Fajar/Rian dan Jonatan Gagal Bertahan

Enam wakil Indonesia kalah pada babak kedua All England. Di antara mereka yang tersingkir, terdapat juara bertahan.

14 Mar 2025 07:17 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

BIRMINGHAM, KAMIS — Ketatnya persaingan tunggal dan ganda putra dalan turnamen bulu tangkis All England membuat banyak unggulan tersingkir. Juara bertahan tunggal dan ganda putra dari Indonesia, Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, gagal bertahan.

Dalam persaingan ketat pada pertandingan terakhir di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Kamis (13/3/2025) malam waktu setempat atau Jumat dini hari waktu Indonesia, Fajar/Rian kalah dari Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju (Korea Selatan) dengan skor 22-18, 25-27, 21-23.

Tiga pertandingan sebelum itu di lapangan berbeda, Jonatan tak berdaya menghadapi kecepatan serangan Lakshya Sen dan kalah 13-21, 10-21. Hasil ini mengulang kekalahan Jonatan dari pemain India itu pada pertemuan terakhir yang terjadi dalam penyisihan grup Olimpiade Paris 2024.

Jonatan Christie kalah dari Lakshya Sen pada babak kedua All England di Birmingham, Inggris, Kamis (13/3/2025).

Jonatan dan Fajar/Rian menjadi bagian dari juara All England 2024 yang bertanding kembali untuk mempertahankan gelar. Juara ganda putri, Lee So-hee/Baek Ha-na (Korea Selatan), juga, kembali dan tersingkir pada babak kedua.

Adapun juara bertahan tunggal putri, Carolina Marin, dan Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (ganda campuran) tak ikut bertanding. Marin cedera, sementara Zheng telah pensiun.

Dengan kekalahan pada babak kedua, Fajar/Rian gagal mencetak hattrick juara. Perjalanan mereka sama seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang tak bisa juara tiga kali beruntun setelah menjadi yang terbaik pada 2017 dan 2018. Padahal, mereka memiliki peluang menjadi ganda putra pertama yang menjuarai All England tiga kali beruntun setelah Tjun Tjun/Johan Wahyudi juara pada 1977-1980.

Fajar/Rian menjadi salah satu korban meratanya persaingan ganda putra. Setelah kehilangan gim pembuka, mereka hampir tersingkir dalam dua gim ketika lawan membuat match point 20-19 pada gim kedua.

Usai momen ini, setiap kali salah satu pasangan unggul, lawan bisa segera menyamakan kedudukan sehingga selisih skor tak pernah lebih dari satu poin. Kang/Ki membuat empat match point, tetapi dihentikan Fajar/Rian dengan tiga kali game point.

Persaingan pada pertemuan pertama mereka semakin ketat pada gim penentuan. Selisih terjauh hanya terjadi saat Fajar/Rian unggul 6-3. Setelah itu, mereka berbalik tertinggal pada pertengahan gim dengan selisih hanya satu gim. Saat Fajar/Rian mendekat, lawan kembali selangkah lebih jauh, baik karena permainan agresif mereka atau kesalahan pasangan Indonesia, di antaranya dari kesalahan servis.

Juara bertahan All England, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, tersingkir pada babak kedua. Mereka kalah dari Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju di Birmingham, Inggris, Kamis (13/3/2025).

Menjelang akhir, momentum keunggulan berganti di antara mereka. Fajar/Rian unggul 18-16, lalu tertinggal 18-20 setelah Kang/Ki merebut empat poin beruntun.

Ganda Indonesia peringkat keempat dunia itu membuka kesempatan dengan kembali menggagalkan match point lawan ketika skor menjadi 20-20, lalu 21-21. Ini rupanya menjadi skor imbang terakhir hingga Kang/Ki memenangi pertandingan pada match point kedelapan.

“Kami mohon maaf tidak berhasil ke babak selanjutnya. Lawan bermain sangat baik dan percaya diri. Beberapa kali, pukulan dari bola tanggung kami masih bisa mereka kembalikan. Di sisi lain, saya justru tiga kali membuat kesalahan servis pada poin kritis. Ini harga yang mahal yang harus saya terima,” komentar Fajar, mengevaluasi kesalahannya.

Kekalahan Fajar/Rian menjadi salah satu gambaran meratanya kekuatan ganda putra di antara 32 peserta. Selain pasangan lama, kehadian formasi baru menambah ketatnya persaingan. Kang/Ki adalah salah satu formasi baru tersebut.

Mereka hanya menempati peringkat ke-207 dunia, tetapi bukan pemain sembarang. Kang/Ki adalah hasil pecahan juara dunia ganda putra 2023, Kang Min-hyuk/Seo Seung-jae. Setelah berpisan dari Seo, Kang bermain bersama beberapa atlet lain hingga berduet dengan Ki, hanya sepekan sebelum bermain di All England. Mereka mengikuti Orleans Masters dan juara.

Seo, yang berpasangan dengan Kim Won-ho, bahkan, melesat lebih cepat sejak bekerja sama pada awal 2025. Mereka menjuarai Malaysia Terbuka yang berlevel Super 1000, sama seperti All England, mencapai final India Terbuka, juara Jerman Terbuka, dan menjadi semifinalis Orleans Masters. Di All England, Seo/Kim menyingkirkan unggulan kedua, Goh Sze Fei/Nur Izuddin (Malaysia) pada babak kedua dengan skor 16-21, 13-21.

Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani memenangi babak kedua All England di Birmingham, Inggris, Kamis (13/3/2025).
Quote

Rasanya luar biasa menembus perempat final pada All England pertama kami.

Korban lain di ganda putra adalah  unggulan kelima, Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), Liang Wei Keng/Wang Chang (3), dan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (1) yang tersingkir pada babak pertama. Dua pasangan Indonesia terlibat dalam kejutan itu, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani dan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin.

Sabar/Reza, yang mengalahkan Liang/Wang, bahkan, melanjutkan langkah ke perempat final setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-6, 21-18 pada babak kedua. “Rasanya luar biasa menembus perempat final pada All England pertama kami. Dulu, kami selalu menonton turnamen bulu tangkis tertua ini di TV dan akhirnya bisa bermain di sini. Kami harus menjaga fokus dalam langkah demi langkah,” komentar Sabar yang akan melawan Liu Kuang Heng/Yang Po Han (Taiwan) pada perempat final, Jumat.

Selain penampilan solid dari pasangan yang berlatih di luar pelatnas itu, perjalanan dalam debut di All England ini terbantu oleh kehadiran Hendra Setiawan sebagai pelatih. Sabar/Reza mengatakan, Hendra memberi banyak masukan tentang kebiasaan lawan yang sering menjadi lawan saat bermain bersama Mohammad Ahsan. Selain itu, karakter tenang Hendra juga memberi pengaruh positif pada pasangan ranking kedelapan dunia itu.

Sementara, langkah Fikri/Daniel terhenti saat bertemu rekan latihan mereka di pelatnas, Leo Rolly Carnano/Bagas Maulana. Fikri/Daniel kalah 19-21, 17-21 sehingga gagal membalas kekalahan yang terjadi pada semifinal Korea Terbuka 2024.

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin memenangi persaingan sesama atlet Indonesia pada babak kedua All England. Mereka menang atas Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin di Birmingham, Inggris, Kamis (13/3/2025).

“Sangat disayangkan bertemu teman sendiri pada babak kedua, padahal, inginnya minimal di semifinal. Tetapi, undian harus diterima. Kami hanya berusaha fokus poin demi poin karena Fikri/Daniel bermain bagus,” kata Leo.

Leo juga mengatakan bahwa dia terinspirasi Bagas yang menjuarai All England 2022 bersama Fikri. “Kami sering diskusi tentang hal itu. Mas Bagas banyak memotivasi saya lewat cerita-ceritanya saat juara itu. Ini membuat saya lebih percaya kepada partner saya,” lanjut Leo.

Sisa empat wakil

Setelah memperoleh hasil baik pada babak pertama (10 dari 11 wakil menang) yang berlangsung Selasa dan Rabu, wakil Indonesia mulai berguguran pada babak kedua. Tim ”Merah Putih” pun hanya menyisakan empat wakil dalam perempat final. Mereka adalah Leo/Bagas, Sabar/Reza, Rehan Naufal Kusharjanto, dan Gregoria Mariska Tunjung.

Bagi Gregoria, ini menjadi kesempatan untuk melangkah ke semifinal pertama kali. Dia akan berhadapan dengan Han Yue (China) setelah mengalahkan Sim Yu-jin 21-18, 21-19. Sejak debut di All England pada 2019, hasil terbaik peraih perunggu tunggal putri Olimpiade Paris 2024 ini adalah perempat final pada 2023 dan 2024.

”Saya berharap bisa main lepas di perempat final. Motivasi menangnya berkali-kali lipat karena saya punya target melebihi hasil tahun lalu,” kata atlet ranking kelima dunia itu.

Gregoria Mariska Tunjung saat akan melakukan backhand ketika berhadapan dengan Sim Yu-jin pada babak kedua All England. Gregoria menang pada pertandingan di Birmingham, Inggris, Kamis (13/3/2025).

Sementara, rangkaian kekalahan wakil Indonesia pada babak kedua diawali dua debutan, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan Putri Kusuma Wardani, kalah pada pertandingan sesi awal. Meski demikian, mereka memperlihatkan sisi positif karena bisa berjuang maksimal saat melawan pemain top dunia : Putri melawan Chen Yu Fei dan Febriana/Amalia berhadapan dengan Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto.

Berbeda dengan kedua wakil itu, Jonatan tak berdaya saat melawan Sen. “Bukan permainan yang baik. Saya kesulitan mengontrol laju kok. Lapangan cukup berangin dibandingkan kemarin. Saya sudah mencoba yang terbaik, tetapi tidak bisa,” kata Jonatan.

Menyusul hasil dari tiga wakil itu, kekalahan dialami Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Fikri/Daniel, dan Fajar/Rian. Apriyani/Fadia disingkirkan wakil Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, 16-21, 14-21.

Dalam persaingan atlet lain, kejutan terjadi pada nomor tunggal putra dengan tersingkirnya Anders Antonsen sebagai unggulan kedua dan Kunlavut Vitidsarn (5). Antonsen kalah dari Wang Tzu Wei 10-21, 13-21, sementara Vitidsarn kalah dari bintang muda Perancis, Alex Lanier, 20-22, 15-21.

Lainer mencapai babak delapan besar dalam All England pertamanya. Sebelum bermain di Birmingham, atlet berusia 20 tahun ini menjuarai Orleans Masters yang digelar di negaranya.

Lanier adalah semifinalis Kejuaraan Dunia Yunior 2023. Dia berkali-kali membuat kejutan dengan bermain ketat atau mengalahkan pemain top. Performa terbaiknya hingga saat ini diperlihatkan ketika menjuarai Jepang Terbuka Super 750 pada 2024. Saat itu, dia menyingkirkan Lee Zii Jia pada babak pertama, Kenta Nishimoto (perempat final), Shi Yu Qi (semifinal), dan Chou Tien Chen pada perebutan gelar juara.

 

Hasil atlet Indonesia pada babak kedua All England, Kamis (13/3/2025)

Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi - Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Jepang) 12-21, 21-19, 16-21

Putri Kusuma Wardani - Chen Yu Fei (China) 14-21, 24-22, 10-21

Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja - Jasper Toft/Amalie Magelund (Denmark) 21-16, 20-22, 21-12

Jonatan Christie (3) - Lakshya Sen (India) 13-21, 10-21

Apriyani Rahayu/Siti FAdia Silva Ramadhanti – Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia) 16-21, 14-21

Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani - Huang Di/Liu Yang (China) 21-6, 21-18

Gregoria Mariska Tunjung  - Sim Yu Jin (Korea Selatan) 21-18, 21-19

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana - Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin 21-19, 21-17

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto - Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju (Korea Selatan) 18-21, 27-25, 21-23

Perempat final

Sesi I dimulai Jumat pukul 16.30 WIB

Rehan/Gloria – Feng Yan Zhe/Wei Ya Xin (China) – pertandingan ketiga

Sabar/Reza - Liu Kuang Heng/Yang Po han (Taiwan) – pertandingan kelima

Sesi II dimulai Sabtu pukul 00.00 WIB

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana—Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan (Taiwan) – pertandingan pertama

Gregoria Mariska Tunjung – Han Yue (China) – pertandingan kedua


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .