Terutama Rivan Nurmulki, sosoknya masih sulit tergantikan di timnas voli putra Indonesia. Namun, regenerasi juga perlu berjalan. Inilah kesempatan para pemain muda.
27 Mei 2026 20:45 WIB · Olahraga
KOMPAS/REBIYYAH SALASAH
Selepas kekalahan dari Thailand di final bola voli putra SEA Games Thailand 2025, Erwin Rusni, asisten pelatih timnas bola voli putra Indonesia, tak ragu ketika ditanya soal Rivan Nurmulki. Kata Erwin, Rivan boleh saja memutuskan pensiun selepas SEA Games, tetapi ia berharap sang pemain tetap bertahan sampai ada pebola voli Indonesia lain yang mendekati levelnya.
Tak hanya itu, sosok—Rivan yang mempersembahkan tiga medali emas SEA Games untuk timnas dan berpengalaman di kompetisi luar negeri pada level klub—sangat dibutuhkan bagi tim. Kemampuan dan mentalitas Rivan menjadi pembeda, terutama dalam laga-laga krusial seperti melawan Thailand.
Rivan dikenal memiliki eksplosivitas, menjadikannya senjata utama tim ketika menyerang. Kekuatan pemain berusia 30 tahun ini ditopang dengan loncatannya yang tinggi dan kemampuan mencetak poin saat genting.
Kebutuhan timnas bola voli putra akan sosok Rivan pun tecermin dari pemanggilan 16 pemain untuk sejumlah agenda internasional. Rivan dipanggil bersama sesama pemain senior, Nizar Julfikar, yang lama absen memperkuat timnas. Rivan dipanggil untuk mengisi posisi opposite, sedangkan Nizar setter.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/18/d5ce7d5478397e140283b1a7ed290288-FAK_7715.jpg)
Namun, tak lama berselang dari pemanggilan tersebut, Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PB PBVSI) mengumumkan bahwa Rivan dan Nizar memutuskan mundur. Mereka berfokus pada pemulihan kebugaran fisik dan menegaskan komitmen soal regenerasi pemain.
Sebagai gantinya, yunior Rivan dan Nizar pun dipanggil, Mereka adalah Rama Fazza Fauzan (23 tahun) dan Alvin Daniel Pratam (24 tahun) yang akan mengisi posisi yang ditinggalkan Rivan dan Nizar.
Meski begitu, Sergio Veloso, pelatih timnas putra Indonesia, mengaku tak mempermasalahkan mundurnya Rivan dan Nizar. Veloso menghormati keputusan dua pemain tersebut dengan segala pertimbangannya.
”Saya tahu, terkadang pelatih memiliki sedikit masalah, ada pemain yang cedera atau masalah pribadi. Namun, bagi saya, itu tidak apa-apa. Indonesia memiliki banyak pemain. Jika ada pemain yang tidak bisa bergabung dengan timnas, artinya ini memberi kesempatan bagi pemain lain,” ujar Veloso.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/05/27/2e54a421-b51e-4c7c-964c-6ef443698fce.jpg)
Veloso mengatakan, mundurnya Rivan dan Nizar dapat dilihat dari perspektif lain. Keputusan mereka untuk tidak memperkuat timnas itu memberikan kesempatan untuk para pemain muda. Terlebih, menurut pelatih asal Brasil ini, para pemain muda Indonesia punya potensi besar.
Veloso menyaksikan potensi itu ketika para pemain muda bertanding di Kejuaraan Dunia Bola Voli U-21. Indonesia finis di peringkat ke-19 dari 24 peserta berkat tiga kemenangan.
Terdapat dua pemain tim U-21 yang dipanggil untuk memperkuat timnas senior asuhan Veloso. Mereka adalah Dawuda Alahimassalam dan Raihan Rizky Attorif.
Adapun beberapa pemain lain juga terbilang muda, salah satunya Boy Arnes Arabi (22 tahun). Meskipun terbilang muda, Boy punya pengalaman bermain bersama timnas senior sebelumnya.
”Ketika Anda memberi kesempatan kepada pemain muda, mereka dapat berkembang. Adalah persaingan yang bagus karena ketika pemain muda berkembang, mereka akan mendorong para seniornya dan menciptakan persaingan yang bagus,” ucapnya lagi.
Adapun Dawuda Alahimassalam juga tak mempermasalahkan ketidakhadiran pemain dengan ”nama besar”, seperti Rivan dan Nizar di tim. Menurut Dawuda, selama berlatih secara maksimal, tim akan menampilkan hasil bagus di pertandingan.
”Yang penting, kami fokus sama diri sendiri, berusaha dulu. Tentu kami ingin hasil yang terbaik, tetapi yang penting kami berusaha semaksimal mungkin buat Indonesia,” kata pemain yang berposisi seperti Rivan ini.
Timnas Indonesia dinanti sejumlah agenda mulai Juni. Dawuda dan kawan-kawan akan mengawali perjalanan mereka dengan bertanding di AVC Nation’s Cup 2026 di India, 20-28 Juni. Turnamen ini mempertandingkan tim-tim dari negara Asia.
Setelah AVC Nation’s Cup, timnas putra akan bertanding di turnamen antarnegara Asia Tenggara, SEA V League 2026, dengan putaran pertama di Filipina, 15-19 Juli. Selanjutnya, mereka akan berlaga di SEA V League 2026 putaran kedua di Indonesia, 22-26 Juli.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Yulvianus Harjono