Tantangan Berat Menanti Timnas Bola Voli Putri

Dengan persiapan singkat dan pemain kunci absen, termasuk Megawati Hangestri, timnas putri akan hadapi tantangan berat di AVC Women’s Volleyball Nations Cup 2025.

28 Mei 2025 11:43 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Timnas bola voli putri Indonesia menjalani persiapan yang tidak ideal dengan skuad yang tidak berkekuatan penuh. Padahal, lawan di AVC (Konfederasi Bola Voli Asia) Women’s Volleyball Nations Cup 2025 di Vietnam, 7-14 Juni, juga tidak mudah. Tantangan berat pun menanti mereka.

Saat mengumumkan pemanggilan pemain untuk menjalani pemusatan latihan nasional, Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) memilih 15 pemain senior. Salah satu pemain senior yang dipanggil yaitu opposite Megawati Hangestri Pertiwi. Kabar pemanggilan itu diumumkan pada 15 Mei, tiga hari setelah Proliga 2025 berakhir.

Namun, 10 hari setelah pemanggilan itu, PP PBVSI mengumumkan perubahan skuad. Tiga pemain yang sebelumnya dipanggil terpaksa harus absen. Sebagai gantinya, ada dua pemain baru yang dipanggil ke pelatnas.

”Megawati Hangestri Pertiwi izin tampil di AVC karena masih mejalani pemulihan cedera dan fokus untuk keperluan personal,” tulis PBVSI dalam pengumumannya.

Pemain timnas voli putri Indonesia Megawati Hangesti Pertiwi spike ke arah pemain timnas Taiwan dalam Semifinal AVC Challenge Cup di GOR Tridharma Petrokimia, Gresik, Sabtu (24/6/2023). Kemenangan diraih timnas Indonesia dengan dramatis dalam pertandingan yang ketat 5 set. Skor pertandingan 22-25,26-24,22-25,25-20, dan 15-12. Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Selain Megawati yang baru menjalani musim kedua di Liga Bola Voli Korea Selatan dan sempat tampil di final four Proliga 2025, outside hitter Aulia Suci Nurfadila, dan opposite Arsela Nuari Purnama juga absen. Mereka sama-sama menjalani pemulihan cedera.

Padahal, Megawati bersama Arsela dan Aulia bisa menjadi kombinasi terbaik di timnas saat ini. Mereka bisa menjadi motor serangan dengan kemampuan masing-masing.

PP PBVSI lantas memanggil middle blocker Dinda Syifa Amalia dan outside hitter Ajeng Viona Adelia. Artinya, pemain yang dipanggil berkurang dari 15 orang menjadi 14 orang. Slot setiap tim memang 14 orang.

Perubahan ini mendapatkan berbagai respons negatif, terutama dari warganet. Mereka mempertanyakan keseriusan PP PBVSI mempersiapkan tim, termasuk mengatur perhelatan kompetisi dalam negeri seperti Proliga yang berdekatan dengan ajang internasional.

Proliga 2025 sebenarnya digelar lebih awal dibandingkan pada tahun sebelumnya dengan dimulai sejak awal tahun. Tujuannya agar tidak bentrok dengan ajang internasional seperti yang terjadi tahun lalu. Saat itu, di AVC Nations Cup yang masih bernama AVC Challenge Cup, PP PBVSI sebenarnya sudah memanggil para pemain senior.

Outside hitter timnas bola voli putri Indonesia,Putri Nur Hidayanti Agustin, melepaskan pukulan melawan Hongkong dalam laga AVC Challenge Cup 2024, di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Kamis (23/5/2024).

Namun, PP PBVSI akhirnya tidak bisa memaksimalkan skuad setelah pemain-pemain yang berpengalaman, seperti Megawati Hangestri Pertiwi, Wilda Siti Nurfadhilah, dan Agustin Wulandhari absen karena bentrok dengan Proliga. Pemain-pemain bintang yang awalnya sempat dipanggil itu lantas batal dibawa, digantikan para pemain muda minim pengalaman dalam laga internasional.

Usia rata-rata skuad Indonesia pun 19 tahun, hanya kalah dari Taiwan yang juga menurunkan pelapis dengan usia rata-rata 18 tahun. Timnas juga menjadi satu-satunya di antara 10 peserta AVC Challenge Cup yang tidak memaksimalkan slot 14 pemain dengan hanya membawa 11 pemain.

Alhasil, dari enam pertandingan AVC Challenge Cup, timnas bola voli putri hanya meraih dua kemenangan dan menelan empat kekalahan. Tim asuhan pelatih Pedro Lilipally ini finis pada posisi ketujuh dari 10 peserta. Hasil ini merosot jauh dari pencapaian tahun 2023 di ajang yang sama ketika berhasil menembus final setelah meraih lima kemenangan.

Padahal, AVC Challenge Cup tahun lalu merupakan kesempatan terakhir sekaligus terbaik bagi Indonesia lolos ke kompetisi dunia Liga Nasional Bola Voli atau VNL. Juara AVC Challenge berhak mewakili Asia untuk tampil pada FIVB Challenger Cup, turnamen di bawah Federasi Bola Voli Internasional (FIVB). Lalu, pemenang FIVB Challenger Cup berkesempatan tampil pada VNL menggantikan tim juru kunci VNL yang terdegradasi.

Pertandingan timnas bola voli putri Indonesia (jersi hijau) melawan Singapura pada laga kedua AVC Challenge Cup 2024 di Manila, Filipina, Jumat (24/5/2024).

Sementara, mulai tahun ini, tidak akan ada degradasi bagi tim peserta VNL 2024. Peserta yang lolos ke VNL adalah tim urutan teratas peringkat dunia bola voli senior. Dengan demikian, jalan Indonesia akan lebih terjal karena wajib mengejar peringkat dunia jika ingin lolos ke VNL.

Untuk itu, penampilan terbaik di AVC Nations Cup menjadi penting demi mendongkrak peringkat tersebut. Akan tetapi, kendati Proliga sudah digelar lebih awal, waktunya tetap berdekatan dengan AVC Nations Cup.

Para pemain cedera setelah memperkuat tim masing-masing di Proliga. Tidak sedikit warganet juga mempertanyakan komitmen para pemain ketika dipanggil timnas.

Alhasil, skuad Indonesia kembali tidak berkekuatan penuh. Tak hanya itu, persiapan yang dijalani Indonesia juga begitu singkat.

Pemain tim bola voli putri U-21, Kadek Diva, melepaskan pukulan keras saat menjalani latihan di Padepokan Bola Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (22/5/2025) sore hingga malam.

Saat tim lain, seperti tim putra dan putri U-21 telah berlatih di Padepokan Bola Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/5/2025), para pemain timnas putri senior belum muncul. Pelatih kepala Octavian mengatakan, skuadnya belum lengkap. Beberapa pemain memang masih menjalani beragam acara bersama klub.

Octavian saat itu memperkirakan, para pemain baru bisa lengkap dan latihan sudah mulai bisa dilakukan pada Senin (26/5/2025). AVC Nations Cup 2025 akan digelar pada 7-14 Juni di Hanoi, Vietnam. Indonesia direncanakan berangkat pada 5 Juni. Artinya, mereka hanya punya waktu latihan efektif sekitar 10 hari.

Padahal, lawan Indonesia nantinya tidak mudah. Berdasarkan undian yang dilakukan pada Minggu (25/5/2025), Indonesia tergabung di Grup B bersama Kazakhstan, Filipina, Iran, Mongolia, dan Selandia Baru. Terutama Kazakhstan dan Filipina, Indonesia diperkirakan mendapatkan perlawan sengit dari kedua tim yang peringkatnya di atas Indonesia.

Berdasarkan peringkat dunia per 27 Mei 2025, Kazakhstan menempati peringkat ke-31 dunia atau empat besar Asia. Disusul Filipina pada peringkat ke-52, tim ketiga terbaik di Asia Tenggara setelah Thailand (13) dan Vietnam (32).

Adapun Indonesia menempati peringkat ke-54. Sementara itu, Iran berada di posisi ke-57. Mongolia dan Selandia Baru tidak masuk ke dalam peringkat kedua.

Luapan kegembiraan pemain timnas voli putri Indonesia saat berhasil menambah angka dari timnas voli putri Australia pada putaran kedua AVC Challenge Cup di Gor Tridharma Petrokimia, Gresik, Rabu (21/6/2023). Pada laga sebelumnya timnas voli putri Indonesia kalahkan Makau dan Filipina. Indonesia menang 25-13,25-17, 25-16. Kemenangan tersebut membuat Indonesia lolos ke babak semifinal. Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI Loudry Maspaitella mengatakan, Indonesia bisa memaksimalkan laga melawan Mongolia. Namun, tentu tidak mungkin jika hanya meraih satu kemenangan saja. Dengan kondisi tidak ideal, Loudry mengatakan, target paling realistis bagi Indonesia ialah minimal masuk delapan besar.

”Minimal kalau mau masuk delapan besar, Indonesia harus menempati peringkat keempat. Kita bisa maksimalkan lawan Mongolia, tetapi masa hanya itu saja? Lawan Filipina mungkin akan sengit, ya,” ucap Loudry.

Loudry mengamini bahwa skuad ataupun persiapan yang dijalani timnas putri tidak ideal. Dia juga mengakui bahwa pemilihan pemain, yang didasarkan masukan tim seleksi dari Proliga 2025, belum sempurna.

Pada level senior, kata Loudry, kolam pemain justru terbatas. Alhasil, ketika para pemain inti terpaksa absen, sulit mencari pemain pengganti. Terlebih para pemain pelapis belum punya kemampuan yang setara.

Pebola voli putri Indonesia, Maradanti Namira Tegariani (kanan) dan Junaida Santi, memblok pukulan pemain Hongkong dalam laga AVC Challenge Cup 2024, di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Kamis (23/5/2024).

Harapan justru ada di para pemain yunior yang tahun lalu menggantikan para seniornya. Menurut Loudry, kekuatan Indonesia bisa penuh jika tim terdiri dari kombinasi pemain senior dan yunior, khususnya pemain U-21.

Ide untuk menciptakan kombinasi itu sempat mengemuka. Namun, PP PBVSI akhirnya memutuskan untuk tetap memisahkan pemain senior dan yunior, terutama karena tim U-21 disiapkan untuk Kejuaraan Dunia pada Agustus mendatang dengan Indonesia jadi tuan rumah.

”Sebelum final Proliga, saya sudah usulkan bahwa AVC Nations Cup ini untuk tim U-21. Selain kesempatan, mereka memang layak ada di tim senior. Cuma, Pak Imam (Sudjarwo, Ketum PP PBVSI) punya pertimbangan bahwa tim U-21 tetap dipisah agar mereka fokus Kejuaraan Dunia,” ujar Loudry yang juga mantan pebola voli nasional itu.

AVC Nations Cup 2025 adalah turnamen pertama timnas putri tahun ini. Akan sangat menguntungkan bagi Indonesia nantinya jika bisa memetik hasil bagus pada ajang perdana ini. Namun, dengan persiapan singkat dan skuad tidak ideal, bisakah ekspektasi tinggi itu tetap melingkupi timnas putri?


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto