Iga Swiatek akan bersaing di Wimbledon sebagai juara bertahan tunggal putri. Namun, statistik buruk setahun terakhir membuatnya tak menetapkan tinggi.
28 Jun 2026 14:46 WIB · Olahraga
AP/PA/John Walton
LONDON, SABTU — Di luar nama petenis senior, Serena dan Venus Williams, Iga Swiatek menjadi petenis tunggal putri tersukses menjelang Wimbledon 2026. Namun, pemilik enam gelar juara Grand Slam itu justru memiliki ekspektasi rendah untuk mempertahankan gelar juara.
Menjadi juara Wimbledon secara beruntun seolah menjadi misteri di tunggal putri, termasuk bagi Swiatek. Dalam sembilan penyelenggaraan terakhir sejak sejak 2016, trofi juara selalu didapat petenis berbeda. Tak ada yang bisa mempertahankan gelar setelah Serena juara pada 2015 dan 2016 hingga dia kembali satu dekade kemudian.
Ini berbeda dengan Grand Slam lain ketika terdapat petenis yang masih bisa mempertahankan gelar. Swiatek, bahkan, menjuarai Perancis Terbuka dalam tiga tahun beruntun, pada 2022-2024. Aryna Sabalenka menjuarai Australia Terbuka 2023 dan 2024, serta Amerika Serikat Terbuka 2024 dan 2025.
”Wimbledon menyajikan tantangan berbeda saat kembali sebagai juara bertahan. Banyak petenis yang menjadi juara setelah menjuarai turnamen lain, tetapi sulit mempertahankan gelar di sini. Saya tidak tahu mengapa,” ujar Swiatek pada acara media day di All England Club, London, Inggris, Sabtu (27/6/2026).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/11/01289c60f35c5bc4036c97ff1a27d01b-wires_photo_5_.jpg)
Wimbledon, turnamen tenis tertua di dunia yang digelar sejak 1899, akan berlangsung 29 Juni-12 Juli pada 2026. Swiatek datang sebagai juara bertahan tunggal putri dan menjadi unggulan ketiga pada tahun ini. Di tunggal putra, status juara bertahan dipegang petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner.
Swiatek menjuarai Wimbledon 2025, yang merupakan gelar Grand Slam keenamnya, dalam penampilan solid. Dari tujuh babak, petenis Polandia ini hanya kehilangan satu set. Pada dua babak terakhir, petenis berusia 25 tahun tersebut hanya kehilangan dua gim dan menang 6-0, 6-0 atas Amanda Anisimova di final.
Namun, setelah itu, Swiatek kehilangan konsistensinya. Dia hanya dua kali mencapai perempat final dalam tiga Grand Slam terakhir. Swiatek juga tersingkir pada perempat final WTA 1000 Qatar dan Indian Wells, serta pada babak kedua WTA 1000 Miami.
Swiatek berusaha bangkit pada musim persaingan di lapangan tanah liat, lapangan yang merupakan zona nyamannya, dengan berlatih di Akademi Rafa Nadal, Spanyol. Swiatek bahkan mengganti pelatih Wim Fisette dengan mantan pelatih Nadal, Francisco Roig. Akan tetapi, upaya itu tak membuahkan hasil karena dia tersingkir pada babak keempat Perancis Terbuka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/31/4fb0056ed397a8d59dcd8586c77d9d94-APTOPIX_French_Open_Tennis.jpeg)
Persiapan menuju persaingan lapangan rumput semakin meninggalkan tanda tanya besar untuk Wimbledon. Menjadi unggulan teratas, Swiatek justru tersingkir pada babak kedua WTA 500 Bad Homburg, turnamen yang dijuarai Aldila Sutjiadi/Vera Zvonareva di ganda putri.
”Saya datang ke Wimbledon tahun ini dengan perjalanan berbeda dan itu membuat ekspektasi saya cukup rendah. Meski menjadi juara bertahan, saya membutuhkan lebih banyak pertandingan dan adaptasi. Rasanya, perjalanan saya tidak akan semulus tahun lalu,” kata Swiatek.
Tantangan besar datang sejak babak pertama karena Swiatek akan berhadapan dengan petenis AS, Taylor Townsend, dengan servis keras yang bisa menjadi senjata di lapangan rumput. Swiatek pun berharap bisa membangun momentum dari pertandingan tersebut dan menang untuk tantangan berikutnya. Apalagi, dia berpeluang bertemu Serena pada babak ketiga.
Tunggal putri nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, juga akan berusaha membangun momentum setelah terpuruk akibat tersingkir pada perempat final Perancis Terbuka. Setelah itu, dia menjalani persiapan menuju Wimbledon dengan tampil di WTA 500 Berlin dan kalah dari Jessica Pegula di semifinal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/28/5911b48ff4599ebaf9ca8897b4fb178f-wimbledon_sabalenka.jpeg)
Kekalahan dari Diana Shnaider pada perempat final Perancis Terbuka, meski tinggal membutuhkan dua poin untuk menang, membuat Sabalenka emosional. Dia, bahkan, menyebut kekalahan itu sebagai momen gelap di hidupnya.
”Setelah momen itu, saya berdiskusi dengan psikolog karena merasa harus membicarakan banyak hal. Itu sangat membantu,” kata Sabalenka yang akan melawan Teodora Kostovic (Serbia) pada babak pertama, Senin.
Berbeda dengan tiga Grand Slam lain, Sabalenka belum pernah mencapai final di Wimbledon. Hasil terbaiknya adalah semifinal pada 2021, 2023, dan 2025.
Juara bertahan tunggal putra yang juga petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, memanfaatkan waktu persiapan yang panjang sebelum Wimbledon dengan latihan untuk meningkatkan kebugaran. ”Saya punya banyak untuk latihan di gimnasium dan lapangan tenis. Kami melakukan banyak hal tanpa banyak istirahat. Kita lihat bagaimana hasilnya nanti,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/28/b43d5473454d06678746b497d44d86dc-wimbledon_sinner_practice.jpeg)
Sinner mempunyai waktu sekitar enam pekan untuk bersiap menuju Wimbledon. Waktunya cukup panjang karena petenis Italia tersebut tersingkir lebih cepat di Perancis Terbuka, yaitu pada babak kedua.
Saat melawan Juan Manuel Cerundolo, Sinner sebenarnya memenangi dua set awal, tetapi kondisi fisiknya menurun sejak set ketiga. Tubuhnya tak dapat menahan cuaca panas hingga mengalami kram dan Sinner kehilangan tiga set berikutnya. Momen itu menjadi bahan evaluasi baginya dan tim pelatih, apalagi suhu udara di London saat Wimbledon diprediksi lebih panas daripada biasanya.
Sinner tak menyebut secara detail perubahan latihannya, tetapi dia menyebut salah satu cara yang dilakukannya adalah berlatih dalam cuaca panas. ”Setiap tahun, bermain dimana pun, rasanya semakin panas. Itu menjadi salah satu kondisi yang kami perhatikan,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/28/d27a9470a0d0391a94da03f7ff9fd258-wimbledon_sinner_practice2.jpeg)
Di All England Club, Sinner mendapat kesempatan latihan bersama Novak Djokovic di Lapangan 1. Djokovic memberi sedikit tips untuk Sinner sebagai juara bertahan.
”Sebenarnya tak ada yang bisa saya bagikan karena dia sudah sangat bagus. Hanya saja, ada satu hal yang ingin saya ingatkan. Tampil pada pertandingan-pertandingan di awal di Lapangan Utama bisa menyulitkan karena lapangannya akan sangat licin. Kamu harus berhati-hati,” kata Djokovic.
Kedua petenis akan memulai penampilan pada hari pembuka, Senin. Sinner akan menjalani pertandingan pertama di Lapangan Utama melawan Miomir Kecmanovic. Diselingi penampilan Sabalenka, setelah itu Djokovic akan berhadapan dengan Wu Yibing.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/28/2c11013c2d0e09d4244c8f11a2939c2c-Britain_Wimbledon_Tennis.jpeg)
Tanpa kehadiran dua kali juara Wimbledon, Carlos Alcaraz, Sinner, dan Djokovic menjadi favorit juara tunggal putra. Gelar juara bisa menghantarkan Djokovic pada gelar ke-25 Grand Slam yang merupakan jumlah terbanyak di nomor tunggal. Dia juga bisa menyamai Roger Federer sebagai tunggal putra dengan gelar terbanyak di Wimbledon, yaitu delapan gelar.
Namun, seperti di Perancis Terbuka—Sinner kalah pada babak kedua, Djokovic tersingkir di babak ketiga—kejutan bisa saja berlanjut ke Wimbledon.
(AP/Reuters)
Juara Tunggal Putri Wimbledon Sejak 2016
2016: Serena Williams
2017: Garbine Muguruza
2018: Angelique Kerber
2019: Simona Halep
2020: tidak diselenggarakan karena pandemi Covid-19
2021: Ashleigh Barty
2022: Elena Rybakina
2023: Marketa Vondrousova
2024: Barbora Krejcikova
2025: Iga Swiatek
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto