Momentum Manchester City didorong tren positif Haaland, tetapi ditarik mundur akibat cedera baru Rodri. Konsistensi City usai jeda internasional menjadi tanda tanya.
06 Okt 2025 07:41 WIB · Olahraga
LONDON, MINGGU — Kemenangan atas tim papan bawah, Brentford, di Liga Inggris terasa sangat kompleks bagi Manchester City. Mereka kembali bisa merayakan dominasi dari penyerang bintang, Erling Haaland, tetapi harus menerima kenyataan soal cedera baru gelandang andalannya, Rodri.
Keran gol Haaland terus mengalir di kandang Brentford, Stadion Gtech Community, London, Minggu (5/10/2025) WIB. Dia mencetak gol ke-9 di Liga Inggris musim ini ke gawang Brentford. Gol pada awal laga tersebut cukup untuk membawa City asuhan Manajer Pep Guardiola pulang dengan tiga poin usai menang 1-0.
Haaland benar-benar seperti lokomotif yang tidak bisa dihentikan. Dua bek tengah Brentford, Sepp van den Berg dan Nathan Collins, menjadi saksi langsung ketajamannya. Van den Berg terpental saat beradu badan dengan Haaland, sementara Collins kalah cepat ketika berupaya mengeblok bola.
Kedua pemain tuan rumah itu tidak berdaya menyaksikan aksi individu Haaland yang mengombinasikan kekuatan tubuh, kecepatan dribel, dan penyelesaian akhir papan atas. ”Buat saya, gol ini berkelas. Ini salah satu gol terbaik karena berbagai proses yang terjadi,” ucap Haaland.
Haaland sudah berhasil mencetak gol dalam sembilan laga beruntun untuk klub dan tim nasional Norwegia. Tak perlu diragukan, dia merupakan salah satu striker terpanas di Eropa saat ini. Haaland tampak bahagia bisa bangkit dari kejatuhan musim lalu dan mencapai performa terbaik di musim ini.
Kata Haaland, peran sebagai ayah baru memengaruhi penampilannya. ”Saya tidak pernah merasa lebih baik dari sekarang. Dengan kehadiran anak, semua lebih baik untuk saya. Saya bisa pulang ke rumah dengan lebih rileks, tidak berpikir ini dan itu soal sepak bola yang membuat khawatir,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/06/b85ded4e9ed649dceb151911fb04804d-Britain_Soccer_Premier_League_39_.jpg)
Saat Haaland sedang bersuka di dalam dan luar lapangan, kondisi terbalik dijalani Rodri. Gelandang peraih Ballon d’Or itu terduduk dengan wajah gusar di lapangan saat laga baru berjalan sekitar 20 menit. Rodri menggelengkan kepala seusai mengetahui tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Rodri mengalami cedera otot di area paha. Cedera itu merupakan cedera minor keduanya setelah operasi lutut pada tahun lalu. Sang pemain baru saja absen karena masalah lutut lanjutan pada awal musim ini dan belum kembali ke performa terbaik, lalu mengalami kemunduran lagi akibat cedera baru.
Kehilangan Rodri memancing rasa trauma City. Pada laga Liga Champions Eropa tengah pekan kemarin, yaitu versus AS Monako, mereka harus menerima hasil imbang usai kemasukan gol penalti pada pengujung laga. Pemain yang memberikan hadiah penalti itu adalah Nico Gonzalez, pengganti Rodri.
”Saya ingat ketika konferensi pers ada yang bertanya mengapa saya menganti Rodri (di laga itu). Saya tentu akan senang jika bisa memainkan penuh Rodri setiap tiga hari, tetapi kami tidak bisa memaksakan kondisinya. Kami sudah berhati-hati, tetapi itulah yang terjadi (kembali cedera),” ucap Guardiola.
Gonzalez cukup andal sebagai gelandang jangkar. Namun, levelnya masih jauh dibandingkan Rodri yang merupakan otak permainan City di era Guardiola. Perbedaan paling mendasar adalah kontrol permainan, baik dalam menjembatani serangan maupun memutus transisi lawan.
Masalah itu dirasakan City di markas Brentford setelah pergantian Rodri, terutama pada paruh kedua. Tim tamu kehilangan kontrol. Sempat memborbardir lawan dengan lima tembakan selama 20 menit awal, Haaland dan rekan-rekan hanya mampu mencatat satu tambakan di 45 menit kedua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/06/6eef4109aa647ddc77e96d13a71c6ef1-Britain_Soccer_Premier_League_40_.jpg)
City juga nyaris kecolongan dalam situasi transisi serangan balik hanya beberapa menit setelah turun minum. Beruntung, kiper Gianluigi Donnarumma mampu menggagalkan percobaan penyerang tuan rumah Igor Thiago dalam situasi satu lawan satu.
Menurut Manajer Brentford Keith Andrews, pembedanya hanya efisiensi di depan gawang. ”Jika melihat keseluruhan laga, satu tim sangat baik memanfaatkan peluang. Kami tidak tajam, walaupun berhasil menciptakan kekacauan dan membuat mereka tidak nyaman di paruh kedua,” ujarnya.
Guardiola menilai, Rodri kemungkinan menepi sekitar tiga pekan. Dampak terhadap City akan sedikit berkurang karena waktu pemulihan terpotong jeda internasional. Sang pemain berpotensi hanya melewati tiga atau empat pertandingan pada pertengahan hingga akhir Oktober.
Masalahnya, Guardiola pasti akan lebih berhati-hati lagi dengan Rodri. Sang gelandang kemungkinan lebih sering bermain dari bangku cadangan setelah sembuh nanti. ”Saya tidak ingin kehilangan dia sedikit pun. Dia adalah pemain yang sangat penting,” kata Guardiola.
Kehati-hatian itu berpotensi mengganggu stabilitas City. ”The Citizens” masih dalam fase transisi era baru. Kehadiran Rodri sangat penting dalam menjaga keseimbangan itu. Terbukti, ketika pemain 29 tahun itu tampil reguler belakangan ini, City mulai menjalani rentetan hasil positif.
Cedera Rodri membuat City kembali kehilangan pijakan. Konsistensi tim asuhan Guardiola itu pun menjadi tanda tanya besar setelah jeda internasional. Terbukti, musim lalu, tidak ada pemain City yang lebih penting dan paham sistem ala Guardiola dibandingkan Rodri. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto