Sebanyak 38 tank tempur utama itu telah mendarat di Taiwan. Taipei memesan 108 tank canggih tersebut dari Amerika Serikat untuk meningkatkan kapasitas pertahanan.
16 Des 2024 17:58 WIB · Internasional
TAIPEI, SENIN — Meski kerap mendapat sorotan bahkan tekanan keras dari China, Taiwan terus memperkuat ”aliansinya” dengan Amerika Serikat. Salah satu wujud kerja sama Taipei-Washington yaitu penguatan militer Taiwan.
Kementerian Pertahanan Taiwan, Senin (16/12/2024), mengatakan, pihaknya telah menerima 38 tank tempur utama, yakni M1A2 Abrams, dari AS. Kehadiran tank canggih itu diyakini akan menambah kemampuan militer Taiwan.
Gelombang pertama tank tempur utama itu—dari 108 tank yang dipesan pada tahun 2019—tiba di Taiwan pada Minggu (15/12/2024) malam. ”Tank-tank itu lantas diangkut ke pusat latihan militer di Hsinchu, di selatan Taipei,” kata Kementerian Pertahanan Taiwan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/16/74d23031f255bbadca27516eb2d0780c-TAIWAN_US_DEFENCE_126207649.jpg)
Dana yang dikucurkan Taiwan untuk mendatangkan tank-tank itu sebesar 1,2 miliar dollar AS. Gelombang berikutnya akan dikirim pada tahun 2025 dan 2026.
Sebagaimana diketahui, tank Abrams meupakan salah satu tank tempur canggih yang telah terbukti andal dalam pertempuran. Oleh militer AS, Abrams pernah bertarung dalam pertempuran di Irak dan Afghanistan.
Bagi Taiwan, kehadiran Abrams akan mendongkrak kemampuan pertahanan angkatan darat mereka. Saat ini, Taiwan memiliki sekitar 1.000 unit tank, di antaranya M60A3 buatan AS dan CM 11 Brave Tiger buatan lokal.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/23/74828317-63b9-4e21-9828-ac2da95e1eb9_jpg.jpg)
Meskipun industri pertahanan Taiwan kian berkembang, mereka tetap mengandalkan pasokan alutsista, khususnya alutsista canggih dan strategis, dari Amerika Serikat. Bahkan, demi mempertebal pertahanan Taiwan, Taipei pada tahun 2024 telah menganggarkan dana hingga 19 miliar dollar AS untuk belanja militer, termasuk dari AS.
Dengan dukungan kekuatan adidaya itu, Taiwan terus berupaya ”meningkatkan” kapasitas pertahanannya, terutama untuk ”menahan” tekanan Beijing.
Sebagaimana diberitakan, dalam beberapa tahun terakhir, China terus meningkatkan tekanan terhadap Taiwan. Beijing kerap mengerahkan jet-jet tempur dan kapal perangnya ke wilayah udara dan perairan di sekitar Taiwan.
Bahkan, pekan lalu, China menggelar latihan maritim besar-besaran. China mengerahkan sekitar 90 kapal ke perairan di sekitar Taiwan dan selatan Jepang. Kapal-kapal itu menyimulasikan blokade laut atas Taiwan. (AFP)
Penulis:
Bonifasius Josie Susilo HEditor:
Muhammad Samsul Hadi