PSIM Yogyakarta melanjutkan tren sebagai tim terbaik pada gim tandang. PSM Makassar protes pemberitahuan hukuman dadakan kepada Yuran Fernandes.
27 Sep 2025 20:11 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — PSIM Yogyakarta mempertahankan catatan nirkalah pada laga tandang BRI Liga Super 2025-2026. Menahan imbang tuan rumah PSM Makassar tanpa gol alias 0-0, Sabtu (27/9/2025), di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, ”Laskar Mataram” kekal duduk di zona papan atas klasemen sementara.
Berstatus tim promosi, PSIM menyemai hasil yang baik di luar kandang. Persebaya Surabaya, Malut United, Bali United, dan PSM sudah merasakan sulitnya memperoleh poin penuh saat menjamu PSIM.
Tren kemenangan PSIM pada tiga gim tandang awal musim ini memang berakhir di kandang PSM. Tetapi, tambahan satu poin dari Parepare cukup membantu PSIM tidak terusik di peringkat empat besar pekan ketujuh Liga Super. Tepatnya, mereka berada di posisi kedua.
Perolehan 12 poin kumpulan PSIM hanya bisa dilampaui Persija Jakarta seandainya mengalahkan Borneo FC, Minggu (28/9/2025). Satu tim lain, yakni Persib Bandung, berpeluang menggeser tempat PSIM dengan syarat menaklukkan Persita Tangerang, Sabtu malam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/27/4833796aa623404639a6d3c019d67595-IMG_9885.jpeg)
Torehan 12 poin dalam tujuh gim awal musim sudah menjadi capaian terbaik PSIM pada kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Hal itu terhitung sejak era Liga Indonesia pada 1994-1995.
Catatan bersejarah itu tak lepas dari performa tandang mengagumkan Ze Valente dan kawan-kawan. Mereka mengumpulkan 10 poin dalam empat pertandingan tandang. Tim lain yang memiliki poin gim tandang terbaik kedua ialah Malut berkait koleksi tujuh poin dari empat laga.
PSIM menghasilkan selisih lima gol yang membantu mereka menjadi tim tersubur di kandang lawan. Performa impresif di tandang sayangnya tidak dibarengi penampilan kandang mengagumkan. Di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, PSIM belum pernah menang. Mereka baru mengemas dua poin dari tiga penampilan.
Pelatih PSIM Jan-Paul van Gastel menyatakan hasil seri adalah capaian yang paling masuk akal dari penampilan kedua tim. Terlepas dari mencetak kesempatan, kata Van Gastel, timnya juga mampu menghalau serangan PSM dengan penyelamatan dari sang kiper, Cahya Supriadi.
”Saya bangga kepada anak asuhan saya. Setelah bertanding di Bali, tanpa hari libur, kami menjalani perjalanan panjang ke sini (Parepare). Pemain saya tetap bisa bermain baik dan berjuang. Saya bangga dengan hasil satu poin ini,” kata Van Gastel dalam konferensi pers seusai pertandingan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/27/f0f581377b4140f9fb53c341cf37a413-IMG_9889.jpeg)
Di sisi lain, PSM belum mampu konsisten meraih kemenangan. Seusai meraih kemenangan perdana di musim ini atas Persija Jakarta, pekan lalu, ”Juku Eja” kembali ke catatan imbang. Telah empat kali PSM mengakhiri laga dengan kondisi remis.
Kegagalan meraup tiga poin atas PSIM menyebabkan PSM gagal memasuki zona 10 besar. PSM masih bertahan di papan bawah, yaitu peringkat ke-14 dari 18 kontestan dengan catatan tujuh poin. Juara Liga 1 Indonesia 2022-2023 itu hanya unggul dua poin dari zona degradasi.
Secara permainan, PSM kesulitan menghadang permainan dominan PSIM. Hanya koleksi 25 persen penguasaan bola adalah bukti, anak asuhan Bermardo Tavares itu berusaha meredam Laskar Mataram dengan taktik pragmatis.
Meski begitu, PSM mampu mengkreasi tembakan lebih banyak dari PSIM dengan perbandingan 13 tembakan kontra 12 tembakan. PSM sempat melepaskan lima tembakan tepat sasaran, sedangkan tim tamu hasilkan enam tembakan mengarah ke gawang.
Walaupun belum konsisten jalani kemenangan pekan demi pekan, PSM perlahan mengembalikan gaya pertahanan efektif yang hadir selama diasuh Tavares dalam empat musim terakhir. PSM mampu menjaga gawang tak kemasukan pada dua pertandingan beruntun.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/27/611ca7a0a91c04ab7d7d30bbd2a4908e-IMG_9884.jpeg)
Padahal, laga menghadapi PSIM dijalani Juku Eja tanpa bek tengah sekaligus kapten tim, Yuran Fernandes. Pemain asal Cape Verde itu dijatuhi hukuman larangan bermain empat laga. Hukuman itu dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat Yuran menolak bersalaman dengan wasit dan asisten wasit sebelum sepak mula kontra Persija.
Sebelumnya, Yuran juga baru bisa tampil menghadapi Semen Padang pada pekan ketiga Liga Super 2025-2026. Ia sempat menjalani hukuman bertanding tiga bulan sejak Mei lalu akibat komentar pedas tentang performa wasit.
Tavares menghormati keputusan dari terhadap Yuran. Tetapi, ia mempertanyakan pemberitahuan dari Komdis PSSI yang selalu mepet, terutama surel pemberitahuan hukuman itu diterima klub setelah menjalani latihan resmi sebelum pertandingan.
”Kami mendapat surat pada tanggal 26 malam setelah latihan resmi kemarin. Padahal, dalam surel yang diterima klub, surat telah ditandatangani 25 (September). Alhasil, kami tidak bisa memainkan Yuran yang sudah disiapkan,” tutur Tavares.
Ia menambahkan, ”Kondisi itu tidak adil untuk kami. Ini bukan pertama kali terjadi kepada kami. Seandainya pemberitahuan hukuman itu disampaikan sebelum latihan resmi, maka kami bisa menyusun tim yang berbeda untuk pertandingan ini”.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase