Stok BBM Capai 30 Hari, Aman sampai Libur Lebaran

Stok bensin ditingkatkan dari produksi minyak dalam negeri selain impor minyak mentah dari sejumlah negara.

12 Mar 2026 16:15 WIB · Ekonomi & Bisnis

KOMPAS/PRIYOMBODO

Oleh Erika Kurnia

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah memperkirakan pasokan bahan bakar minyak atau BBM nasional mampu mencukupi kebutuhan hingga sekitar 30 hari ke depan. Ketersediaan energi juga dipastikan aman untuk menghadapi kenaikan permintaan pada masa libur Idul Fitri di tengah tantangan komoditas energi global efek konflik di Timur Tengah.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, dalam konferensi pers acara peresmian Posko Nasional Sektor ESDM di Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Kamis (12/3/2026), memastikan pasokan energi tetap terjaga untuk mendukung perjalanan mudik Lebaran. Kesiapan pasokan energi tahun ini menurut dia bahkan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, termasuk ketersediaan BBM.

”Ketersediaan BBM secara nasional dan juga LPG dalam kondisi lebih dari cukup. Untuk ekosistem BBM, ketahanan stoknya sekitar 30 hari,” ujar Yuliot di kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, saat wawancara cegat usai konferensi pers acara Peresmian Posko Nasional Ramadan dan Idul Fitri 2026, di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Menurut Yuliot, pasokan BBM tersebut berasal dari kombinasi produksi dalam negeri dan impor. Produksi minyak domestik saat ini mencapai sekitar 610.000 barel per hari. Untuk menutup kekurangannya, Indonesia masih mengandalkan impor minyak mentah dan BBM dalam bentuk jadi.

Di sisi pengolahan, sejumlah kilang nasional juga telah disiapkan untuk beroperasi maksimal. Beberapa kilang utama yang menjadi penopang pasokan energi, antara lain, di Balikpapan, Balongan, Cilacap, Dumai, dan Plaju.

Selain itu, pemerintah juga mengklaim rantai distribusi dipastikan berjalan lancar mulai dari kilang, depot penyimpanan, hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

”Distribusi dari kilang ke depo hingga ke SPBU dipastikan aman. Kapasitas penyimpanan juga dimaksimalkan sehingga layanan kepada masyarakat lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Yuliot.

Kesiapan soal pasokan BBM ini disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan energi yang terganggu ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran di kawasan yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi global.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, pada kesempatan yang sama, mengatakan, perusahaan terus memantau situasi di kawasan tersebut yang berpotensi berdampak pada kepentingan Indonesia.

Sejauh ini, konflik tersebut mengganggu aktivitas pelayaran kapal mereka yang membawa pasokan minyak mentah. Saat ini, terdapat dua kapal tanker Pertamina yang masih berada di wilayah Teluk Persia, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Kapal Pertamina Pride yang berkapasitas 2 juta barel diketahui membawa muatan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri. Namun, dua kapal itu masih terjebak karena tidak bisa melalui Selat Hormuz akibat konflik AS-Israel versus Iran.

”Yang menjadi perhatian utama kami adalah keselamatan kru dan keselamatan kargo. Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan berbagai pihak terkait. Kita juga mendorong supaya tentunya bersama-sama situasi di sana semakin baik sehingga kargo-kargo kita bisa beroperasi dan melewati lokasi itu dengan baik,” tutur Simon.

Untuk mengantisipasi gangguan pasokan, Pertamina juga melakukan diversifikasi sumber minyak mentah tidak hanya berasal dari Timur Tengah, tetapi juga dari kawasan Afrika, Amerika, dan berbagai wilayah lain.

Konferensi pers Peresmian Posko Nasional Sektor ESDM di Ramadhan dan Idul Fitri yang dipimpin Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, di Jakarta, Kamis (12/3/2026). Acara dihadiri tuan rumah Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, Erika Retnowati, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius, dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

Di sektor kelistrikan, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Darmawan Prasodjo menyebutkan, kondisi pasokan energi primer untuk pembangkit listrik juga dalam kondisi aman.

Menurut dia, cadangan gas dan BBM untuk pembangkit berada di atas sembilan hari operasi, sementara cadangan batubara rata-rata lebih dari 19 hari operasi. ”Secara keseluruhan kondisi sistem kelistrikan dalam keadaan aman,” kata Darmawan.

Perubahan pola konsumsi

Kepala BPH Migas Erika Retnowati menyampaikan, pola konsumsi energi diperkirakan berubah pada periode libur Idul Fitri tahun ini.

Permintaan gasolin atau bensin diprediksi meningkat sekitar 12 persen dibandingkan kondisi normal. Ini seiring meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi saat mudik.

Sebaliknya, konsumsi gasoil atau solar diperkirakan turun sekitar 14,5 persen karena berkurangnya aktivitas industri selama masa libur panjang. Adapun konsumsi avtur diperkirakan meningkat sekitar 2,8 persen, sedangkan kerosin naik sekitar 4,2 persen.

Sejumlah kendaraan mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina di rest area kilometer 57 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Senin (25/4/2022). Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIgas) memperkirakan kebutuhan bahan bakar minyak selama masa mudik Lebaran 2022 diperkirakan akan meningkat 5 persen. Adapaun stok BBM saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 21 hari ke depan. KOMPAS/RADITYA HELABUMI 25-04-2022

Kenaikan kebutuhan bensin dihitung dengan estimasi akan ada sekitar 143 juta masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 76 juta orang diperkirakan menggunakan kendaraan pribadi.

Proyeksi penyaluran LPG selama periode Ramadhan dan Idul Fitri juga diperkirakan meningkat sekitar 4 persen dibandingkan kondisi normal. Perusahaan gas negara melalui Perusahaan Gas Negara (PGN) menegaskan, penyaluran gas bumi tetap berjalan normal.

Di sektor listrik, konsumsi nasional selama periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2026, kata Erika, juga berubah. "Pada libur Idul Fitri tahun ini diperdiksikan beban puncak naik 5,46 persen dari tahun 2025, tetapi lebih rendah 29 persen dari hari-hari normal," katanya.

Secara keandalan pasokan, kesediaan listrik selama Ramadhan aman dengan beban puncak diprediksi sebesar 47.198 MW. Jika dibandingkan dengan daya mampu pasok sebesar 51.608 MW, maka terdapat cadangan total sebesar 4.410 MW Atau 9,3 persen kebutuhan.

”Proyeksi pada hari Hari Idul Fitri juga aman dengan beban puncak sebesar 35.017 MW dan daya mampu sebesar 51.997 MW sehingga terdapat cadangan total sebesar 16.950 MW atau 48,4 persen," ucap Erika.

Posko Lebaran

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah menyiagakan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selama 20 hari guna memastikan pasokan energi tetap aman selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Posko tersebut mulai beroperasi pada 12 hingga 31 Maret 2026.

Selama periode posko, pemerintah dan badan usaha energi menyiagakan berbagai infrastruktur distribusi energi di seluruh Indonesia.

BPH Migas bersama Pertamina menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), serta 72 fasilitas pengisian bahan bakar pesawat atau aviation depot. Fasilitas tambahan juga disiapkan di wilayah dengan permintaan energi tinggi selama musim mudik.

Selain BBM, pemerintah juga mengatakan, ketersediaan LPG tetap aman. Selama periode posko, disiagakan 40 terminal LPG, 757 stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE), serta 6.662 agen LPG di seluruh Indonesia. Agen dan pangkalan LPG juga disiagakan selama 24 jam, terutama di wilayah dengan permintaan tinggi.

Simon menambahkan, Pertamina membuat Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri yang mulai beroperasi pada 9 Maret hingga 1 April 2026 untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar.

Distribusi BBM akan ditingkatkan dengan mengoperasikan 2.704 SPBU dari sekitar 7.885 SPBU yang beroperasi di Indonesia selama 24 jam. Selain itu, Pertamina juga menyiapkan layanan tambahan seperti kendaraan motoris untuk mengantarkan BBM jika terjadi kemacetan panjang di jalur mudik.

”Kami juga menyiapkan mobil tangki siaga serta layanan tambahan di wilayah-wilayah yang diperkirakan mengalami lonjakan arus mudik,” kata Simon.

Sejumlah mobil terparkir di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Rest Area KM 57 A Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (12/3/2025).

Sementara itu, untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik selama Ramadhan dan Idul Fitri, Darmawan mengatakan, PLN telah melakukan pemeliharaan pembangkit lebih awal.

PLN juga menyiapkan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di jalur mudik. Menurut Darmawan, jumlah kendaraan listrik yang digunakan untuk mudik diperkirakan meningkat sekitar 1,6 kali dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk itu, PLN menambah jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga hampir dua kali lipat serta mengganti sebagian fasilitas pengisian daya dengan teknologi ultra fast charging. Langkah ini diharapkan dapat mendukung kelancaran perjalanan pemudik yang menggunakan kendaraan listrik.

Selain memastikan pasokan energi, pemerintah juga meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana geologi. Erika ikut menyampaikan bahwa tim tanggap darurat bencana geologi disiagakan selama 24 jam untuk merespons kemungkinan bencana, seperti pergerakan tanah maupun aktivitas gunung api.

Foto bersama perwakilan lembaga pemerintah dan badan usaha yang akan menjadi penyelenggara Posko Nasional Sektor ESDM di Ramadhan dan Idul Fitri 2026, di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Pemantauan intensif juga dilakukan terhadap sejumlah gunung api aktif untuk meminimalkan risiko terhadap infrastruktur energi dan aktivitas masyarakat. Untuk itu, posko megintensifkan koordinasi antara lain dengan Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Erika berharap melalui koordinasi lintas instansi dan kesiapan infrastruktur energi, masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.


Kerabat Kerja

Penulis:

Erika Kurnia
 | 

Editor:

Budi Suwarna
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase