Kehilangan dua penyerang tidak mengurangi ketajaman PSG. Atalanta mampu dibekap 4-0. Dari seluruh pencetak gol PSG, peran Marquinhos layak mendapat apresiasi.
18 Sep 2025 13:03 WIB · Olahraga
PARIS, KAMIS — Paris Saint-Germain memulai misi mempertahankan gelar juara Liga Champions Eropa dengan gemilang. Menghadapi Atalanta di Stadion Parc des Princes, Perancis, Kamis (18/9/2025) dini hari WIB, tim arahan Pelatih Luis Enrique itu menang telak 4-0. Kemenangan besar itu diraih tanpa kehadiran dua penyerang utama, Desire Doue dan Ousmane Dembele. Saat dua bintang itu absen, Marquinhos menampakkan ketajaman menyerangnya.
Bek timnas Brasil itu menginspirasi kemenangan besar PSG dengan mencetak gol pembuka saat laga baru berjalan dua menit. Gol bermula dari aksi Marquinhos meninggalkan posisinya sebagai bek tengah dan turut membantu menekan Atalanta yang sedang berusaha membangun serangan dari bawah.
Upaya menekan (press) Marquinhos membuat Daniel Maldini kehilangan bola. Dari sana tercipta kekacauan di lini pertahanan Atalanta yang dimanfaatkan Fabian Ruiz untuk mengirim umpan matang mendatar kepada Marquinhos. Gol cepat itu mengejutkan Atalanta yang memperkuat pertahanan dengan menggunakan sistem tiga bek.
”Pertandingan yang sangat bagus. Kami senang, kami jelas pantas menang. Saya pikir kami menciptakan banyak peluang dan itu tidak mudah karena Atalanta bertahan dengan tiga bek tengah untuk satu striker dan selalu sulit untuk mengatasinya,” kata Luis Enrique seusai pertandingan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/18/ed1034e1bd8ba576b7a77140058c9fe4-TOPSHOT_FBL_EUR_C1_PSG_ATALANTA_132649962.jpg)
Absennya Dembele dan Doue memaksa Marquinhos menampilkan bakat terpendamnya dalam aksi menyerang. Setelah mencetak gol, Marquinhos tidak lantas total bertahan.
Dia tetap membantu lini serang PSG yang terlihat dari semakin seringnya beroperasi di kotak penalti Atalanta. Statistik menunjukkan Marquinhos menjadi pemain urutan keempat dengan sentuhan terbanyak di kotak penalti lawan (5 kali) di laga ini.
Upaya itu berbuah hadiah penalti saat Marquinhos dilanggar Yunus Musah. Namun, hadiah penalti gagal dikonversi menjadi gol oleh Bradley Barcola. PSG menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol. Khvicha Kvaratskhelia menggandakan keunggulan PSG berkat kemampuan menggiring bolanya melewati hadangan bek PSG.
Di babak kedua, PSG mampu mempertahankan intensitas menyerang. Dua gol tambahan kembali tercipta. Bek kiri Nuno Mendes menghancurkan pertahanan solid Atalanta. Pemain pengganti, Goncalo Ramos, menutup kemenangan PSG lewat sontekannya di pengujung laga.
”Kami senang menang malam ini. Atalanta tim yang sangat bagus, tapi saya pikir pertandingan hari ini adalah milik kami. Kami mengerahkan segalanya untuk penampilan terbaik. Kami berusaha menampilkan permainan tim dan hari ini adalah milik kami,” tutur Kvaratskhelia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/18/42fa2fcb06b7248db26358e939c281c6-France_Soccer_Champions_League_132647890.jpg)
Kemenangan atas Atalanta berarti lebih dari sekadar tiga poin bagi PSG. Dari laga ini Enrique menampilkan dimensi baru para pemain bertahannya dalam urusan menyerang melihat kontribusi besar Marquinhos dan Nuno Mendes di laga ini. Selain piawai menangkal serangan, bek PSG nyatanya juga mampu tampil merusak pertahanan lawan.
”Saya pikir ini awal yang sangat baik, mencerminkan gaya sepak bola kami. Melawan Atalanta yang sangat tangguh, dengan kekuatan fisik dan teknik yang baik. Mereka menekan dan menciptakan masalah, tetapi kami berada dalam kondisi yang sangat baik dan pantas mendapatkan kemenangan ini,” tutur Enrique.
Enrique hanya mendampingi timnya selama separuh babak. Ia kembali melanjutkan kebiasaan barunya, yaitu menonton pertandingan dari tribune alih-alih tepi lapangan. Enrique juga menonton timnya dari tribune saat menghadapi Lens dalam lanjutan Liga Perancis.
Menonton dari tribune membuat Enrique nyaman. Dia bisa melihat strategi lawan dari ketinggian sehingga bisa lebih akurat dalam menganalisis setiap pergerakan pemian lawan. ”Memiliki lebih banyak informasi penting bagi saya,” ucapnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/18/3abed362c9d90fa6ca9cb0010da20d3b-FBL_EUR_C1_PSG_ATALANTA_132649080.jpg)
Setelah menghancurkan Atalanta, PSG akan menjalani ujian berat dengan melawat ke markas Barcelona. Melihat kenyataan timnya mampu menang tanpa kebobolan berkat kebiasaannya mengawasi jalannya laga dari tribune, bisa saja Enrique akan kembali melakukan hal yang sama di Barca.
Sementara itu, Pelatih Atalanta Ivan Juric menilai timnya mencoba tampil baik di awal laga. Namun, kebobolan gol cepat Marquinhos membuat rencananya berantakan.
”Mereka tim yang sangat hebat, sangat luar biasa. Kami bermain sangat baik di sepuluh menit pertama, tetapi kemudian menjadi sulit setelah kami kebobolan di menit kedua. Kami tidak boleh terlalu kecewa dengan diri kami sendiri karena mereka tim yang sangat luar biasa,” kata Ivan. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra