Bagaimana elektabilitas Bobby Nasution-Surya dan Edy Rahmayadi- Hasan Basri Sagala saat ini?
Siapa pemilih Bobby Nasution-Surya?
Mengapa Bobby Nasution Bisa Unggul atas Gubernur Petahana Edy Rahmayadi?
Di mana wilayah keunggulan Bobby Nasution atas Edy Rahmayadi?
Seberapa besar pengaruh mantan Presiden Jokowi di Pilkada Sumut?
Bagaimana elektabilitas Bobby Nasution-Surya dan Edy Rahmayadi-Hasan Basri saat ini?
Litbang Kompas melakukan Survei Pilkada Sumut 2024 pada 22-28 Oktober 2024. Hasil survei menunjukkan, pasangan Bobby Nasution-Surya meraih 44,9 persen dukungan publik. Sementara pasangan Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala memperoleh 28 persen dukungan.
Tingkat keterpilihan ini sudah terbaca dari faktor popularitas dan kesukaan terhadap sosok cagub dan cawagub. Dari aspek popularitas di mata publik, kedua paslon sudah menunjukkan selisih 9 persen. Mantan Wali Kota Medan (2021-2024) Bobby Nasution dan mantan Bupati Asahan (2021-2024) Surya mendapat popularitas sebesar 79,2 persen.
Sementara popularitas gubernur petahana Edy Rahmayadi dan Tenaga Ahli Menteri Agama Hasan Basri berada di angka 70,5 persen. Temuan ini sekaligus menegaskan tren sejak Survei Pilkada Sumut Juni 2024 lalu. Kala itu, popularitas Bobby sudah cenderung unggul di peringkat pertama dibandingkan ”Ayah Edy” yang menduduki peringkat kedua.
Siapa pemilih Bobby Nasution-Surya?
Mereka yang memilih Bobby-Surya berasal dari berbagai latar belakang. Baik dari latar tingkat pendidikan, kelas sosial ekonomi, maupun jender secara signifikan elektabilitas Bobby-Surya cukup unggul dibandingkan Edy-Hasan.
Dari generasi usia, paslon Edy- Hasan hanya mampu bersaing di kelompok pemilih generasi X (usia 44-57 tahun) yang tampak berimbang arah dukungannya. Di antara kelompok generasi usia lainnya, Bobby-Surya secara signifikan mendapat dukungan besar dari kalangan generasi Z (17-27 tahun) yang banyak dihuni para pemilih mula.
Dari aspek dukungan partai, paslon Bobby-Surya cenderung mendapat dukungan barisan partai KIM Plus. Mayoritas pemilih PKB, Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, dan Perindo memilih Bobby-Surya. Namun, pemilih PKS, Nasdem, dan PPP belum solid mendukung Bobby-Surya.
Di kubu Edy-Hasan, para pemilih PDI-P dan Hanura juga tidak solid mengarahkan dukungan. Lima dari 10 pemilih PDI-P justru memilih Bobby-Surya. Demikian pula para pemilih Hanura yang mayoritas (70 persen) berpihak pada kubu Bobby-Surya.
Mengapa Bobby Nasution bisa unggul atas Gubernur Petahana Edy Rahmayadi?
Selain mendulang dukungan dari pemilih partai, unggulnya Bobby-Surya juga didapatkan dari aspek kinerja. Aspek ini dianggap sebagai kelebihan Bobby-Surya yang mendapat citra posistif dari publik Sumut yang mencapai 23,6 persen. Kelebihan dalam bidang pengalaman kinerja kepala daerah ini mengungguli pasangan Edy Rahmayadi-Hasan Basri yang sebesar 17,1 persen.
Selain aspek kinerja, Bobby-Surya juga cenderung populer di beragam etnis, seperti responden bersuku Toba, Karo, Mandailing, Simalungun, Nias, Aceh, dan Jawa. Berbeda dengan paslon Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala yang variasi pendukungnya berdasarkan suku masih tergolong minim, yakni mayoritas dari suku Pakpak, Melayu, dan sebagian Jawa.
Selain itu, dari segi usia, pasangan Bobby Nasution-Surya tampaknya mendapat keuntungan dalam kontestasi kali ini. Dengan usianya yang saat ini sekitar 33 tahun, Bobby Nasution meraih dukungan simpati publik, terutama para generasi muda.
Namun, uniknya, pemilih yang lebih senior pun tetap cenderung memilih pasangan Bobby-Surya dibandingkan Edy-Hasan. Populernya pasangan Bobby-Surya di pemilih tua bisa jadi disebabkan oleh sosok Surya yang berusia 70 tahun dan memiliki pengalaman berkiprah memajukan daerah Asahan yang dipimpinnya.
Kombinasi antara generasi muda dan senior ini kemungkinan besar menjadi kolaborasi yang menarik bagi publik Sumut untuk memilih Bobby-Surya pada pilkada kali ini.
Di mana wilayah pemilih Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi?
Keunggulan Bobby-Surya terjadi secara merata di sejumlah wilayah. Dari 33 kabupaten dan kota di seluruh Sumatera Utara, wilayah pertarungan Medan Raya yang meliputi kawasan seputaran pusat pemerintahan, seperti Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi, dimenangkan Bobby-Surya.
Sebanyak 43,1 persen pemilih yang pada pemilu legislatif lalu masuk wilayah Dapil I Sumut ini dikuasai Bobby-Surya. Proporsi tersebut terpaut hingga 12,8 persen suara dari pasangan Edy-Hasan. Keunggulan terbesar Bobby-Surya diperoleh di 19 kabupaten dan kota seputaran Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Labuhan Batu, dan Nias yang dalam pemilu legislatif masuk dapil Sumut II. Lebih dari separuh bagian pemilih mendukung Bobby-Surya.
Persaingan yang terbilang kompetitif terjadi di wilayah Tanjung Balai, Batubara, Asahan Simalungun, Pematang Siantar, Langkat, Binjai, Karo, Dairi, hingga Pakpak Barat. Dari 10 kabupaten dan kota yang masuk Dapil III Sumut itu, Edy-Hasan mengumpulkan dukungan 30,7 persen pemilih, mengimbangi Bobby-Surya yang didukung 36,8 persen.
Seberapa besar pengaruh mantan Presiden Jokowi di Pilkada Sumut?
Sosok mantan Presiden Jokowi masih cukup memiliki pengaruh bagi pemilih Sumut dalam menentukan pilihan pada Pilkada Gubernur 2024 nanti. Sebanyak 35,1 persen responden menyatakan akan mempertimbangkan endorse mantan Presiden Jokowi.
Proporsi ini menunjukkan sepertiga bagian pemilih di Sumut masih menjadikan pilihan mantan Presiden Jokowi sebagai rujukan. Di Pilkada Sumut, pengaruh mantan Presiden Jokowi ini menarik untuk diamati mengingat ada kedekatan sosok mantan Presiden Jokowi yang diwakilkan pada sosok Bobby Nasution, menantunya.
Apalagi, sebelumnya, di pertengahan Oktober 2024, Jokowi masih melakukan kunjungan ke Sumut untuk meresmikan jalan tol, bendungan, stadion, dan pusat riset genomik di wilayah itu. Kunjungan ini menjadi semiotika penegasan legitimasi dan jejak legasi hasil pembangunan infrastruktur di masa pemerintahannya.
Isu dukungan mantan Presiden Jokowi dinilai memiliki dampak elektoral bagi unggulnya Bobby-Surya. Salah satu fenomena yang tertangkap dari hasil survei Litbang Kompas ini adalah terbelahnya soliditas dukungan pemilih PDI-P. Sebanyak 48,9 persen pemilih PDI-P justru memilih Bobby-Surya sebagai cagub-cawagub di pilkada Sumut. (LITBANG KOMPAS)
Apa yang dapat dipelajari dari artikel ini?
Bagaimana elektabilitas Bobby Nasution-Surya dan Edy Rahmayadi- Hasan Basri Sagala saat ini?
Siapa pemilih Bobby Nasution-Surya?
Mengapa Bobby Nasution Bisa Unggul atas Gubernur Petahana Edy Rahmayadi?
Di mana wilayah keunggulan Bobby Nasution atas Edy Rahmayadi?
Seberapa besar pengaruh mantan Presiden Jokowi di Pilkada Sumut?
Bagaimana elektabilitas Bobby Nasution-Surya dan Edy Rahmayadi-Hasan Basri saat ini?
Litbang Kompas melakukan Survei Pilkada Sumut 2024 pada 22-28 Oktober 2024. Hasil survei menunjukkan, pasangan Bobby Nasution-Surya meraih 44,9 persen dukungan publik. Sementara pasangan Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala memperoleh 28 persen dukungan.
Tingkat keterpilihan ini sudah terbaca dari faktor popularitas dan kesukaan terhadap sosok cagub dan cawagub. Dari aspek popularitas di mata publik, kedua paslon sudah menunjukkan selisih 9 persen. Mantan Wali Kota Medan (2021-2024) Bobby Nasution dan mantan Bupati Asahan (2021-2024) Surya mendapat popularitas sebesar 79,2 persen.
Sementara popularitas gubernur petahana Edy Rahmayadi dan Tenaga Ahli Menteri Agama Hasan Basri berada di angka 70,5 persen. Temuan ini sekaligus menegaskan tren sejak Survei Pilkada Sumut Juni 2024 lalu. Kala itu, popularitas Bobby sudah cenderung unggul di peringkat pertama dibandingkan ”Ayah Edy” yang menduduki peringkat kedua.
Siapa pemilih Bobby Nasution-Surya?
Mereka yang memilih Bobby-Surya berasal dari berbagai latar belakang. Baik dari latar tingkat pendidikan, kelas sosial ekonomi, maupun jender secara signifikan elektabilitas Bobby-Surya cukup unggul dibandingkan Edy-Hasan.
Dari generasi usia, paslon Edy- Hasan hanya mampu bersaing di kelompok pemilih generasi X (usia 44-57 tahun) yang tampak berimbang arah dukungannya. Di antara kelompok generasi usia lainnya, Bobby-Surya secara signifikan mendapat dukungan besar dari kalangan generasi Z (17-27 tahun) yang banyak dihuni para pemilih mula.
Dari aspek dukungan partai, paslon Bobby-Surya cenderung mendapat dukungan barisan partai KIM Plus. Mayoritas pemilih PKB, Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, dan Perindo memilih Bobby-Surya. Namun, pemilih PKS, Nasdem, dan PPP belum solid mendukung Bobby-Surya.
Di kubu Edy-Hasan, para pemilih PDI-P dan Hanura juga tidak solid mengarahkan dukungan. Lima dari 10 pemilih PDI-P justru memilih Bobby-Surya. Demikian pula para pemilih Hanura yang mayoritas (70 persen) berpihak pada kubu Bobby-Surya.
Mengapa Bobby Nasution bisa unggul atas Gubernur Petahana Edy Rahmayadi?
Selain mendulang dukungan dari pemilih partai, unggulnya Bobby-Surya juga didapatkan dari aspek kinerja. Aspek ini dianggap sebagai kelebihan Bobby-Surya yang mendapat citra posistif dari publik Sumut yang mencapai 23,6 persen. Kelebihan dalam bidang pengalaman kinerja kepala daerah ini mengungguli pasangan Edy Rahmayadi-Hasan Basri yang sebesar 17,1 persen.
Selain aspek kinerja, Bobby-Surya juga cenderung populer di beragam etnis, seperti responden bersuku Toba, Karo, Mandailing, Simalungun, Nias, Aceh, dan Jawa. Berbeda dengan paslon Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala yang variasi pendukungnya berdasarkan suku masih tergolong minim, yakni mayoritas dari suku Pakpak, Melayu, dan sebagian Jawa.
Serial Artikel
Survei Litbang ”Kompas”: Agenda Utama Pemimpin Baru Sumut
Harapan besar digantungkan kepada calon gubernur Sumatera Utara untuk mampu menyentuh dan mengatasi persoalan riil warga masyarakat.
Selain itu, dari segi usia, pasangan Bobby Nasution-Surya tampaknya mendapat keuntungan dalam kontestasi kali ini. Dengan usianya yang saat ini sekitar 33 tahun, Bobby Nasution meraih dukungan simpati publik, terutama para generasi muda.
Namun, uniknya, pemilih yang lebih senior pun tetap cenderung memilih pasangan Bobby-Surya dibandingkan Edy-Hasan. Populernya pasangan Bobby-Surya di pemilih tua bisa jadi disebabkan oleh sosok Surya yang berusia 70 tahun dan memiliki pengalaman berkiprah memajukan daerah Asahan yang dipimpinnya.
Kombinasi antara generasi muda dan senior ini kemungkinan besar menjadi kolaborasi yang menarik bagi publik Sumut untuk memilih Bobby-Surya pada pilkada kali ini.
Di mana wilayah pemilih Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi?
Keunggulan Bobby-Surya terjadi secara merata di sejumlah wilayah. Dari 33 kabupaten dan kota di seluruh Sumatera Utara, wilayah pertarungan Medan Raya yang meliputi kawasan seputaran pusat pemerintahan, seperti Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi, dimenangkan Bobby-Surya.
Sebanyak 43,1 persen pemilih yang pada pemilu legislatif lalu masuk wilayah Dapil I Sumut ini dikuasai Bobby-Surya. Proporsi tersebut terpaut hingga 12,8 persen suara dari pasangan Edy-Hasan. Keunggulan terbesar Bobby-Surya diperoleh di 19 kabupaten dan kota seputaran Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Labuhan Batu, dan Nias yang dalam pemilu legislatif masuk dapil Sumut II. Lebih dari separuh bagian pemilih mendukung Bobby-Surya.
Persaingan yang terbilang kompetitif terjadi di wilayah Tanjung Balai, Batubara, Asahan Simalungun, Pematang Siantar, Langkat, Binjai, Karo, Dairi, hingga Pakpak Barat. Dari 10 kabupaten dan kota yang masuk Dapil III Sumut itu, Edy-Hasan mengumpulkan dukungan 30,7 persen pemilih, mengimbangi Bobby-Surya yang didukung 36,8 persen.
Seberapa besar pengaruh mantan Presiden Jokowi di Pilkada Sumut?
Sosok mantan Presiden Jokowi masih cukup memiliki pengaruh bagi pemilih Sumut dalam menentukan pilihan pada Pilkada Gubernur 2024 nanti. Sebanyak 35,1 persen responden menyatakan akan mempertimbangkan endorse mantan Presiden Jokowi.
Proporsi ini menunjukkan sepertiga bagian pemilih di Sumut masih menjadikan pilihan mantan Presiden Jokowi sebagai rujukan. Di Pilkada Sumut, pengaruh mantan Presiden Jokowi ini menarik untuk diamati mengingat ada kedekatan sosok mantan Presiden Jokowi yang diwakilkan pada sosok Bobby Nasution, menantunya.
Apalagi, sebelumnya, di pertengahan Oktober 2024, Jokowi masih melakukan kunjungan ke Sumut untuk meresmikan jalan tol, bendungan, stadion, dan pusat riset genomik di wilayah itu. Kunjungan ini menjadi semiotika penegasan legitimasi dan jejak legasi hasil pembangunan infrastruktur di masa pemerintahannya.
Isu dukungan mantan Presiden Jokowi dinilai memiliki dampak elektoral bagi unggulnya Bobby-Surya. Salah satu fenomena yang tertangkap dari hasil survei Litbang Kompas ini adalah terbelahnya soliditas dukungan pemilih PDI-P. Sebanyak 48,9 persen pemilih PDI-P justru memilih Bobby-Surya sebagai cagub-cawagub di pilkada Sumut. (LITBANG KOMPAS)