BULU TANGKIS

Indonesia Tanpa Gelar di Swiss Terbuka

Setelah All England, Indonesia kembali tanpa gelar juara dari turnamen bulu tangkis Swiss Terbuka. Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani kalah di final.

16 Mar 2026 04:38 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

BASEL, MINGGU — Melalui Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani, Indonesia mendapat hasil lebih baik dalam turnamen Swiss Terbuka dibandingkan All England. Namun, performa mereka di final tak sesuai harapan hingga Indonesia tanpa gelar juara.

Alwi dan Putri kalah dua gim dalam final yang berlangsung di St Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (15/3/2026). Putri tak bisa memanfaatkan peluang sebagai unggulan teratas tunggal putri dalam turnamen berlevel Super 300 tersebut, sementara Alwi menjadi unggulan keenam tunggal putra.

Alwi kalah dari pemain Jepang, Yushi Tanaka, dengan skor 18-21, 12-21 pada final terakhir turnamen tahun ini. Adapun Putri dikalahkan pemain Thailand, Supanida Katethong, 11-21, 15-21.

Setelah bermain ketat pada gim pertama, Alwi tak bisa mengimbangi keuletan Tanaka di gim kedua. Meski level turnamen ini lebih rendah dibandingkan All England Super 1000, yang berlangsung sepekan sebelumnya, setidaknya atlet berusia 20 tahun itu bisa melangkah lebih jauh. Di All England, Alwi kalah di perempat final.

Alwi Farhan melakukan ”forehand” saat melawan Yushi Tanaka (Jepang) dalam final tunggal putra Swiss Terbuka di St Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (15/3/2026). Alwi kalah, 18-21, 12-21.

”Ini adalah minggu yang luar biasa. Tidak gampang juga, banyak tantangan yang harus dilewati. Sayang sekali, di final saya merasa antiklimaks. Tapi, apa boleh buat, saya mengakui kalah dan Yushi bermain lebih baik,” kata Alwi, yang menyebut pemulihannya tidak maksimal setelah menjalani semifinal pada Sabtu tengah malam waktu setempat.

Final Swiss Terbuka menjadi bagian dari hasil baik Alwi dalam tiga bulan pertama 2026. Dia memang tersingkir pada babak pertama Malaysia Terbuka dalam turnamen pembuka, tetapi setelah itu tak pernah kalah sebelum perempat final pada empat turnamen berikutnya.

Sepekan sebelum tampil di Swiss, Alwi menjalani debut di All England. Hasil lainnya adalah semifinal Thailand Masters dan juara Indonesia Masters pada Januari.

Meski Swiss Terbuka dan Indonesia Masters, turnamen yang dijalani hingga final, berlevel lebih rendah dari Malaysia Terbuka dan All England Super 1000, perjalanan ini menjadi bekal kepercayaan diri Alwi untuk menjalani persaingan pada 2026. Apalagi, dengan posisi sebagai tunggal putra nomor dua Indonesia (dengan ranking ke-14 dunia), Alwi sudah menjadi andalan untuk ajang besar.

Alwi Farhan kalah dalam final tunggal putra Swiss Terbuka di St Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (15/3/2026). Alwi kalah 18-21, 12-21 dari Yushi Tanaka (Jepang)

Putri juga tak bisa menunjukkan kemampuan terbaik di final. Sepanjang pertandingan, dia hanya lima kali unggul dalam pengumpulan poin, yaitu pada skor 2-1, 3-1, dan 3-2 pada gim pertama serta 8-7 dan 9-8 di gim kedua.

Atlet Indonesia ranking keenam dunia itu kesulitan mengimbangi kecepatan pergerakan Katethong dan smes silang dengan sudut lebar yang tajam. Apalagi, Putri membuat banyak kesalahan setelah unggul 3-1 pada gim pertama.

Dengan kekalahan tersebut, Putri tak bisa membalas hasil serupa ketika bertemu Katethong pada semifinal kategori perorangan SEA Games Thailand 2025. Katethong akhirnya mendapat medali perak karena kalah dari seniornya, Ratchanok Intanon, di final, sedangkan Putri mendapat perunggu.

”Pada pertemuan terakhir di SEA Games saya kalah, jadi di sini saya bertekad ingin memberikan yang terbaik, bisa mengeluarkan semuanya. Akan tetapi, saya merasa tertekan di lapangan. Selain itu, Supanida menggunakan strategi yang pas dengan terus membatasi bola atas dan mempercepat tempo,” tutur Putri.

Putri Kusuma Wardani berusaha menjangkau kok dari serangan Supanida Katethong (Thailand) dalam final tunggal putri Swiss Terbuka di St Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (15/3/2026). Putri kalah, 11-21, 15-21.

Performa yang tak maksimal di final memupus harapan Putri untuk menjadi juara pada final pertama tahun ini. Dalam empat turnamen sebelumnya, hasil terbaik Putri adalah tiga kali perempat final, termasuk dalam dua turnamen Super 1000, yakni Malaysia Terbuka dan All England.

Final sebelumnya dijalani atlet berusia 23 tahun tersebut di Australia Terbuka, November 2025. Pada tahun yang sama, Putri mencapai final Hylo Terbuka di Jerman. Namun, dia kalah dalam dua final tersebut.

Sejak bersaing di arena BWF World Tour pada 2021, Putri memiliki tiga gelar juara sebelum tampil di Swiss Terbuka tahun ini. Ketiga gelar itu didapat dari turnamen Super 300, yaitu dari spanyol Masters 2021, Orleans Masters 2022, dan Korea Masters 2024. Di atas level itu, dia baru bisa mencapai final turnamen Super 500 meski menjadi semifinalis Kejuaraan Dunia 2025.

Dengan hasil final Swiss Terbuka dan perempat final All England, Putri dan Alwi memberi evaluasi untuk dirinya sendiri. ”Saya harus lebih kuat lagi dari fisik, teknis, dan nonteknis. Saya harus meningkatkan fokus dan kemampuan keluar dari tekanan setiap bermain,” katanya.

Penilaian itu di antaranya didapat dari laga melawan Katethong dan saat dikalahkan An Se-young dalam perempat final All England. Melawan An, tunggal putri nomor satu dunia, dan Katethong, yang pernah menempati peringkat sepuluh besar dunia, Putri tak boleh kehilangan fokus karena tak bisa mengandalkan kesalahan lawan. Apalagi, pemain sekelas An jarang membuat kesalahan dan bisa mengantisipasi dengan cepat setiap perubahan di lapangan.

Putri Kusuma Wardani kalah dari Supanida Katethong dalam final tunggal putri Swiss Terbuka di St Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (15/3/2026). Putri kalah dengan skor 11-21, 15-21.

Sementara Alwi mengatakan, tantangan bermain dalam turnamen Super 300 sama seperti turnamen yang lebih tinggi. ”Dengan kondisi yang sudah tidak 100 persen, saya tetap mencoba berusaha. Pengalaman untuk pertandingan berikutnya,” katanya.

Setelah Swiss Terbuka, kecuali mereka yang akan bermain di Orleans Masters, 17-22 Maret, Alwi dan Putri akan menjalani persiapan untuk Kejuaraan Asia di Ningbo, China, 7-12 April. Ajang besar setelah itu adalah Piala Thomas dan Uber di Horsens, Denmark, 24 April-3 Mei.

Dari nomor lain, gelar juara ganda putri Swiss Terbuka didapat Lee Fang Chih/Lee Fang Jee (Taiwan) yang mengalahkan Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard (Denmark), 21-8, 21-13. Adapun melalui final di antara pemain-pemain senegara, China mendapat dua gelar juara, yaitu dari nomor ganda putri dan campuran. Li Yi Jing/Wang Yi Duo mengalahkan senior mereka yang menjadi unggulan ketiga, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, 21-10, 22-20.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti