Persib Bandung berlabel tim ”wajib dikalahkan” di BRI Liga Super 2025-2026. Bajak eks Persib, satu cara Dewa United dan Malut United untuk pangkas ”gap” kualitas.
06 Agt 2025 10:44 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — BRI Super League alias Liga Super Indonesia musim 2025-2026 akan dimulai, Jumat (8/8/2025). Sorotan utama dari pergelaran edisi kali ini adalah upaya 17 tim kontestan untuk mengganggu hegemoni Persib Bandung yang menjadi penguasa Indonesia dalam dua tahun beruntun.
”Maung Bandung” berambisi menjadi tim pertama dalam sejarah kompetisi profesional Indonesia yang juara tiga musim berturut-turut. Untuk itu, Persib di bawah kendali Bojan Hodak menempuh jalan yang melawan arus utama. Mereka melakukan perombakan skuad dengan dalih peremajaan tim.
Bintang-bintang penting yang membantu Persib juara musim lalu, misalnya Kevin Ray Mendoza, Ciro Alves, Tyronne del Pino, Gustavo Franca, David Da Silva, hingga Edo Febriasyah, berganti jersei pada musim 2025-2026. Sebagai gantinya, Persib mendatangkan sembilan pemain asing yang benar-benar baru.
Kemudian, tiga pemain lokal juga dihadirkan untuk memperkuat kedalaman tim, seperti Saddil Ramdani, Alfeandra Dewangga, dan Hamra Hehanussa. Langkah itu mampu menurunkan rerata umur skuad Persib dari 30 tahun menjadi kisaran 27 tahun.
Selain itu, Maung Bandung juga menunjukkan persiapan yang jauh lebih serius dibandingkan dua musim terdahulu. Setelah merampungkan hajatan Piala Presiden 2025, Hodak memboyong anak asuhannya untuk menjalani pemusatan latihan tertutup di Thailand selama 10 hari.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/24/a0f220a0abfa730632ff3560f41b688b-YGX_3490.jpg)
Masa persiapan itu ditutup dengan laga uji coba internasional kontra Western Sydney Wanderers, Sabtu (2/8/2025), di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat.
Selanjutnya, Persib bakal memulai pertandingan resmi kampanye kompetisi 2025-2026 dengan menjamu Semen Padang di Bandung, Sabtu (9/8/2025), serta Manila Digger pada babak kualifikasi Liga Champions Asia Dua, Rabu (13/8/2025).
”Masa persiapan dan uji tanding sangat bagus untuk modal kami menuju kompetisi (Liga Super) dan Liga Champions Asia Dua. Semoga kami bisa memetik dampak positif dan kembali meraih hasil terbaik di musim ini,” ujar kiper Persib, Teja Paku Alam, melalui keterangan resmi.
Pesaing utama Persib hadir dari dua tim yang finis di bawah mereka pada musim lalu, yakni Dewa United yang menghuni peringkat kedua dan Malut United di posisi ketiga. Dewa ingin memangkas selisih delapan poin di klasemen akhir edisi 2024-2025 dari Persib dengan membentuk tim impian.
Komposisi pemain mewah di musim lalu berbekal Egy Maulana Vikri, Ricky Kambuaya, Taisei Marukawa, Alex Martins, Jaja, dan Alexis Messidoro diperkuat dengan kehadiran pemain kunci anyar, misalnya Stefano Lilipaly, Privat Mbarga, Rafael Struick, dan Nick Kuipers.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/20/3d12d79ca5d1b3726b5204d36a23036e-AP25079336739941.jpg)
Kedatangan Kuipers dan Edo, yang sebelumnya membela Persib, menunjukkan upaya Dewa untuk menggerogoti kekuatan rival utama mereka dan mengharapkan mental juara yang telah dimiliki dua pemain itu.
Ambisi menjadi juara itu yang menjadi alasan Rafael bersedia melanjutkan kariernya di Indonesia bersama Dewa. Rafael, lulusan Akademi ADO Den Haag, tidak menjalani musim yang baik bersama Brisbane Roar selama musim 2024-2025 karena hanya bermain 10 kali.
