PERLINDUNGAN AKTIVIS

Tangani Kasus Penyiraman Air Keras, RSCM Jakarta Ungkap Andrie Yunus Alami Gangguan Penglihatan

Kondisi terkini Andrie Yunus disebut sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa.

17 Mar 2026 13:25 WIB · Politik & Hukum

KOMPAS/NIKOLAUS HARBOWO

Oleh Hidayat Salam

JAKARTA, KOMPAS – Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo atau RSCM Jakarta mengonfirmasi kondisi terkini aktivis Kontras, Andrie Yunus, korban penyiraman air keras. Andrie dilaporkan menderita luka bakar hingga 20 persen di bagian tubuhnya, dengan kondisi paling kritis terletak pada mata kanan akibat trauma kimia fase akut tingkat tiga. Kerusakan signifikan pada permukaan kornea tersebut memicu penurunan tajam penglihatan secara drastis.

Tim dokter spesialis di RSCM Jakarta disebut telah melakukan tindakan pembersihan jaringan rusak serta transplantasi membran amnion. Prosedur ini krusial untuk melindungi permukaan mata yang tersisa dan memicu regenerasi jaringan. Setelah beberapa hari menjalani perawatan, kondisi Andrie Yunus disebut sudah stabil.

”Saat ini, kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa. Penanganan medis akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kondisi pasien, termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan,” kata Manajer Hukum dan Humas RSCM Jakarta Yoga Nara, Selasa (17/3/2026).

Quote

Pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan.

Prasasti Agrapana di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Prasasti itu diresmikan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Selasa (19/11/2019).

Menurut Yoga, Andrie kini masih dirawat di High Care Unit (HCU) luka bakar untuk mendapatkan pemantauan dan perawatan lebih lanjut secara komprehensif oleh tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan.

Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol.

”RSCM berkomitmen memberikan pelayanan medis yang komprehensif dan profesional bagi setiap pasien yang membutuhkan penanganan kasus trauma kompleks serupa,” kata Yoga.

Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie terjadi seusai melakukan perekaman siniar (podcast) bertajuk ”Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor YLBHI Jakarta, Kamis (12/3/2026) malam. Persisnya pukul 23.37 WIB, Andrie disiram air keras saat mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I ke arah Jalan Talang, Jakarta, oleh pengendara sepeda motor dari arah berlawanan. 

Menurut Yoga, Andrie tiba di IGD RSCM Jakarta pada Jumat (13/3/2026) dini hari. Saat itu, Andrie tiba dengan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan.

Setibanya di IGD, tim medis RSCM segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi. Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka. Sebagai penanganan awal, tim medis melakukan irigasi atau pencucian pada area yang terpapar untuk menurunkan efek zat kimia serta menormalkan kondisi jaringan.

Setelah diperiksa lebih lanjut, tim dokter menyatakan bahwa pasien mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea.

”Untuk menangani kondisi tersebut, pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan,” kata Yoga. 

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mengangkat poster dukungan terhadap Andrie Yunus seusai konferensi pers terkait perkembangan kasus penyerangan terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Senin (16/3/2026). Dalam konferensi pers ini TAUD menemukan dugaan indikasi motif pembunuhan berencana terkait peristiwa penyerangan terhadap Andrie. Dugaan tersebut merupakaan hasil telaah beberapa unsur seperti upaya yang terstruktur dan sistematis. Penggunaan air keras dan menyerang ke sasaran vital yang membahayakan nyawa juga menjadi indikasi dilakukan orang yang terlatih. Selain mendesak pemerintah mengusut pelaku, TAUD juga mendesak pengusutan kasus ini juga menyentuh aktor intelektual di balik penyerangan ini. 

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
16-3-2026

Secara terpisah, Kepala Divisi Pemantauan Impunitas Kontras Jane Rosalina menuturkan, berdasarkan keterangan dokter operasi kulit dan anestesi RSCM Jakarta, Andrie akan segera dioperasi. Tujuan operasi untuk membuang jaringan kulit yang mati serta masih ada sejumlah tindakan dan perawatan lain. Pihaknya meminta doa kepada masyarakat untuk pemulihan dan kesembuhan Andrie Yunus.

”Pasien berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, serta perlindungan terhadap privasi dan ketenangan selama masa perawatan dan hal ini dijamin oleh undang-undang,” katanya. 

Percobaan pembunuhan

Menurut Direktur LBH Jakarta Fadhil Alfathan, tim advokasi telah menyimpulkan bahwa serangan terhadap Andrie adalah percobaan pembunuhan berencana. Ada sejumlah dasar pengenaan Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana ini. Setidaknya, dalam Pasal 459 KUHP, ada dua unsur pokok yang membedakan pembunuhan berencana dengan kejahatan-kejahatan lain. Pertama adalah niat untuk menghilangkan nyawa orang lain. Kedua, dilakukan dengan rencana terlebih dahulu.

Unsur pertama, menurut dia, terpenuhi karena pelaku memiliki kesadaran tentang alat dan metode serangan yang berbahaya. Air keras adalah zat yang bersifat korosif sehingga sangat berbahaya. ”Jadi, ada kesadaran pelaku bahwa ini adalah barang yang berbahaya, kami pikir, merupakan suatu hal yang menjadi akal sehat,” ucap Fadhil di Jakarta, Senin.

Kemudian, serangan ditujukan pada bagian yang vital. Bagian yang disasar dari penyiraman air keras terhadap Andrie adalah bagian wajah, bagian kepala, yang termasuk bagian-bagian rentan, baik itu mata maupun saluran pernapasan. Hal ini tentu akan berdampak pada akibat yang sangat fatal sampai dengan meninggal.

Kemudian, jika dilihat bahwa serangan dilakukan ketika Andrie sedang berkendara di malam hari. Penyiraman yang dilakukan dengan air keras, dengan zat yang berbahaya, sudah pasti akan memungkinkan kecelakaan lalu lintas yang sangat mungkin menyebabkan korban juga mengalami akibat yang fatal sampai dengan meninggal.

Lalu, sebagaimana konferensi pers dan temuan-temuan dari pihak kepolisian, pelaku disebut lebih dari satu, terorganisasi, dan terkoordinasi dengan baik. Pelaku berhasil melakukan berbagai hal, mulai dari memastikan korban sendirian, kemudian ada dugaan serangkaian proses pengintaian, sampai dengan memastikan amannya jalan eksekusi. Tentu hal ini tidak akan dilakukan dengan berhasil tanpa perencanaan yang matang.

Selanjutnya, alasan unsur adanya rencana terlebih dahulu terpenuhi adalah soal pemilihan waktu dan lokasi. Serangan dilakukan saat korban sendirian, dan korban berkendara pada malam hari. Tim advokasi berkeyakinan bahwa pelaku sepertinya membaca pola keseharian korban, dan hal itu berbasis pada perencanaan yang matang sebelumnya.

Tim advokasi meminta kepada aparat penegak hukum agar mengarahkan orientasi penyidikan bukan hanya terhadap pelaku lapangan, melainkan juga pelaku-pelaku yang terlibat, turut serta, ataupun pelaku yang diduga sebagai auktor intelektualis.


Kerabat Kerja

Penulis:

Hidayat Salam
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul