Meski tidak menjelaskan secara rinci isi pertemuan dengan Presiden, Rosan pastikan akan menyampaikan perkembangan Danantara saat pengumuman struktur kepengurusan.
21 Mar 2025 20:20 WIB · Ekonomi
JAKARTA, KOMPAS — Susunan kepengurusan lengkap Badan Pengelola Investasi atau BPI Danantara dijadwalkan akan diumumkan pada Senin (24/3/2025) pekan depan. Pengumuman struktur lengkap tim inti operasional BPI Danantara bakal berpengaruh besar terhadap pandangan publik terhadap badan ini, termasuk sentimen investor di pasar modal.
Hal tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal yang juga CEO BPI Danantara Rosan Roeslani. ”Ya, nanti tunggu saja hari Senin pukul 12.00,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3/2025).
Kendati demikian, Rosan tidak menjelaskan lebih rinci terkait tempat pengumuman struktur lengkap BPI Danantara pada Senin pekan depan. Ia pun tidak menjawab pertanyaan apakah Presiden Prabowo Subianto yang akan mengumumkannya kepada publik.
Sejak pukul 14.30 hingga sekitar pukul 16.00, Presiden Prabowo mengadakan pertemuan tertutup dengan sejumlah menteri, kepala lembaga, dan direktur utama bank pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/24/05d6d9e1-129f-47b9-a95f-abd337b0ded1_png.png)
Berdasarkan pantauan Kompas, selain Rosan, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria, dan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu.
Turut hadir juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Royke Tumilaar, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar.
Meski tidak menjelaskan secara rinci isi pertemuan, Rosan memastikan pihaknya akan segera menyampaikan informasi terbaru soal perkembangan Danantara saat pengumuman kepengurusan.
Adapun Airlangga memberi sinyal peraturan pemerintah (PP) yang mengatur inbreng atau pengalihan saham BUMN ke BPI Danantara diupayakan terbit sesuai dengan waktu yang sudah dijadwalkan, yakni pada pekan ini. ”Mudah-mudahan,” ujarnya saat ditanya apakah PP inbreng akan terbit tepat waktu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/24/2f4b7cb2-0fc5-40ee-9f01-565bcc4507ed_jpg.jpg)
Sebelumnya, Dony Oskaria mengatakan, target inbreng seluruh BUMN ke Danantara selesai akhir Maret 2025. Pelaksanaan inbreng ini, menurut rencana, dilakukan sebelum rapat umum pemegang saham (RUPS) sejumlah BUMN yang akan bergabung dengan Danantara.
”Sebelum RUPS, sudah kita lakukan inbreng. Beberapa RUPS akan mulai di akhir bulan ini (Maret 2025), kan, jadi optimistis lebih bagus, kan,” ujar Dony seusai rapat konsultasi secara tertutup dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/3/2025).
Dony menambahkan, proses inbreng perusahaan-perusahaan negara ke dalam Danantara merupakan tahapan yang telah diamanatkan dalam UU BUMN. Proses inbreng akan dilakukan secara sekaligus untuk BUMN yang berbentuk perseroan terbatas (PT).
Terkait struktur organisasi Danantara, nama sejumlah tokoh yang akan mengisi struktur kepengurusan BPI Danantara dilaporkan oleh Rosan Roeslani, Dony Oskaria, dan Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Sjahrir kepada Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/3/2025) sore. Tokoh-tokoh dimaksud tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/25/6124ceb9-3887-4680-b8d3-dd3fc75e8c66_jpg.jpg)
Selain menyetorkan nama, kata Rosan, ia bersama Dony Oskaria dan Pandu Sjahrir juga menyertakan daftar riwayat hidup para kandidat kepada Presiden. Hal itu juga dilengkapi dengan respons dari para analis dan penilaian dari sejumlah penasihat mengenai tokoh-tokoh tersebut. Pandangan para analis dan penasihat itu dinilai penting karena Danantara harus diisi oleh tokoh-tokoh yang bisa dipercaya publik.
Dihubungi secara terpisah, ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, mengingatkan pengumuman struktur lengkap tim inti operasional BPI Danantara bakal berpengaruh besar terhadap sentimen investor yang akan memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Wijayanto menjelaskan, investor akan mencermati nama-nama anggota tim inti Danantara. Jika nama-nama yang diumumkan memiliki kredibilitas yang sudah teruji, pasar modal akan bereaksi secara positif, begitu juga sebaliknya.
”(Jika) nama-nama (tim inti Danantara) yang masuk justru nama yang mengundang pertanyaan besar, kita jangan kaget kalau harga saham (IHSG) akan kolaps lagi setelah pengumuman,” ujar Wijayanto.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/20/6c466a2f-54cc-41b7-9541-2e6a26b10bd6_jpeg.jpg)
Sementara itu, dalam Kompas Collaboration Forum (KCF) di Jakarta, Jumat, ekonom yang juga pengajar di Unika Atma Jaya Jakarta, A Prasetyantoko, menyebut pendekatan teknokrasi dan meritokrasi dalam struktur kepengurusan BPI Danantara menjadi hal yang vital.
Pasalnya, BPI Danantara akan menjadi sumber pendanaan program pemerintah atau diistilahkan sebagai ”APBN baru” di tengah besarnya kebutuhan belanja negara untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Anggaran belanja tahun ini punya nilai sekitar Rp 3.600 triliun. Sementara pada tahun 2026-2029 akan naik drastis, menjadi Rp 18.852 triliun sampai Rp 24.191 triliun, atau meningkat sekitar enam kali lipat.
”Pembiayaan yang konvensional dengan APBN tampaknya itu tidak mungkin. Kemudian lahirlah Danantara. Saya menduga bahwa Danantara ini akan menjadi APBN kedua,” kata Prasetyantoko.
Penulis:
Dimas Waraditya Nugraha, Nina SusiloEditor:
Aris Prasetyo