”Saya ingin menjadi juara di Liga Indonesia, itu hal yang utama. Saya juga berambisi bermain sebanyak mungkin dan membantu tim mewujudkan target melalui gol dan asis,” tutur Rafael.
Ketika Dewa merebut dua pemain Persib, Malut justru menjadi tempat pelabuhan karier anyar bagi empat legiun impor Persib di musim lalu. Mereka adalah Da Silva, Tyronne, Ciro, dan Franca.
Pemain asing itu menambah kekuatan tim yang telah dihuni pemain berkualitas, misalnya Yakob Sayuri, Yance Sayuri, Safrudin Tahar, Abduh Lestaluhu, Manahati Lestusen, dan Alwi Slamet.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/15/246c1152-01a7-4f3c-9bc2-496265939b90.jpg)
Satu hal yang bakal memberikan pengaruh bagi performa Malut adalah pergantian pelatih kepala. Tidak seperti Persib dan Dewa yang masih langgeng dengan juru taktik musim lalu, Malut memindahkan tapuk estafet pelatih dari Imran Nahumarury kepada Hendri Susilo.
Meskipun alami perubahan pelatih, Malut menegaskan sebagai satu-satunya tim yang percaya kepada kemampuan juru latih lokal di Liga Super 2025-2026.
Hendri mengakui tanggung jawab di Malut menjadi salah satu yang paling berat diemban dalam karier kepelatihannya. Namun, ia optimistis bisa memberikan hasil terbaik untuk Malut.
”Semua tim melakukan perubahan skuad. Saya yakin dengan materi pemain kami yang sangat berkualitas, saya pikir kita mungkin meraih prestasi lebih tinggi dibandingkan musim lalu,” kata Hendri.
Ujian untuk kemampuan Dewa dan Malut menyaingi Persib bakal langsung tersaji di pekan pertama. Kedua tim akan bertemu di Stadion Internasional Banten, Serang, Banten, Sabtu (9/8/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/14/fbd77d6e-0e79-4c3f-94e8-514580ce55f9.jpg)
Selain tiga tim tersebut, tiga tim era Perserikatan, yakni Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, memiliki ambisi pula untuk mengakhiri dominasi Persib.
Persebaya dan Persija melakukan perubahan jajaran pelatih dan melakukan perombakan skuad cukup signifikan. Adapun PSM masih berpegang kepada filosofi Bernardo Tavares yang mengedepankan pemain-pemain muda dan legiun asing berbahasa Portugis.
Tim-tim papan tengah memiliki tujuan untuk terhindar dari zona degradasi. Madura United dan Persis Solo ikut melakukan perubahan pelatih dan komposisi pemain demi tidak terjerembap ke papan bawah seperti musim lalu.
Tiga tim promosi, seperti PSIM, Bhayangkara Presisi Lampung, dan Persijap Jepara, juga mendatangkan juru latih anyar yang memiliki pengalaman baik untuk membantu mereka bisa langsung bersaing di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
PSIM mengontrak Jean-Paul van Gastel dari Belanda, Bhayangkara menjalani cinta lama bersemi kembali dengan Paul Munster, dan Persijap mendatangkan Mario Lemos asal Portugal.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2020/02/28/20200228AIN_Pelatih-Bhayangkara_1582882449.jpg)
Berbeda dengan musim-musim sebelumnya ketika trio tim promosi tercatat memiliki skuad dengan nilai pasar terendah, tiga tim dari Liga 2 2024-2025 justru menghadirkan skuad dengan nilai akumulasi di atas Rp 50 miliar. Skuad mereka lebih mahal dibandingkan PSBS Biak, Arema FC, Madura, dan Semen Padang.
Bhayangkara memiliki nilai skuad Rp 77,7 miliar, kemudian PSIM dan Persijap masing-masing berbekal skuad seharga Rp 74,9 miliar dan Rp 54,67 miliar.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan