SEPAK BOLA

Tanpa Pemain Bintang, Australia Selangkah ke Fase Gugur Piala Dunia

Australia menuliskan kemenangan kedua di laga awal Piala Dunia.  Adapun Turki menyajikan penampilan lebih buruk dari Jerman saat jumpa Korea Selatan di Rusia 2018.

14 Jun 2026 14:33 WIB · Olahraga

AP/The Canadian Press/Darryl Dyck

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

VANCOUVER, MINGGU — Australia, salah satu wakil Asia, memberikan pelajaran penting di Piala Dunia 2026. Permainan kolektif jauh lebih penting dan bermanfaat untuk meraih kemenangan dibandingkan dengan mengandalkan pemain berlabel bintang.

Pada duel kontra Turki di laga pertama Grup D, Minggu (14/6/2026) pagi WIB, di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, ”Socceroos” jelas tidak diunggulkan. Mereka tidak memiliki pemain bintang serupa sang lawan yang bergantung kepada nama besar, seperti Hakan Calhanoglu (Inter Milan), Arda Guler (Real Madrid), serta Kenan Yildiz (Juventus).

Pelatih Australia Tony Popovic bahkan menurunkan 11 pemain utama termuda dalam delapan laga yang telah berjalan di Piala Dunia 2026. Skuad pertama Australia berusia rerata 24 tahun. Tidak ada tim lain yang menurunkan skuad dengan rata-rata usia lebih muda dari 25,7 tahun pada tujuh laga sebelumnya. Adapun Turki tampil dengan skuad berusia rerata 27,5 tahun.

Meskipun terkesan timpang, Australia tampil brilian dengan mengeksekusi rencana taktik dengan sempurna. Hasilnya, mereka bisa meraup kemenangan 2-0 lewat serangan balik yang dialiri oleh Nestory Irankunda di menit ke-27, lalu Connor Metcalfe pada menit ke-76.

Irankunda mencetak gol pembuka Australia hanya dengan tiga sentuhan bola. Pemain tim Divisi Championship Inggris, Watford, itu menggetarkan jala gawang Turki hanya berjarak 17 detik dari tembakan Guler yang ditangkap kiper Australia, Patrick Beach.

Australia's Harry Souttar center, challenges for the ball with Turkey's Muhammed Kerem Akturkoglu, during the World Cup Group D soccer match between Australia and Turkey in Vancouver, Canada, Saturday, June 13, 2026. (Ethan Cairns/The Canadian Press via AP)

Metcalfe pun memanfaatkan dengan baik lubang di pertahanan Turki. Setelah merebut penguasaan bola pemain Turki di sepertiga tengah lapangan, proses gol Metcalfe sekadar membutuhkan waktu penguasaan bola selama enam detik.

Tak ayal, Socceroos menuliskan kemenangan kedua mereka pada laga pertama babak penyisihan Piala Dunia. Hasil positif pertama mereka pada laga awal di Piala Dunia tercipta pada 20 tahun lalu, yaitu ketika menumbangkan Jepang 3-1 di Jerman 2006.

Quote

Ini sepak bola. Terkadang, kami sudah berusaha berbagai cara, tetapi gol tidak tercipta.

Sementara Turki gagal membuka kembalinya mereka ke Piala Dunia sejak 2002 dengan kemenangan. Turki keluar dari BC Place dengan kepala tertunduk akibat serangan yang tidak efektif, lalu kelengahan mengantisipasi strategi transisi Australia.

”Ini sesuatu yang sulit dipercaya. Mimpi yang menjadi kenyataan. Kami meraih kemenangan karena bekerja ekstra keras hingga akhir,” tutur Irankunda yang berusia 20 tahun kepada ITV. Ia pun menuliskan sejarah sebagai pencetak gol termuda Socceroos di Piala Dunia.

Lima bek

Popovic menerapkan taktik yang sangat defensif, 5-4-1. Harry Souttar tampil padu bersama Alessandro Circati dan Cameron Burgess untuk berada di jantung pertahanan. Kemudian, dua bek sayap, Jacob Italiano dan Jordan Bos, menghalau serangan sayap Turki.

Turkey's Yunus Akgun, left and Australia's Aiden O'Neill challenge for the ball during the World Cup Group D soccer match between Australia and Turkey in Vancouver, Canada, Saturday, June 13, 2026. (Darryl Dyck/The Canadian Press via AP)

Selain itu, empat gelandang tampil padu guna menambah padat sepertiga akhir pertahanan Australia. Garis blok rendah Australia benar-benar menyebabkan frustrasi bagi pemain-pemain ofensif Turki.

Bukan tanpa kreativitas, Turki telah mengerahkan segala cara. Serangan dari kedua sisi sayap amat aktif. Guler dan Calhanoglu mengalirkan bola dari lini tengah dengan penuh kreasi.

Tetapi, pertahanan Australia sangat tangguh. Dari 30 tembakan yang dilepaskan Turki, mereka menggagalkan tembakan mengancam gawang berkat upaya 12 blok.

Turki melepaskan delapan tembakan mengarah ke gawang. Selain bek-bek Australia bahu-membahu melakukan halauan, Beach juga melakukan penyelamatan gemilang, salah satunya menahan bola sontekan penyerang Turki, Kerem Akturkoglu, di muka gawang pada menit ke-78. Itu adalah peluang terbaik Turki dengan probabilitas gol sebanyak 17 persen.

Selain pertahanan yang tanpa cela, Australia juga menyerang dengan efektif. Mereka mengkreasi tiga peluang terbaik. Di luar dua gol, Souttar juga mengancam gawang Turki yang dikawal Ugurcan Cakir pada menit ke-54 melalui sundulan dalam situasi sepak pojok.

Australian fans watch a broadcast of the FIFA World Cup 2026 Group D match between Australia and Turkey on a giant screen during a public viewing event at Federation Square in Melbourne on June 14, 2026. (Photo by William WEST / AFP) / --IMAGE RESTRICTED TO EDITORIAL USE - STRICTLY NO COMMERCIAL USE--

Sundulan terarah bek Leicester City tersebut ditepis kiper asal tim raksasa Turki, Trabzonspor, itu. Irankunda menjadi pemain paling mengancam Turki karena menghasilkan satu lagi tembakan tepat sasaran pada akhir babak primeira.

”Saya sangat bangga berada di sini sebagai pelatih. Mengalami ini untuk memberikan senyuman kepada setiap orang yang bepergian sangat jauh untuk mendukung kami. Saya senang memiliki tim muda yang fantastis,” ucap Popovic seusai laga.

Popovic mengaku tidak pernah ragu untuk memberi laga debut Piala Dunia kepada Beach, kiper asal Melbourne City. Beach (22 tahun) adalah kiper termuda yang dibawa Popovic. Dua kiper Australia lainnya adalah Mathew Ryan (34) dan Paul Izzo (31).

”Penampilannya selalu kami saksikan. Saya memiliki kepercayaan besar kepada pemain muda. Ia (Beach) membuktikan diri,” kata Popovic.

Paling mubazir

Dari hasil di BC Place, Turki menyematkan diri sebagai tim yang paling mubazir. Mereka adalah tim yang menghasilkan tembakan terbanyak di ajang Piala Dunia tanpa mencetak gol dan menang.

Statistik laga Australia versus Turki pada penyisihan grup Piala Dunia 2026, Minggu (14/6/2026) waktu Indonesia.

Mereka menghasilkan 30 tembakan tanpa mencetak gol. Turki telah melampaui catatan terburuk yang sebelumnya dicatatkan oleh Jerman saat tumbang 0-2 dari Korea Selatan di babak penyisihan Rusia 2018.

Kala itu, Jerman melepaskan 23 tembakan. Serupa dengan Turki, Jerman juga mengoleksi lebih dari 70 persen penguasaan bola. Jerman menguasai bola selama 73 persen durasi laga, sedangkan Turki dengan 72 persen penguasaan bola.

Meskipun menderita kekalahan tragis, Pelatih Turki Vincenzo Montella tetap yakin dengan kans timnya untuk melaju ke babak 32 besar. Menurut dia, seluruh pemain Turki sudah tampil baik untuk mengejar gol ke gawang Australia.

”Ini sepak bola. Terkadang, kami sudah berusaha berbagai cara, tetapi gol tidak tercipta. Tidak ada yang perlu disalahkan, kami tetap memiliki pandangan positif dan percaya diri untuk menyambut laga selanjutnya,” kata Montella dilansir Corrierre della Sport.

Ia menambahkan, ”Kami kesulitan dengan pertahanan mereka (Australia) yang sangat rendah, juga mereka sangat pandai memanfaatkan serangan balik. Kami memiliki waktu untuk mengevaluasi diri dan menutupi kekurangan.”

Infografik riset Kiprah Wakil Asia di Piala Dunia.

Dengan hasil laga di Vancouver, Turki wajib mengalahkan Paraguay pada laga kedua, Sabtu (20/6/2026) pukul 10.00 WIB. Di sisi lain, Australia akan berjumpa tuan rumah, Amerika Serikat, untuk memperebutkan tiket pertama ke fase gugur dari Grup D.

Tambahan minimal satu poin dari dua laga tersisa akan membantu Australia untuk lolos ke fase gugur. Sebelumnya, Socceroos mampu lolos ke babak gugur Piala Dunia pada edisi Jerman 2006 dan Qatar 2022. (AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto