Tabrakan Beruntun di Tol Ciawi, 8 Orang Tewas dan 11 Luka-luka

Sebanyak 8 orang tewas dan 11 lainnya luka-luka akibat kecelakaan di Gerbang Tol Ciawi Bogor, Selasa (4/2/2025) malam. Kecelakaan melibatkan sejumlah kendaraan.

05 Feb 2025 07:38 WIB · Metro

Oleh Mukhamad Kurniawan, Fransiskus Wisnu Wardhana Dhanny

JAKARTA, KOMPAS — Kecelakaan beruntun terjadi di Gerbang Tol Ciawi di Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2025) pukul 23.30 WIB. Sebanyak 8 orang dilaporkan tewas, sementara 11 orang mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Kota Komisaris Yudiono, kepada Kompas TV, menyebutkan, kecelakaan melibatkan sebuah truk pengangkut air mineral dan lima kendaraan lain di Gerbang Tol (GT) Ciawi. Truk menabrak sejumlah kendaraan yang sedang mengantre masuk ke gerbang tol menuju arah Jakarta.

Delapan orang tewas akibat kejadian itu, sementara 11 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk pengemudi truk bermuatan galon air mineral. Para korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, Kabupaten Bogor.

Menurut Yudiono, truk kehilangan kendali menjelang gerbang tol. Truk yang meluncur itu kemudian menabrak sejumlah kendaraan minibus yang tengah mengantre di gerbang tol. ”Sementara kami masih mengumpulkan data, bekerja sama dengan Jasa Marga,” ujarnya.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, truk dan dua kendaraan yang terlibat kecelakaan terbakar di sekitar gerbang tol. Sementara galon air yang diangkut truk tercecer dan berserak di lokasi. Beberapa fasilitas di gerbang tol itu tampak rusak. ”Kami akan mengecek bersama dishub (dinas perhubungan) apakah truk overload (kelebihan muatan),” ujarnya.

Kecelakaan truk di jalan raya yang kerap dinilai terjadi akibat kelalaian dalam persiapan kendaraan. Menurut Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno, selain kompetensi pengemudi, kondisi kendaraan yang kurang terawat membuat kecelakaan yang melibatkan angkutan barang terus terjadi.

Suasana pascakecelakaan beruntun di Gerbang Tol Ciawi 2, Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/2/2025). Kecelakaan berawal dari truk bermuatan air mineral yang diduga mengalami rem blong kemudian menabrak mobil yang mengantre di pembayaran tol pada Selasa (4/2/2025) pukul 23.30 WIB. Sebanyak 8 orang meninggal dunia dan 9 orang luka ringan dan berat yang dirawat di RSUD Ciawi.  Dua gerbang tol masih ditutup dan tiga gerbang tol lainnya dari Ciawi arah Jakarta sudah dibuka.

KOMPAS/AGUS SUSANTO
5-2-2025

Menurut dia, kejadian-kejadian ini mencerminkan lemahnya tata kelola dan kurangnya upaya perbaikan yang seharusnya dilakukan pemerintah. Selain persoalan kelebihan muatan, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (2024) mencatat masalah kegagalan pengereman moda kendaraan pengangkut barang masih kerap terjadi akibat tidak adanya regulasi wajib untuk perawatan rem sebagai upaya preventif.

Truk besar berperan penting dalam logistik guna mengangkut barang lebih eifisien. Namun, ukuran yang besar kerap menjadi bumerang dalam operasionalnya jika tidak dikendalikan pengemudi yang andal dan perawatan kendaraan yang rutin.

Langkah persiapan

KNKT mencatat sejumlah langkah penting agar truk siap beroperasi. Persiapan awal meliputi parkir di tempat aman, memastikan indikator dashboard dalam kondisi normal, serta tabung angin terisi penuh. Menurut Djoko, langkah ini terlihat sederhana, tetapi jika diabaikan, bisa menyebabkan bahaya besar saat di jalan.

Selanjutnya, sistem rem dan pneumatik harus diperiksa dengan teliti. Tekan pedal rem selama dua menit untuk mengecek apakah ada kebocoran angin. Jika tekanan turun lebih dari 0,5 bar, kemungkinan ada kerusakan pada kampas rem atau sistem pneumatik. Selain itu, pastikan tabung angin tidak mengeluarkan cairan, seperti air atau oli, karena hal ini menandakan masalah pada filter atau kompresor. Operasi truk harus dihentikan sampai mekanik melakukan pemeriksaan.

Suasana pascakecelakaan beruntun di Gerbang Tol Ciawi 2, Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/2/2025). Kecelakaan berawal dari truk bermuatan air mineral yang diduga mengalami rem blong kemudian menabrak mobil yang mengantre di pembayaran tol pada Selasa (4/2/2025) pukul 23.30 WIB. Sebanyak 8 orang meninggal dunia dan 9 orang luka ringan dan berat yang dirawat di RSUD Ciawi.  Dua gerbang tol masih ditutup dan tiga gerbang tol lainnya dari Ciawi arah Jakarta sudah dibuka.

KOMPAS/AGUS SUSANTO
5-2-2025

Rem angin (exhaust brake) dan rem tangan juga perlu diuji agar truk dapat dikendalikan, terutama saat menghadapi jalan menurun. Sistem hidrolik dan kondisi ban pun harus diperhatikan. Pastikan tidak ada kebocoran minyak rem dan tekanan angin pada ban sesuai standar. Ban yang rusak atau tekanan angin yang tidak cukup bisa menyebabkan kendaraan tergelincir dan sulit dikendalikan.

KNKT memberikan panduan khusus saat melintasi jalan menurun. Pengemudi disarankan memindahkan transmisi ke gigi rendah sebelum masuk ke jalur menurun. Exhaust brake harus diaktifkan secara kontinu untuk membantu mengurangi laju kendaraan. Hindari penggunaan rem pedal secara terus-menerus karena dapat menyebabkan rem panas dan blong. Pengemudi juga perlu waspada dengan kondisi lalu lintas di depan agar dapat mengantisipasi situasi bahaya lebih cepat.

Selain prosedur teknis, kebijakan tegas dari pemerintah sangat diperlukan. Kementerian Perhubungan telah menerima rekomendasi untuk menertibkan truk yang kelebihan muatan dan dimensi (ODOL). Menurut Djoko, publik menanti langkah tegas Presiden Prabowo Subianto terkait masalah ini. Jika dibiarkan, truk ODOL akan terus menjadi ancaman di jalan raya. Dengan sinergi antara pengemudi yang disiplin dan kebijakan pemerintah yang kuat, angka kecelakaan diharapkan dapat ditekan, mewujudkan jalan yang lebih aman menuju Indonesia Emas 2045.


Kerabat Kerja

Penulis:

Mukhamad Kurniawan, Fransiskus Wisnu Wardhana Dhanny
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari