Jepang memenuhi ambisi menjadi negara pertama--selain 3 negara tuan rumah--yang lolos ke Piala Dunia 2026. Mereka tak pernah absen tampil di Piala Dunia sejak 1998.
20 Mar 2025 21:04 WIB · Olahraga
SAITAMA, KAMIS — Satu dari delapan wakil Asia di Piala Dunia 2026 telah terungkap. Jepang menjadi negara pertama, selain tuan rumah, yang memastikan keikutsertaan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kepastian itu diperoleh setelah tim besutan pelatih Hajime Moriyasu mengalahkan Bahrain, 2-0, di Stadion Saitama, Saitama, Jepang, Kamis (20/3/2025). Kemenangan ini menyempurnakan Jepang yang tidak terkalahkan dalam tujuh laga.
Tambahan tiga poin atas Bahrain membuat posisi Jepang sudah tidak mungkin tergusur dari dua negara teratas Grup C. Dari tujuh laga yang sudah dijalani, tim ”Samurai Biru” memetik enam kemenangan dan satu hasil imbang. Koleksi 19 poin Jepang sudah tidak mungkin dilampaui Australia di peringkat kedua, yang pada laga lainnya membekap Indonesia, 5-1.
Keberhasilan merebut tiket pertama ke Piala Dunia 2026 di Amerika Utara memperpanjang catatan impresif Jepang yang belum pernah absen sejak pertama kali berpartisipasi pada Piala Dunia 1998 di Perancis. Ini berarti Jepang sukses menembus babak utama Piala Dunia sebanyak delapan kali beruntun.
Memastikan tiket lolos ke Piala Dunia sesegera mungkin menjadi prioritas Moriyasu. Ia langsung menurunkan tim terbaik melawan Bahrain. Menerapkan formasi andalannya, 3-4-2-1, Takefusa Kubo dan Takumi Minamino didapuk sebagai gelandang serang di belakang penyerang tunggal Ayase Ueda. Ketiganya sempat kesulitan membobol gawang Bahrain pada awal laga.
Menghadapi Jepang di markasnya, para pemain Bahrain memasang kewaspadaan tinggi terhadap pergerakan Minamino serta Kubo.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/20/d95f2b5f-8b3f-4d30-aa05-af49bf05b4a6_jpg.jpg)
Ide menyerang Jepang secara umum dimulai dengan menumpuk pemain (overload) di sisi kiri pertahanan Bahrain. Tujuannya, Jepang memancing para pemain Bahrain bergeser ke sisi tersebut sehingga membuat sayap lincah asal klub Brighton and Hove Albion, Kaoru Mitoma, mendapatkan ruang untuk bermanuver di sisi sebaliknya.
Pola menyerang seperti itu memang bisa membuat Jepang membongkar pertahanan rapat Bahrain. Mitoma beberapa kali merepotkan barisan belakang Bahrain yang dikomandoi Amine Benaddi dan Waleed Al Hayam pada babak pertama.
Namun, sukses membongkar pertahanan bukan berarti bisa dengan leluasa mengancam gawang. Meski Jepang mampu mencatatkan 13 sentuhan di kotak penalti lawan pada babak pertama, tidak ada satu pun tembakan tepat sasaran yang mereka lepaskan.
Hal itu bisa terjadi lantaran Bahrain memiliki bek yang sangat kuat dalam duel satu lawan satu. Mitoma boleh lewat, tetapi tidak leluasa menembak. Ini terlihat dari statistik Bahrain yang mampu memenangi 30 duel. Adapun Jepang hanya 18 kali. Kebuntuan pun menghinggapi Jepang hingga babak pertama usai.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/20/a27197c8-ff05-4965-8699-ca04b09227fa_jpg.jpg)
Pada babak kedua, Moriyasu melakukan pergantian jitu dengan menarik Ritsu Doan serta Minamino. Sebagai gantinya, Moriyasu mengutus Junya Ito dan Daichi Kamada. Keberadaan dua pemain itu di atas lapangan mampu menciptakan perbedaan.
Pergerakan Kamada serta Ito yang sangat cair mampu memecah fokus para pemain belakang Bahrain. Dalam situasi transisi, Kamada secara cerdik berlari mencari ruang kosong lalu mencetak gol pada menit ke-66. Jepang kemudian menggandakan keunggulan berkat gol Kubo saat laga tinggal menyisakan dua menit waktu normal.
Gol Kubo menunjukkan betapa rapuhnya sisi sayap kanan pertahanan Bahrain. Tanpa tekanan berarti, mereka membiarkan pemain selincah Kubo merangsek masuk hingga ke jantung pertahanan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/20/25ca0f14-8975-44af-a230-f81703a4c8eb_jpg.jpg)
Pelatih Bahrain Dragan Talajic memenuhi ucapannya yang menyebut tidak akan membiarkan Jepang meraih poin dengan mudah. Jepang sejauh ini menjadi tim terproduktif pada babak kualifikasi dengan rerata 3,8 gol per laga. ”Samurai Biru” juga merupakan tim dengan jumlah penciptaan peluang terbanyak dengan 50 kali kesempatan emas, unggul dari Australia di peringkat kedua dengan 48 penciptaan kesempatan emas.
”Saya lega kami bisa lolos di kandang sendiri di hadapan para pendukung kami. Ini bukan tujuan (akhir) kami. Kami ingin bersaing melawan tim-tim kuat di Piala Dunia nanti,” ujar Kubo. (AFP)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Emilius Caesar Alexey