Program yang baru berjalan di tiga sekolah Jakarta ini akan dikembangkan ke sekolah-sekolah lain, terutama sekolah yang memiliki fasilitas terbatas.
21 Mei 2025 18:38 WIB · Metro
JAKARTA, KOMPAS — Kantin Sehat Jakarta hadir untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh pemerintah pusat. Program yang baru berjalan di tiga sekolah ini akan dikembangkan ke sekolah-sekolah lain, terutama sekolah yang memiliki fasilitas terbatas, guna memastikan semua siswa mendapatkan akses makanan sehat di kantin sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana, Rabu (21/5/2025), mengatakan, revitalisasi kantin telah dimulai di tiga sekolah percontohan, yakni SMKN 57 Jakarta, SMKN 63 Jakarta, dan SMA Unggulan MH Thamrin Jakarta. Setiap sekolah menerapkan konsep yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing, termasuk penggunaan bahan baku lokal serta desain kantin yang ramah lingkungan.
Di SMKN 57 dan SMAN Unggulan MH Thamrin, kantin dirancang sebagai ruang terbuka (open space). Sementara di SMKN 63, kantin didesain dengan konsep ramah lingkungan yang mengintegrasikan vertical garden sebagai cerminan latar belakang sekolah pertanian.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan para ahli gizi untuk program ini. Mereka membimbing para penjual makanan untuk memastikan bahwa makanan yang dijual di kantin memenuhi komposisi gizi seimbang dan aman dikonsumsi siswa.
Nahdiana mengatakan, setiap kantin sehat didampingi oleh tim ahli gizi dan koki profesional yang memberikan pelatihan dalam penyusunan menu bergizi, pengelolaan limbah makanan, serta pengelolaan kantin secara keseluruhan.
Selain itu, program kantin sehat mendorong penggunaan bahan baku lokal, termasuk hasil kebun sekolah dan komunitas. Siswa juga diajari konsep urban farming sebagai bagian dari pembelajaran langsung mengenai ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam proses transformasi kantin sehat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran strategis mulai dari penyediaan bahan baku hingga pengelolaan sampah dan limbah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal agar rantai pasok kantin sehat berjalan secara berkelanjutan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/06/983f7511-271c-440f-a937-6a15bff077da_jpg.jpg)
Program Kantin Sehat Jakarta akan dikembangkan lebih luas ke semua sekolah di Jakarta, terutama yang memiliki fasilitas terbatas. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi siswa, mendukung pola hidup sehat, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan aman.
Kantin sehat hadir untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, keduanya memiliki konsep yang berbeda. Kantin sehat berperan tidak hanya sebagai penyedia makanan bergizi, tetapi juga sarana edukasi bagi siswa untuk membangun kebiasaan makan sehat dan kesadaran akan lingkungan.
Sementara itu, program MBG lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi dasar melalui pemberian makanan gratis tanpa keterlibatan aktif siswa dalam pengelolaan kantin. Meski demikian, kedua program ini saling melengkapi dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pelajar di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, program kantin sehat menggantikan program sarapan gratis yang sebelumnya ia gagas. Anggaran untuk sarapan gratis kini dialihkan sepenuhnya untuk memberdayakan kantin sekolah-sekolah di Jakarta. Namun, ia belum mengungkapkan secara spesifik besaran anggaran untuk program revitalisasi Kantin Sehat Jakarta.
”Tujuan dari program ini adalah untuk menjadikan kantin lebih sehat dan mendukung pola makan bergizi bagi para siswa,” ujar Pramono.
Harga makanan di kantin sehat bervariasi, disesuaikan dengan kemampuan siswa dan standar gizi yang ditetapkan. Pramono menjelaskan bahwa kantin mampu melayani siswa dengan uang saku Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per hari, dengan harga makanan yang tidak melebihi Rp 20.000.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/06/33839048-8eac-4c8c-8faf-f237d10becab_jpg.jpg)
Berbagai pilihan makanan sehat tersedia di kantin, seperti nasi dengan sayuran, sandwich sehat, salad segar, dan jus buah. Makanan yang disajikan juga bebas dari bahan pengawet dan pemanis buatan.
Meskipun saat ini baru menjangkau tiga sekolah, pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus memperluas program ini sehingga semua siswa di Jakarta dapat menikmati makanan sehat dan bergizi di kantin sekolah mereka.
Revitalisasi kantin sehat membutuhkan dana signifikan untuk renovasi, pelatihan pengelola, serta pengadaan peralatan pendukung. Selain itu, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting. Pengelolaan kantin sehat memerlukan pelatihan khusus bagi para pengelola kantin, termasuk pendampingan oleh ahli gizi dan koki profesional.
Penerapan kantin sehat di Jakarta sejatinya sejalan dengan praktik di sejumlah negara maju yang menjadikan kantin sekolah sebagai bagian penting dari kebijakan kesehatan dan pendidikan. Di Singapura, misalnya, Kantor Promosi Kesehatan (HPB) meluncurkan Program Makanan Sehat di Sekolah dengan kriteria ketat. Sekolah harus mengurangi kandungan gula dalam minuman dan makanan penutup, menyajikan lebih sedikit makanan yang digoreng dan berlemak, serta memasukkan dua porsi sayuran dalam setiap hidangan.
Kemudian, di Jepang, kantin sekolah atau kyushoku menyajikan makanan bergizi yang dirancang oleh ahli gizi dan disiapkan oleh koki sekolah terlatih. Menu harian mencakup bahan-bahan segar lokal yang seimbang antara karbohidrat, protein, sayuran, dan susu. Selain itu, siswa juga diajarkan perihal pentingnya makan bersama dan menghargai makanan yang mereka konsumsi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/16/6b0bf4991f7855f5f62370074dd81a35-Dapur_MBG_Kalibata.jpg)
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mendukung perluasan program Kantin Sehat Jakarta di semua sekolah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan siswa.
”Program ini merupakan langkah nyata menuju masa depan Jakarta yang lebih baik,” kata Wibi.
Meski demikian, diperlukan peningkatan pengawasan oleh pemerintah provinsi dan pihak terkait untuk memastikan penerapan standar keamanan pangan secara ketat. Pengelola kantin harus mendapatkan pelatihan khusus tentang keamanan pangan hingga pengelolaan makanan yang benar.
Bahan makanan yang digunakan harus berasal dari sumber tepercaya, segar, dan bebas dari bahan berbahaya seperti formalin. Makanan dan bahan baku juga harus disimpan dalam kondisi yang tepat untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
Selain itu, evaluasi berkala dari dinas terkait dan sekolah harus diperkuat agar standar kualitas dan keamanan pangan di kantin terpenuhi dengan baik.
Kantin sehat di sekolah menjadi perhatian orangtua siswa, salah satunya Sarita (44), warga Jakarta Selatan. Ia berharap keberadaan kantin sehat dapat menyediakan makanan bergizi dan aman bagi anaknya.
Menurut Sarita, kebersihan dan keamanan makanan adalah aspek yang paling penting untuk diperhatikan. Ia tidak ingin makanan sehat justru terkontaminasi bakteri yang dapat menyebabkan anak-anak sakit.
Ia khawatir terkait program makanan bergizi yang berujung membuat siswa keracunan. Ia tidak mau hal tersebut terjadi di sekolah anaknya.
”Saya ingin anak saya mendapatkan makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga bersih dan sehat. Kebersihan kantin sangat krusial agar anak-anak terhindar dari penyakit atau keracunan akibat mengonsumsi makanan,” ujar perempuan yang memiliki anak di SMKN 57 Jakarta tersebut.
Selain itu, Sarita berharap harga makanan di kantin tetap terjangkau agar semua siswa, tanpa terkecuali, bisa menikmati makanan sehat setiap hari. Ia juga menginginkan variasi menu yang menarik agar anak-anak tidak bosan sekaligus tetap memperoleh asupan gizi seimbang.
”Sosialisasi kepada anak-anak juga penting. Jika mereka memahami pentingnya makanan bergizi, mereka akan lebih sadar dalam memilih makanan yang baik untuk tubuh,” tambahnya.
Dengan terpenuhinya harapan tersebut, ia yakin kantin sehat akan memberikan kontribusi besar terhadap kesehatan dan prestasi belajar anak-anak di Jakarta. Ia berharap program ini terus dikembangkan dan diawasi secara ketat oleh pihak sekolah dan dinas terkait.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al HamasyEditor:
Rini KustiasihPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti