Kejuaraan Dunia Senam Artistik tetap akan digelar sesuai jadwal dan tempat awal meskipun atlet Israel batal hadir. Kompromi dari federasi internasional jadi kunci.
10 Okt 2025 15:54 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Federasi Gimnastik Indonesia mengumumkan, Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 akan tetap digelar di Jakarta pada 19-25 Oktober. Soal penolakan atlet Israel, Federasi Gimnastik Internasional atau FIG menghargai sikap Pemerintah Indonesia dan berkomitmen melanjutkan ajang dunia itu.
FGI, selaku panitia penyelenggara lokal, menggelar konferensi pers soal kejuaraan itu untuk pertama kali di Stadion Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Mereka ingin menjawab tanda tanya publik soal keikutsertaan atlet Israel dan keberlanjutan ajang.
”Mereka (atlet Israel) dipastikan tidak akan hadir karena secara visa sudah di-cancel. Kemudian, dari (Presiden) FIG juga sudah menyatakan kepada saya lewat telepon, mendukung keputusan Indonesia yang memastikan (atlet) Israel tidak hadir,” kata Ketua Umum FGI Ita Yuliati dalan konferensi pers.
Isu kehadiran perwakilan atlet Israel di Kejuaraan Dunia mulai ramai dibicarakan pada sepekan terakhir. Berbagai pihak dan golongan masyarakat menolak rencana kedatangan itu, mulai dari partai politik, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga Gubernur Provinsi Jakarta Pramono Anung.
Puncaknya, Kamis kemarin, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan tidak akan memberikan visa untuk enam atlet Israel. Keputusan itu sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan harapan rakyat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/10/7c23209bf3257623142589dde9e6d985-IMG_20251010_102245.jpg)
Menurut Ita, mereka sejak awal telah menyampaikan soal sikap Indonesia terhadap Israel. Namun, FIG selaku pemilik ajang yang menentukan soal regulasi, registrasi, dan undangan peserta. Penyelenggara lokal hanya menyusun buku panduan teknis dan menyiapkan tautan pendaftaran visa.
”Jadi, kami secara federasi Indonesia tidak pernah mengundang. Ini merupakan urutan seperti biasa kejuaraan di mana (federasi) internasional yang memegang penuh kebijakan. Kami hanya sebagai penyelenggara lokal,” ujar Ita soal kabar pemberian surat sponsor visa untuk atlet Israel.
Presiden FIG Morinari Watanabe dijadwalkan tiba di Jakarta pada Sabtu besok. Dia akan bertemu dengan FGI, sebelumnya Persatuan Senam Indonesia (Persani), untuk membahas penyelenggaraan dan berbagai isu lebih lanjut. Adapun para atlet akan mulai berdatangan pada Senin depan.
Federasi Gimnastik Israel masih belum memberikan tanggapan terhadap pencoretan atlet mereka. Soal urgensi tampil, Kejuaraan Dunia kali ini sebenarnya tidak berpengaruh terhadap kelolosan ke Olimpiade Los Angeles 2028. Ajang kualifikasi baru dimulai pada tahun depan.
Ita berharap pengalaman pertama Indonesia menggelar Kejuaraan Dunia Senam Artistik berlangsung lancar. ”Tentu suatu kelegaan bagi pelaksana (dengan bisa digelar). Ini adalah tonggak sejarah untuk gimnastik di Indonesia. Atlet-atlet Indonesia juga akan ikut berlomba,” ujarnya.
Persoalan kedatangan wakil Israel pernah menjadi kendala dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023 dan World Beach Games 2023. Bedanya, dua ajang itu dibatalkan oleh penyelenggara setelah penolakan Israel. Tidak seperti FIG yang mau berkompromi dengan tuan rumah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/10/5a089b4b65f3eb80fa856930374d28e3-IMG_20251010_110359.jpg)
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari turut hadir dalam konferensi pers. Dia berkata akan segera berkomunikasi dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) dalam waktu singkat untuk menjelaskan situasi dan dinamika yang terjadi menjelang Kejuaraan Dunia.
Menurut Okto, keputusan besar di Kejuaraan Dunia berpotensi menciptakan efek domino. Salah satu yang dipertaruhkan adalah kesempatan menjadi tuan rumah Olympic Youth Games 2030. Apalagi, sebelumnya, Indonesia pernah dua kali batal menjadi tuan rumah ajang besar pada 2023.
”Ini keputusan bersama. Kami sangat menghormati itu karena kami juga berkomunikasi dengan pemerintah. Konsekuensi pasti nanti akan terlihat setelah kejuaraan, tetapi kami tetap akan mendorong Indonesia tidak hanya jadi peserta, tetapi juga bisa menjadi tuan rumah,” ucap Okto.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir turut mendukung penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Senam yang pertama kali digelar di Asia Tenggara tersebut. Dia mengapresiasi KOI, FGI, dan FIG yang mengambil langkah-langkah untuk memastikan ajang agar berlangsung aman dan tertib.
Sikap pemerintah sangat tegas terhadap hubungan dengan Israel. Hal itu sesuai dengan pidato Presiden pada sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa, September lalu. Prabowo menegaskan, tidak akan mengakui Israel selama negara itu belum mengakui kemerdekaan Palestina.
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji