Suami-Istri Keracunan Karbon Monoksida di Kamar Mandi Penginapan, Bagaimana Bisa Terjadi?

Studi menyebutkan penggunaan pemanas air berbahan bakar gas di ruangan berventilasi buruk dapat memicu keracunan karbon monoksida.

12 Okt 2025 09:04 WIB · Nasional

Oleh Yola Sastra

Penemuan suami-istri, Gilang Kurniawan (27) dan almarhumah Cindy Desta Nanda (27), tak sadarkan diri diduga akibat keracunan gas karbon monoksida atau CO dari water heater di kamar mandi penginapan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menjadi perhatian publik. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian naas yang menimpa kedua korban pada Kamis (9/10/2025). Apalagi, pihak keluarga tidak bersedia jenazah Cindy diotopsi. Namun, dari visum luar, dipastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada kedua korban dan Cindy diperkirakan meninggal sebelum tiba di puskesmas. 

”(Kesimpulan) Penyebab kematian harus berdasarkan otopsi mayat atau visum dalam,” kata Kepala Polsek Lembah Gumanti Ajun Komisaris Barata Rahmat Sukarsih, ketika dihubungi dari Padang, Sabtu (11/10/2025).

Gilang dan Cindy ditemukan tak sadarkan diri di dalam kamar mandi penginapan Lakeside Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Solok, Kamis pagi. Pasangan yang baru empat hari menikah itu menempati kamar nomor 2 penginapan itu sejak Rabu (8/10/2025) siang.

Sebelum ditemukan tak sadarkan diri, Gilang sempat menyahut ketika pegawai penginapan datang untuk mengantarkan sarapan pukul 07.15 WIB. Waktu itu pegawai mengaku mendengar jawaban dari Gilang bahwa mereka sedang mandi. Beberapa menit menunggu di luar, pegawai yang masih mendengar suara aktivitas mandi kemudian bergeser ke kamar lain untuk mengantarkan sarapan.

Lima belas menit kemudian, pegawai lainnya kembali datang untuk mengantarkan sarapan ke kamar nomor 2 dan mengetuk pintu tiga kali. Namun, tidak ada respons dari Gilang dan Cindy. Kondisi itu kemudian dilaporkan kepada pegawai lainnya. Setelah mendapat izin dari pengelola, pegawai penginapan membuka paksa pintu kamar nomor 2.

”Gilang ditemukan telentang tidak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Istrinya, Cindy, ditemukan di belakang pintu kamar mandi, juga tidak sadarkan diri. Pegawai Lakeside sempat memberikan keduanya oksigen sebagai pertolongan pertama, tetapi tidak ada kemajuan sehingga dirujuk ke puskesmas,” kata Barata.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara penemuan suami-istri, Gilang Kurniawan (27) dan Cindy Desta Nanda (27), yang tak sadarkan diri diduga akibat keracunan gas karbon monoksida (CO) dari ”water heater” di kamar mandi pada kamar nomor 2 Lakeside Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (9/10/2025).

Kakak Gilang, Mieke Erda (39), mengatakan, Gilang masih dirawat di ruangan high care unit (HCU) Rumah Sakit Semen Padang. Gilang sadar, tetapi belum dapat mengingat peristiwa yang ia dan istrinya alami. Sementara itu, jenazah Cindy dimakamkan di Padang pada Jumat (10/10/2025). 

Mieke menyebut, berdasarkan informasi yang didapat dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arosuka, Gilang diduga keracunan gas karbon monoksida (CO) dari pemanas air (water heater) di kamar mandi Lakeside Alahan Panjang. Karena ditemukan bersamaan, kondisi serupa diduga dialami pula oleh Cindy.

”Saya baca surat rujukannya, tertulis, pasien (Gilang) datang dengan penurunan kesadaran akibat keracunan gas karbon monoksida dari water heater,” ujar Mieke sembari menjelaskan keterangan serupa juga disampaikan dokter di Rumah Sakit Semen Padang soal kondisi yang dialami Gilang.

Selanjutnya, kata Mieke, polisi juga menjelaskan kepada keluarga kondisi kamar mandi kamar nomor 2 Lakeside. Kondisi kamar mandi itu antara lain pemanas air berada di dalam, ruangan sempit tanpa ventilasi, dan tabung gas LPG 12 kilogram warna pink di dalam kamar mandi. 

”Mereka ditemukan di kamar mandi dengan kondisi pintu tertutup dan tergeletak,” kata Mieke. ”Dari informasi yang kami pelajari dari dokter dan sumber lain, dalam kondisi seperti itu ada kemungkinan kebocoran gas akibat water heater karena gas CO itu tidak berbau sehingga korban tidak menyadari,” ujarnya.

Polisi mengidentifikasi "water heater" dalam olah tempat kejadian perkara penemuan suami-istri tak sadarkan diri, bahkan salah satunya meninggal, di kamar mandi pada kamar nomor 2 Lakeside Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (9/10/2025). Pengantin baru Gilang Kurniawan (27) dan almarhumah Cindy Desta Nanda (27) ditemukan tak sadarkan diri di kamar mandi penginapan ini diduga akibat keracunan gas karbon monoksida (CO) dari water heater kamar mandi penginapan Lakeside Alahan Panjang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikasin karbon monoksida (CO) sebagai gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, yang sedikit lebih ringan daripada udara. CO merupakan hasil dari pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung karbon dan juga dihasilkan oleh beberapa proses industri dan biologis. 

Saat masuk ke tubuh, CO akan membentuk ikatan kuat dengan hemoglobin dan membentuk karboksihemoglobin (COHb). Kondisi itu mengganggu kemampuan hemoglobin dalam mengikat oksigen. Suplai oksigen ke jaringan pun terganggu dan tubuh kekurangan oksigen atau hipoksia.

Sejumlah studi mencatat penggunaan pemanas air dengan bahan bakar gas memicu keracunan CO di berbagai belahan dunia, termasuk di Korea Selatan dan Nepal. CO dapat timbul akibat pembakaran tidak sempurna di ruangan dengan ventilasi buruk dan minim oksigen.

Kasus keracunan CO dari pemanas air berbasis gas di Korea Selatan dibahas oleh Jong Hyun-bae dan kawan-kawan dari Asan Medical Center, University of Ulsan College of Medicine, Seoul. Artikel berjudul ”Carbon Monoxide Poisoning Caused by Gas Water Heaters in Korea” itu dimuat dalam Jurnal Kedokteran Darurat Korea volume 31 nomor 6, Desember 2020.

Bae dan kawan-kawan menulis, ada 32 kejadian keracunan CO dari penggunaan pemanas air berbasis gas yang melibatkan 71 korban dalam rentang 2000-2019 sebagaimana dilaporkan Korea Gas Safety Corporation (KGS). Dari jumlah korban itu, 24 orang meninggal di tempat kejadian dengan perkiraan tingkat kematian kasus 33,8 persen.

”Sebagian besar insiden terjadi saat para korban mandi menggunakan pemanas air gas yang dipasang di kamar mandi dengan ventilasi yang buruk,” tulis Bae dan kawan-kawan. Keracunan CO itu bahkan dapat terjadi dalam waktu singkat, seperti saat mandi atau keramas.

Polisi Olah TKP Insiden Suami-Istri Keracunan Gas Karbon Monoksida di Penginapan Kabupaten Solok

Bae dan kawan-kawan menulis bahwa bahan bakar yang paling banyak digunakan untuk pemanas air adalah elpiji, yang sebagian besar terdiri dari dua gas hidrokarbon, yaitu propana dan butana. Saat oksigen cukup, kedua gas hidrokarbon itu mengalami pembakaran sempurna untuk membentuk air dan karbon dioksida (CO₂). Namun, jika minim oksigen, justru dapat menghasilkan CO.

Pemanas air berbasis gas yang dipasang di ruang tertutup rapat dan minim oksigen dapat menimbulkan CO akibat pembakaran tidak sempurna. Dalam situasi ventilasi buruk, tulis Bae dan kawan-kawan, CO yang dihasilkan juga tidak dapat dilepaskan keluar dan paparan CO berkepanjangan terhadap pengguna dapat mengakibatkan keracunan CO. 

”Dalam studi saat ini, sebagian besar insiden keracunan CO terjadi saat korban sedang mandi di dalam kondisi pemanas air gas yang terpasang di kamar mandi tertutup dengan ventilasi buruk,” tulisnya. 

Laporan kasus keracunan CO akibat pemanas air berbasis gas di Nepal diulas pula oleh Bidesh Bista dan kawan-kawan dari Civil Service Hospital, Kathmandu. Artikel berjudul ”Carbon Monoxide Poisoning due to Gas Water Heater” itu dimuat dalam Janaki Medical College Journal of Medical Sciences tahun 2017 volume 5(2) halaman 56-59.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara penemuan suami-istri tak sadarkan diri, bahkan salah satunya meninggal, di kamar mandi pada kamar nomor 2 Lakeside Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (9/10/2025). Pengantin baru Gilang Kurniawan (27) dan almarhumah Cindy Desta Nanda (27) ditemukan tak sadarkan diri di kamar mandi penginapan ini diduga akibat keracunan gas karbon monoksida (CO) dari water heater kamar mandi penginapan Lakeside Alahan Panjang.

Bista dan kawan-kawan menulis, seorang perempuan sehat berusia 34 tahun dibawa ke rumah sakit karena kehilangan kesadaran selama 15 menit saat mandi dengan pemanas air berbasis gas. Kondisi pasien tidak ada pernapasan spontan, tidak ada aktivitas jantung, dan suhu tubuhnya di bawah normal.

Hasil CT scan kepalanya menunjukkan edema serebral difus dan kerusakan otak hipoksia berat. Foto rontgen dadanya menunjukkan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). Hasil pemeriksaan juga menunjukkan gangguan lainnya.

”Ia meninggal setelah 32 jam di ICU,” tulis Bista dan kawan-kawan disertai penjelasan bahwa anggota keluarga korban juga melaporkan merasa pusing dan sesak napas saat menggunakan pemanas air gas saat mandi.

Bista dan kawan-kawan menyimpulkan, pemanas air berbasis gas tidak boleh digunakan di kamar mandi dengan ventilasi buruk. Jika memungkinkan, detektor CO dengan sistem alarm harus dipasang di kamar mandi dengan pemanas air gas. ”Pemanas air gas harus dijaga dalam kondisi kerja yang baik,” tulisnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan