerintahan menguasai 81 persen dari 580 kursi DPR. Konfigurasi dukungan politik di DPR ini memiliki kemiripan dengan tingkat apresiasi publik saat ini. Artinya, Prabowo-Gibran mampu meraih keuntungan ganda berupa soliditas politik di parlemen sekaligus menjaga stabilitas politik di masyarakat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/17/e8a070a5-c24b-469f-a5c1-da0d8bbe232c_jpg.jpg)
Dengan modal koalisi besar, pemerintahan Prabowo-Gibran dapat menjaga momentum transisi pemerintahan. Pascapelantikan, pembentukan kabinet yang menjadi titik krusial bagi pemerintahan baru berhasil dilalui.
Konsolidasi politik pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi semakin solid hingga penjuru wilayah. Transisi demokrasi lokal lewat pilkada serentak, 27 November 2024, menjadi bukti soliditas pemerintahan.
Selain wujud stabilitas politik dan keamanan dalam penyelenggaraan pilkada di 545 daerah, koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran juga mampu memenangi pemilu di sebagian besar provinsi di negeri ini.
Dengan beragam keberhasilan yang ditorehkan, modal politik Prabowo-Gibran yang terbilang besar dalam stabilitas polkam menjadi sisi lebih dari pemerintahan sebelumnya. Akan tetapi, besarnya modal politik itu belum sepenuhnya menjamin kepuasan masyarakat yang lebih besar.
Sebab, kepuasan publik saat ini sebenarnya tergolong stagnan. Hasil survei Juni 2024, misalnya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja bidang polkam pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin relatif sama, yaitu 85,5 persen.
Problem laten yang dihadapi juga relatif sama. Publik mengeluhkan upaya pemerintah dalam menjamin rasa aman dan menangani konflik antarkelompok masyarakat. (LITBANG KOMPAS)
Penulis:
Andreas Yoga PrasetyoEditor:
Marcellus HernowoInfografik:
Dimas Tri AdiyantoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase