PT Freeport Indonesia menghentikan sementara operasi pertambangan untuk fokus pada proses evakuasi para pekerja yang terjebak setelah terjangan lumpur material.
09 Sep 2025 15:32 WIB · Ekonomi & Bisnis
JAYAPURA, KOMPAS — Terjangan aliran lumpur material menyebabkan tujuh pekerja PT Freeport Indonesia dilaporkan terjebak di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (8/9/2025). Setelah insiden itu, operasi pertambangan dihentikan sementara untuk fokus pada proses evakuasi para pekerja.
Insiden ini dilaporkan terjadi pada Senin sekitar pukul 22.00 WIT. Hingga Selasa (9/9/2025) siang, tim evakuasi gabungan dari PT Freeport Indonesia masih berupaya menjangkau lokasi para pekerja terjebak.
Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia Katri Krisnati menyampaikan, proses evakuasi terhambat karena sejumlah akses tambang bawah tanah tertutup aliran material. Namun, ia memastikan, para pekerja dalam kondisi aman.
”Kru sedang berupaya membersihkan akses untuk evakuasi yang aman dan cepat. Bersamaan dengan itu, kegiatan penyediaan kebutuhan bagi para pekerja yang terdampak sedang dilakukan. Seluruh pekerja lainnya dipastikan aman,” tutur Katri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/15/2479c086-3122-4943-b3d7-626b6ffd0009.jpg)
Katri menyatakan, Freeport fokus untuk menyelamatkan para pekerja. Oleh karena itu, operasi pertambangan telah dihentikan sementara untuk memprioritaskan pembersihan jalur akses dan evakuasi yang aman bagi tujuh pekerja kontraktor tersebut.
Kepala Polres Mimika Ajun Komisaris Besar Billyandha Hildiario Budiman mengatakan, saat ini, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia. PT Freeport Indonesia memiliki tim evakuasi gabungan, yakni tim Emergency Respond and Preparedness (EPR) dan Underground Mine Rescue (UGMR).
Berdasarkan catatan Kompas, musibah di kawasan operasi PT Freeport Indonesia pernah terjadi pada Februari 2023. Saat itu, banjir menerjang kawasan yang meliputi area pabrik pengolahan konsentrat, conveyor atau peralatan untuk memindahkan barang, areal perkantoran, terowongan west gully, dan jalan tambang.
Saat itu, banjir melanda areal tambang PT Freeport Indonesia di Tembagapura karena hujan selama beberapa hari. Banjir mengakibatkan sebagian lokasi pabrik pengolahan konsentrat (mill-concentrating) mengalami banjir lumpur dan beberapa ruas jalan tambang rusak.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/02/12/38de67e2-33ef-49de-a469-05a62ff82957.jpeg)
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tim UGMR Freeport pun berhasil mengevakuasi 14 pekerja yang sempat tertahan di dalam gedung OB1 dan gedung Amole Stockpile dalam keadaan selamat.
Adapun dua warga ditemukan tewas di luar areal tambang Freeport waktu itu karena diterjang banjir. Diduga keduanya adalah pendulang emas tanpa izin di areal yang menjadi pembuangan tailing atau limbah hasil pengolahan konsentrat.
Selain itu, banjir dan longsor juga pernah menerjang area penambangan PT Freeport Indonesia di Tembagapura pada 15 Agustus 2017. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIT dan menyebabkan dua pekerja tewas.
Kru sedang berupaya membersihkan akses untuk evakuasi yang aman dan cepat.
Penulis:
Nasrun KatingkaEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul