Apakah bulan Ramadhan akan berpengaruh terhadap performa Mohamed Salah yang sedang berada dalam tren terbaik sepanjang hidupnya? Sejarah berpihak kepadanya.
02 Mar 2025 04:06 WIB · Olahraga
Pertanyaan bertubi-tubu mengarah kepada penyerang Liverpool, Mohamed Salah, jelang final Liga Champions 2018. Apakah sang ikon Muslim dunia tersebut akan melewatkan ibadah puasa saat partai puncak digelar? Reaksi para penggemar timbul setelah fisioterapis klub mengumumkan, Salah tidak akan berpuasa untuk sementara.
Saking besar pengaruh Salah, berita itu sempat mengambil alih topik persiapan tim yang jauh lebih penting. Manajer Liverpool ketika itu, Juergen Klopp, sampai harus ikut mengklarifikasi. ”Sejauh pemahaman saya, agama adalah urusan pribadi. Tidak ada yang bisa saya katakan, selain dia akan berada di lapangan,” kata Klopp.
Isu serupa tidak pernah muncul lagi pada bulan Ramadhan tahun-tahun berikutnya. Setahun setelah itu, saat Liverpool kembali ke final Liga Champions, Salah menjawab tuntas. Dia berbuka puasa dengan minum di tengah pertandingan versus Tottenham Hotspur. Salah, dengan sumbangan satu gol, mengangkat trofi pada malam yang sama.
Di Inggris, Ramadhan telah tiba pada tahun ini dan akan berlangsung pada 28 Februari-30 Maret 2025. Salah menyambut dengan antusias. Bersama sang istri, dia memasang pernak-pernik penanda bulan suci tersebut di rumahnya. ”#RamadanKareem”, tulisnya dalam unggahan di media sosial Instagram.
Sebagai seorang Muslim yang taat dan menjadi panutan banyak orang, sudah sewajarnya Salah akan berpuasa lagi pada tahun ini. Tanda tanya selanjutnya muncul. Apakah kondisi itu akan berpengaruh negatif terhadap performanya yang sedang dalam tren terbaik, atau justru sebaliknya?
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/24/db7ba2de-303b-4cdf-95a2-4f28464cb7ea_jpg.jpg)
Seperti diketahui, faktor terbesar dari dominasi Liverpool di Liga Champions dan Liga Inggris sejauh ini adalah sosok Salah. ”Si Raja Mesir”, julukannya, sudah menghasilkan 30 gol dan 22 asis di seluruh kompetisi pada musim ini. Tidak satu pemain pun di liga-liga besar Eropa yang mendekati pencapaian tersebut.
Liverpool akan melewati periode krusial selama sebulan ke depan. Mereka menjalani empat laga selama bulan Ramadhan, antara lain 16 besar Liga Champions (versus Paris Saint Germain) dan final Piala Liga Inggris (versus Newcastle United). Oleh karena itu, ”Si Merah” berharap besar terhadap kontribusi Salah.
Cara paling mudah menjawab teka-teki tersebut adalah lewat sejarah. Salah sudah berkali-kali melewati ibadah puasa saat berseragam Liverpool. Selama ini tidak ada masalah yang signifikan. Pada 2024, misalnya, dia sempat menyumbang satu gol dan tiga asis dalam laga kedua babak 16 besar Liga Europa versus Sparta Praha.
Di Liga Inggris, kualitas performa Salah juga terjaga. Dia menghasilkan dua gol dari empat pertandingan selama bulan Ramadhan. Menariknya, pemain berkaki kidal itu justru gagal mencetak satu gol pun dalam empat pertandingan beruntun setelah hari Lebaran. Puasa justru tampak berpengaruh positif terhadapnya.
Tren positif serupa terjadi pada bulan Ramadhan 2023. Salah menyumbang empat gol dalam empat penampilan di Liga Inggris. Saat jeda internasional, dia juga menciptakan dua gol dan dua asis dalam 165 menit penampilan bersama tim nasional Mesir di kualifikasi Piala Afrika.
Saat bulan Ramadhan 2022, rerata kontribusi gol dan asis Salah mencapai satu kali setiap 72 menit. Rasio tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan catatan keseluruhan sepanjang musim Liga Inggris, hanya satu gol atau asis per 106 menit. Tren positif dalam tiga musim beruntun itu menegaskan, Liverpool tidak perlu khawatir.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2019/11/27/8acae90c-2bff-4223-8b5c-a8aa9532b984_jpg.jpg)
Bagi banyak pemain Muslim, puasa sering kali memperkuat tubuh. Mereka termotivasi lebih karena sedang beribadah. Hubungan ”vertikal” membuat hal-hal magis mungkin terjadi. Penyerang legendaris Karim Benzema, salah satunya. ”Ramadhan adalah bagian hidup saja. Agama saya mewajibkan itu. Saya merasa baik ketika berpuasa,” ujar Benzema kepada Esquire.
Teori itu tidak bisa dijelaskan dengan ilmiah. Menurut Kepala Medis Federasi Internasional Asosiasi Pesepak Bola Profesional (FIFPRO) Vincent Gouttebarge, berpuasa sebenarnya tidak optimal untuk atlet tampil di level elite. Tidak ada nilai tambah dari puasa untuk menunjang performa.
”Bagaimanapun, ada manfaat dari sisi mental bagi pemain yang berpuasa. Dalam arti, mereka tahu sedang kekurangan energi karena itu unsur spiritual Ramadhan secara mental dapat berpengaruh sebagai sumber motivasi atau inspirasi tambahan. Mereka jadi bisa tampil lebih baik,” jelas Gouttebarge.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/02/88f3d12a22d4433717ec6d3a10349b19-wires_photo_20.jpg)
Terlepas dari itu semua, Salah tidak akan melewati seluruh pertandingan di bulan Ramadhan saat sedang berpuasa. Dua pertandingan kandang dan tandang di Liga Champions berlangsung pada pukul 20.00 waktu setempat. Artinya, dia sudah bisa membatalkan puasa sekitar satu jam lebih sebelum pertandingan.
Khusus di pertandingan final Piala Liga, Liverpool akan berlaga pukul 16.30 waktu setempat. Salah masih sempat membatalkan puasa di pertengahan babak kedua. Laga pun berpotensi lebih panjang dengan perpanjangan waktu dan adu penalti. Adapun Salah akan berpuasa penuh saat berhadapan dengan Southampton di Liga Inggris.
Apa pun kondisinya nanti, puasa atau tidak, agaknya tidak akan banyak berpengaruh terhadap Salah. Sang penyerang 32 tahun sedang dalam momentum performa terbaik sepanjang hidupnya. Dia tidak terlihat dan belum akan melambat. Nikmatilah kedigdayaan ”Si Raja Mesir” selagi masih ada. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .