Soal Taiwan, China Ingatkan AS untuk Tidak Langkahi ”Garis Merah”

Amerika Serikat mengakui prinsip satu China. China menegaskan sikap tersebut dengan peningkatan aktivitas militer dekat Taiwan jelang pelantikan Donald Trump.

05 Des 2024 18:58 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

BEIJING, KAMIS — Satu bulan menjelang pelantikan Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat, Beijing menegaskan kembali ”garis merah” yang tidak boleh dilangkahi Washington dalam hubungan China-AS. Garis merah itu antara lain Taiwan. China menegaskan, Taiwan adalah bagian integral dari China dan merupakan persoalan domestik China.

Kementerian Luar Negeri China, Kamis (5/12/2024), menegaskan, Taiwan merupakan inti dari kepentingan utama China. Untuk itu, Beijing meminta Washington tidak mengirim pesan yang salah kepada Taiwan.

”Kami mendesak agar Amerika Serikat menyadari bahaya separatisme Taiwan terhadap keamanan kawasan di Selat Taiwan. Amerika Serikat harus menghentikan memberikan sinyal yang salah kepada Taiwan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam jumpa pers rutin di Beijing, China.

Penegasan Beijing mengemuka kembali seiring kunjungan Presiden Taiwan Lai Ching-te ke Guam. Saat berada di Guam, Lai dikabarkan menyempatkan diri berbincang-bincang melalui telepon dengan Ketua DPR AS, Mike Johnsan. Terkait hal itu, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas pertanyaan pihak China dalam isu kunjungan Presiden Taiwan ke Pasifik.

Namun sebuah sumber yang dikutip kantor berita Reuters mengatakan, pembicaraan itu seharusnya tidak menjadi alasan bagi China untuk meningkatkan intimidasi militernya terhadap Taiwan.

Sikap itu tentu bertolak belakang dengan sikap China. Dalam jumpa pers yang digelar di Beijing itu, Lin Jian menegaskan, AS harus berhenti mencampuri urusan dalam negeri China. ”China akan mengambil tindakan tegas dan kuat untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorialnya dengan tegas,” kata Lin Jian.

Taiwan President Lai Ching-te greets people at the Kahala Hotel and Resort Saturday, Nov. 30, 2024 in Honolulu. (AP Photo/Marco Garcia)

Kementerian Luar Negeri Taiwan mau pun Kementerian Pertahanan Taiwan menolak memberikan tanggapan atas pertanyaan Reuters terkait langkah yang diambil China.

China mengklaim wilayah Taiwan sebagai bagian wilayahnya. China dan Taiwan terpecah akibat Perang Saudara tahun 1949, kubu Nasionalis (Kuomintang) yang kalah melarikan diri ke Taiwan. Sepanjang tahun 2024, China sudah dua kali menggelar latihan militer besar-besaran di sekeliling Taiwan.

Para pejabat keamanan di kawasan  mengatakan kepada Reuters, China kemungkinan besar menggelar latihan perang menyikapi kunjungan Presiden Taiwan Lai Ching-te ke Pasifik. Lai Ching-te mengunjungi Hawaii, Republik Marshall Island, dan Guam.

Di Guam, Lai Ching-te menegaskan pentingnya Taiwan dan Guam berjuang bersama menjaga demokrasi dan kemerdekaan. Adapun Guam hingga hari ini belum menjadi negara merdeka. Guam masih berada dalam pengaruh Amerika Serikat.

Selain disambut Gubernur Guam, Lou Leon Guerrero, Lai Ching-te juga disambut oleh Ingrid Larson, dari kantor Institute Amerika untuk Taiwan di Washington. Lembaga itu berfungsi sebagai Kantor Perwakilan AS di Taiwan.

Sementara itu, saat jamuan makan malam, Larson mengatakan, AS akan terus membantu Taiwan. Bantuan itu, menurut Larson, termasuk untuk memperkuat kemampuan bela diri, dan memperkuat kemampuan Taiwan melindungi diri dari ”paksaan”.

<p>(FILES) This file US Navy photo shows the aircraft carrier USS Theodore Roosevelt (CVN 71)as it is moored pier side at Naval Base Guam on May 15, 2020. &#8211; A US aircraft carrier group sailed into the South China Sea on a so-called &#8220;freedom of navigation&#8221; exercise, the first routine operation in the region under new President Joe Biden. Led by the USS Theodore Roosevelt, the carrier strike group entered the area on January 23, 2021, the US Indo-Pacific Command said, the same day Taiwan reported multiple Chinese jets and bombers had flown into its air defense zone. (Photo by Conner D. BLAKE / US NAVY / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE &#8211; MANDATORY CREDIT &#8220;AFP PHOTO /US NAVY/CONNER D. BLAKE/HANDOUT &#8221; &#8211; NO MARKETING &#8211; NO ADVERTISING CAMPAIGNS &#8211; DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS</p>

Presiden Lai Ching-te yang berasal dari Partai Progresif Demokrat dalam retorikanya kerap mendorong kemerdekaan Taiwan. Sedangkan saingan mereka, Partai Nasionalis (Kuomintang) menjaga status quo hubungan China-Taiwan.

Adapun Amerika Serikat dalam normalisasi hubungan China-AS tanggal 1 Januari 1979 mengakui China dan Taiwan adalah bagian tidak terpisahkan dari China. Dengan kesepakatan tersebut, AS mengadakan hubungan resmi hanya dengan China (One China Policy).

Sanksi China

Untuk menegaskan sikapnya, China menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan militer AS. Perusahaan-perusahaan itu dinilai terkait dengan penjualan senjata produksi AS ke Taiwan. Ada 13 perusahaan alutsista AS dan pejabat mereka terkena larangan dari China.

Beberapa perusahaan yang terkena larangan tersebut adalah Raytheon, BAE, Teledyne Brown Engineering Inc, BRINC Drones Inc, dan Shield AI Inc. Aset perusahaan-perusahaan tersebut di China akan dibekukan. Mereka dilarang berbisnis di China, Hong Kong, dan Makau.

Penjualan senjata AS ke Taiwan, menurut China, melanggar dan membahayakan kedaulatan dan keutuhan wilayah China. Sebagaimana diberitakan sebelumnya AS telah menyetujui pengiriman senjata bernilai milyaran dollar AS ke Taiwan.

Dalam laporan Al Jazeera tanggal 30 November 2024, AS menyetujui tambahan penjualan senjata senilai 385 juta dollar AS. Alutsista yang dikirim antara lain berupa suku cadang jet tempur dan sistem radar. Pada Oktober 2024, AS menyetujui penjualan paket persenjataan senilai dua milyar dollar AS termasuk rudal permukaan-udara.  

Infografik - Sistem Pertahanan Rudal Patriot

Menurut sumber keamanan Taiwan, China ingin menegaskan kepada Amerika Serikat bahwa kawasan Selat Taiwan berada di bawah kendali mereka dan segala sesuatu harus didiskusikan dengan mereka.

Untuk menegaskan klaim itu, China akhir-akhir ini kerap mengirimkan armada kapal induknya ke Selat Taiwan. ”Mereka ingin negara lain, Amerika Serikat dan Eropa, menyadari bahwa kawasan ini adalah wilayah China. China ingin keberadaannya diperhitungkan,” kata pejabat.

Quote

Selain manuver di dekat Taiwan, Angkatan Laut China juga mengadakan latihan bersama Angkatan Laut Rusia di selatan Taiwan hingga melintasi Selat Taiwan.

Selain manuver di dekat Taiwan, Angkatan Laut China juga mengadakan latihan bersama Angkatan Laut Rusia di selatan Taiwan hingga melintasi Selat Taiwan. Reuters melaporkan adanya iring-iringan tiga fregat Rusia dan sebuah kapal logistik dekat Taiwan, pada Minggu (1/12/2024) di ujung selatan Taiwan dalam jarak sekitar 45 kilometer.

Pekan lalu, China mendesak AS untuk bersikap bijak dalam berhubungan dengan Taiwan. Pernyataan itu muncul sebelum Lai Ching-te mengadakan kunjungan keliling Pasifik.

Selain memperlihatkan ”otot militer”, China juga mengambil langkah lain untuk memberi tekanan, termasuk kepada Taiwan. China menghentikan impor produk pertanian dari Taiwan. Dampaknya, terjadi demo besar-besaran petani Taiwan terhadap pemerintah Taiwan karena mereka tidak bisa menjual produk pertanian mereka. (Reuters)

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari