Tidak ada susu dalam menu Makan Bergizi Gratis di Palembang. Hal ini diduga terjadi karena anggaran yang terbatas. Sejumlah siswa pun kecewa.
06 Jan 2025 21:46 WIB · Nusantara
PALEMBANG, KOMPAS — Tidak ada susu dan minuman apa pun dalam menu program Makan Bergizi Gratis di Palembang, Sumatera Selatan. Hal itu cukup mengecewakan sejumlah siswa yang mengharapkan ada susu dalam menu yang mereka terima.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palembang dimulai di lima sekolah, yakni TK Panca Bakti, SD Negeri 24, SD Negeri 25, SMP Negeri 19, dan SMP Negeri 33, pada Senin (6/1/2025). Total ada 2.968 siswa dari lima sekolah itu yang menerima MBG.
Menu MBG di TK dan SD terdiri dari nasi putih, lauk tahu isi olahan daging ikan, tempe goreng, sayur buncis, dan pisang. Sementara itu, untuk siswa SMP, menu yang disediakan adalah nasi putih, lauk tahu isi/pentol ikan, tempe orek, sayur buncis, dan pisang.
Namun, tidak ada susu dalam menu MBG di TK dan SD maupun SMP. Bahkan, tidak ada minuman apa pun yang melengkapi menu tersebut, termasuk air mineral. Oleh karena itu, para siswa diminta menyiapkan minumnya sendiri-sendiri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/06/61db2b05-72ea-492f-893a-799c17979669_jpg.jpg)
Kepala Dinas Pendidikan Palembang Adrianus Amri mengaku tidak tahu pasti penyebab tidak ada susu dalam menu MBG di Palembang. Akan tetapi, dari keterangan perwakilan Badan Gizi Nasional, susu tidak tersedia karena anggaran MBG yang terbatas.
Saat ini, anggaran MBG untuk siswa TK dan SD sebesar Rp 11.000 per porsi, sedangkan anggaran untuk siswa SMP sebesar Rp 15.000 per porsi. Anggaran itu pun tidak murni untuk bahan makanan, melainkan masing-masing dipotong Rp 5.000 per porsi untuk kebutuhan jasa dan sebagainya.
”Kendati demikian, susu dikabarkan akan diganti dengan telur dalam pemberian MBG selanjutnya. Tetapi, kami minta lebih variatif karena khawatir siswa bosan kalau tiap hari makan telur,” ujar Amri.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 25 Wiwin Purwanti menuturkan, pihaknya mengira bahwa susu diganti dengan tahu dan tempe. Boleh jadi, kadar gizi susu dianggap sama dengan tahu dan tempe. ”Tetapi, kalau ada susu, itu tentunya akan jauh lebih baik karena gizi yang diterima oleh siswa bakal jauh lebih lengkap,” katanya.
Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 19 Mety Susiani memaklumi tidak adanya susu dalam menu MBG kali ini. Pasalnya, anggaran yang disediakan sangat terbatas.
”Yang saya dengar, susu tidak ada karena anggarannya kurang. Awalnya, anggaran untuk menu MBG siswa SMP sebesar Rp 15.000 (tanpa potongan Rp 5.000 untuk biaya jasa), tetapi belakangan justru turun menjadi Rp 10.000 (tanpa Rp 5.000 biaya jasa). Jadinya, susu tidak bisa disediakan,” tuturnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/06/0947dd7e-dcf1-4714-9fe8-e613708f0e21_jpg.jpg)
Meski demikian, Mety berharap, ke depan, susu diganti dengan menu lain yang kadar gizinya sama. Namun, menunya diharapkan bisa variatif agar siswa tidak bosan.
”Untuk anggaran yang ada sekarang, menu yang disediakan sebenarnya cukup lengkap. Tetapi, kalau bisa, ada pengganti susu agar siswa dapat gizi yang lebih lengkap,” ujarnya.
Sejumlah siswa mengaku kecewa karena tidak ada susu dalam menu MBG yang mereka terima. Pasalnya, sejak jauh-jauh hari, mereka mendengar bahwa Presiden Prabowo Subianto akan menyediakan susu dalam menu MBG. Namun, ternyata tidak ada susu ataupun minuman penggantinya.
Salah satu siswa yang kecewa adalah Vathan Kusuma Dinata (11), siswa kelas 5B SD Negeri 25 Palembang. Menurut Vathan, menu MBG yang disediakan kurang lengkap karena tidak ada susu. Padahal, yang dia dengar, menu MBG akan dilengkapi susu.
”Saya kecewa karena menunya tidak sesuai janji. Katanya ada susu, kok tidak ada. Pak Prabowo, tolong menunya dilengkapi susu,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/06/bb95e187-1766-4ce2-80ed-3f58c00ca011_jpg.jpg)
Kekecewaan serupa diungkapkan oleh Zaki Sya’ban (14), siswa kelas IX SMP Negeri 19 Palembang. Zaki menyampaikan, sejak jauh-jauh hari, dia mendapatkan kabar dari berita, orangtua, dan guru-guru bahwa sekolahnya akan menerima menu MBG, termasuk ada susu yang disediakan. Ternyata, saat dia menerima menu MBG, tidak ada susu ataupun minuman lainnya sama sekali.
”Saya kaget pas melihat isi menu tadi karena tidak ada susunya. Kan, kemarin-kemarin, beritanya heboh kalau kami akan diberikan susu gratis. Aneh saja ini karena tidak sesuai dengan apa yang diberitakan. Menunya juga biasa saja, rasanya kurang nendang dan porsinya kurang banyak,” tutur Zaki.
Penulis:
Adrian FajriansyahEditor:
Haris Firdaus