Jonatan Christie memenangi babak pertama Kejuaraan Asia Bulu Tangkis. Dia berusaha tampil tanpa beban sebagai juara bertahan.
09 Apr 2025 22:13 WIB · Olahraga
NINGBO, RABU — Ada dua momen yang membuat Jonatan Christie waspada saat tampil dalam Kejuaraan Asia Bulu Tangkis di Ningbo, China. Dia datang sebagai juara bertahan dan setelah tersingkir pada babak kedua All England.
Tunggal putra Indonesia ranking keempat dunia itu menjalani babak pertama di Ningbo Olympic Sports Center, Rabu (9/4/2025), saat melawan pemain Jepang, Koki Watanabe. Jonatan menang meski harus menjalani laga tiga gim dengan skor 16-21, 21-12, 21-18.
Kemenangan tersebut menjadi awal baik bagi Jonatan sebagai juara Asia 2024. Meski demikian, ada berbagai faktor yang menjadi pelajaran untuk menjalani tantangan berikutnya, termasuk untuk berhadapan dengan Justin Hoh (Malaysia) pada babak kedua.
Dari pertandingan melawan Watanabe, Jonatan menyia-nyiakan kesempatan memenangi gim pertama meski unggul 14-8. Watanabe memenangi tujuh poin berikutnya hingga berbalik unggul 15-14.
”Saat Watanabe mulai bermain nyaman, pertahanannya jauh lebih solid. Dia bisa bertahan, lalu balik menyerang dan lebih percaya diri. Itu membuat perubahan yang signifikan,” komentar Jonatan.
Dua gim berikutnya, kemudian, dimenangi Jonatan ketika dia berusaha mengontrol permainan dengan tampil lebih agresif. Jonatan pun menang untuk kedua kalinya atas Watanabe setelah pertemuan pertama yang terjadi di Selandia Baru, tujuh tahun lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/09/ae13b96cf4caaa2774228173ecd66e7e-Jonatan6_R32_BAC2025_PBSI_20250409.jpg)
Selain faktor teknis dari babak pertama, Jonatan harus menjalani tantangan berikutnya dengan pola pikir yang tepat. Dia menuturkan, ada perbedaan rasa pada dirinya saat bermain pada Kejuaraan Asia 2024 dan 2025.
”Tahun lalu, saya bermain tanpa beban. Tahun ini tidak mudah karena saya adalah juara bertahan. Saya harus terus belajar cara menyikapinya dengan berbekal pengalaman lain,” katanya.
Pengalaman terbaru Jonatan sebagai juara bertahan dalam turnamen adalah ketika dia tampil di All England, 11-16 Maret. Atlet berusia 27 tahun itu bermain sebagai juara bertahan setelah menang atas rekannya, Anthony Sinisuka Ginting, pada final All England 2024.
Namun, perjalanan Jonatan di Birmingham Arena pada 2025 begitu singkat karena disingkirkan Lakshsya Sen (India) pada babak kedua. Jonatan bahkan kalah telak 13-21, 10-21.
Jonatan memiliki pengalaman lain saat tersingkir pada babak-babak awal dengan status juara bertahan, seperti ketika kalah pada babak pertama Indonesia Masters 2024. Setelah menjuarai Perancis Terbuka 2023, dia juga kalah di babak pertama pada tahun berikutnya. Berdasarkan pengalaman-pengalaman itulah, Jonatan harus melupakan statusnya sebagai juara bertahan jika tak ingin menjadi beban berat di pundaknya.
Selain Jonatan, Indonesia memiliki dua wakil lain pada tunggal putra, yaitu Chico Aura Dwi Wardoyo dan Alwi Farhan. Hasil berbeda didapat keduanya, yaitu Alwi menang atas Weng Hong Yang (China) 21-9, 21-14, sedangkan Chico dikalahkan Loh Kean Yew (Singapura) 12-21 20-22.
Kekalahan yang dialami Chico menjadi kekalahan pada dua babak awal dalam 15 turnamen terakhir secara beruntun, sejak Maret 2024. Sejak 2023, Chico, bahkan, hanya tiga kali bisa melewati dua babak.
Sejak 18 Maret, posisinya sebagai tunggal putra nomor tiga Indonesia, di bawah Jonatan dan Anthony, berdasarkan ranking dunia digantikan Alwi. Saat ini, Chico menempati ranking ke-39, sedangkan Alwi ke-37.
Pada tunggal putri, performa baik yang diperlihatkan Putri Kusuma Wardani belum mampu membuatnya menang atas pemain ranking kedua dunia yang menjadi unggulan pertama, Wang Zhi Yi (China). Putri kalah 22-20, 16-21, 12-21.
Putri bermain jauh lebih baik dibandingkan empat pertemuan lain yang selalu berakhir dengan kekalahan dua gim baginya. Namun, atlet berusia 22 tahun itu masih sering melakukan kesalahan dengan mudah.
Kerja kerasnya dalam mendekatkan diri dengan skor 11-13 pada gim kedua, setelah tertinggal 6-12, misalnya, tak dapat dipertahankan. Putri kembali tertinggal dengan selisih lebih jauh karena kesalahannya dan kehilangan gim tersebut. Momen tersebut membuat Wang bermain lebih percaya diri pada gim penentuan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/09/cb976caebf11d6a9d6f3374b43e336df-Gregoria5_R32_BAC2025_PBSI_20250409.jpg)
Putri menyadari bahwa dia masih sering membuat kesalahan, padahal bermain dengan kesalahan seminim mungkin menjadi modal utama untuk bersaing dalam level tinggi. ”Saat ini, dari perebutan lima poin, saya baru bisa bermain bersih dalam dua poin, sisanya mati sendiri. Namun, saya sudah berusaha mengeluarkan seluruh kemampuan dan cukup puas dengan penampilan tadi meski akhirnya kalah,” tutur Putri.
Hasil tersebut membuat Putri tak dapat mengikuti jejak dua rekannya, Gregoria Mariska Tunjung dan Komang Ayu Cahya Dewi yang melaju ke babak kedua. Gregoria mengalahkan Huang Yu-Hsun (Taiwan) 21-12, 21-16, Rabu. Adapun Komang memenangi babak pertama, sehari sebelumnya.
”Saya bersyukur bisa bermain bagus hari ini. Menjalani pertandingan dengan bermain cukup ’bersih’ adalah hal yang baik untuk memulai turnamen. Semoga, pada babak kedua saya bisa lebih menguasai kondisi lapangan,” kata Gregoria yang akan melawan Kim Ga-eun (Korea Selatan) pada babak kedua.
Pada nomor ganda putra, tiga dari empat pasangan ”Merah Putih” memenangi babak pertama. Mereka adalah Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin. Adapun Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani kalah dari pemain China, Chen Bo Yang/Liu Yi.
”Kami belum puas dengan penampilan hari ini. Permainan setiap individu harus diperbaiki dan lebih banyak berkomunikasi dengan partner,” kata Leo seusai menang atas Takuchi Nomura/Yuichi Shimogami (Jepang) 22-20, 21-17.
Leo/Bagas membawa misi bisa tampil konsisten pada level tinggi setelah menjadi finalis All England, sebulan lalu. Target itu harus diwujudkan dengan kerja keras mengingat tantangan berat yang akan dijalani pada babak kedua melawan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan (Taiwan). Leo/Bagas menang dalam dua pertemuan sebelumnya, tetapi selalu dalam laga ketat tiga gim dengan skor 22-20 pada gim ketiga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/09/bd62c104048d7e37e66b748da66a60b8-LeoBagas2_R32_BAC2025_PBSI_20250409.jpg)
Adapun pada ganda putri, upaya Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti dalam pertandingan selama satu jam 20 menit tak bisa membuahkan kemenangan. Mereka kalah dari pasangan Hong Kong, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam, 17-21, 21-18, 16-21. Lanny/Fadia kalah setelah unggul 11-8 pada gim ketiga.
Ganda putri pun akan bertumpu pada Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan Siti Sarah Azzahra/Agnia Sri Rahayu. Sarah/Agnia menjalani debut dalam Kejuaraan Asia dengan kemenangan atas Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun (Taiwan) 21-17, 21-19
”Kami senang bisa melewati babak pertama, bukan hanya karena ini debut dalam Kejuaraan Asia, tetapi lawan tadi lumayan berat. Target pertama kami memang menang di babak pertama dulu. Setelah itu, kami akan berusaha semaksimal mungkin,” komentar Sarah.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul