Perempat final India Terbuka 2026 akan jadi kesempatan terbaru Putri Kusuma Wardani untuk memecahkan teka-teki tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young.
15 Jan 2026 21:25 WIB · Olahraga
AP/Aurelien Morissard
NEW DELHI, KAMIS — Bagi Putri Kusuma Wardani, pebulu tangkis Korea Selatan An Se-young masih bagai enigma yang sulit terpecahkan. Namun, Putri KW percaya, akan ada waktunya menaklukkan tunggal putri nomor satu dunia itu. Kini, kesempatan itu datang di perempat final India Terbuka 2026.
Putri mengantongi tiket delapan besar India Terbuka itu dengan susah payah. Bertarung melawan Line Hojmark Kjaersfeldt (Denmark) di Stadion Indira Gandhi Indoor, New Delhi, Kamis (15/1/2026), dia harus menempuh hingga tiga gim untuk akhirnya menang 15-21, 21-9, 21-18.
Kemenangan tersebut membawa Putri bertemu dengan An Se-young, Jumat (16/1/2026), yang pada babak 16 besar mengalahkan wakil Taiwan, Huang Yu-hsun, dengan skor 21-14, 21-9. Pertemuan ini memang sudah diperkirakan sejak awal jika langkah Putri mulus pada dua babak pertama.
Bertarung melawan An Se-young, Putri akan ditantang memecahkan enigma pebulu tangkis yang baru saja menjuarai Malaysia Terbuka 2026, pekan lalu, itu. An Se-young sudah seperti teka-teki bagi Putri. Tujuh kali bertemu, tujuh kali pula Putri takluk.
”Saya akan mencoba mengeluarkan semua permainan yang saya punya. Semoga rezekinya bisa ngalahin dia besok,” ujar Putri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/15/fa5dd39e64b3e0dcaccece1d77a26917-WhatsApp_Image_2026_01_15_at_17.14.30.jpeg)
Putri memang memiliki keyakinan bahwa siapa pun bisa dikalahkan, termasuk An Se-young. Selepas menemukan kembali performa terbaiknya mulai pertengahan 2024, Putri pernah mengutarakan, ia percaya akan ada waktunya mengalahkan An Se-young.
Terlebih, Putri juga sudah menunjukkan permainan yang semakin matang saat menghadapi tunggal-tunggal putri elite dunia walau masih belum konsisten. Putri, misalnya, mampu menyulitkan atlet Jepang yang kini menghuni peringkat ketiga dunia, Akane Yamaguchi, saat bertemu di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025.
Meski skor akhir 17-21, 21-14, 6-21 untuk kekalahan Putri, ia setidaknya mampu mengontrol jalannya laga pada gim kedua. Juara Korea Masters Super 300 itu membuat Yamaguchi harus bekerja keras mengembalikan kok yang sering dipukul dengan arah menyilang sehingga menjauhkan kok dari jangkauan lawan.
Begitu juga saat bertemu dengan An Se-young di Final BWF World Tour 2025. Untuk pertama kalinya, Putri mampu mencuri satu gim saat bertemu peraih emas tunggal putri Olimpiade Paris 2024 itu dan memaksakan rubber.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/31/c31f6e07c02898a0d524060f8f8ed7a6-BADMINTON_WORLD_FRA_132205330.jpg)
Putri mampu mengimbangi permainan cepat An Se-young dan bermain lebih agresif pada gim kedua sehingga membuatnya unggul jauh dalam perolehan skor. Pada akhirnya, Putri memang kalah 16-21, 21-8, 8-21 pada pertemuan terakhir dengan An Se-young itu. Walakin, hasil tersebut dijadikan modal berharga Putri ketika akan kembali menghadapi pebulu tangkis berusia 23 tahun itu di India Terbuka.
Putri akan menjadi tumpuan harapan Indonesia di India Terbuka bersama tunggal putra, Jonatan Christie. Tiket ke perempat final diraih Jonatan setelah mengalahkan Yushi Tanaka (Jepang), 21-15, 21-19.
Jonatan akan berhadapan dengan wakil Perancis, Christo Popov, pada perempat final. Pada dua pertemuan sebelumnya, tunggal putra peringkat keempat dunia ini selalu kalah dari Popov.
”Akan seru (bertemu Popov) karena saya juga menantikan buat pertandingan itu. Dia juga pemain yang bagus, pemain kidal lagi. Pemain kiri itu biasanya punya kelebihannya sendiri. Harus lebih siap dan harus siap capek karena dia juga tidak gampang mati, tidak gampang dimatikan juga,” ujar Jonatan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/15/3ffc46e11fe84e5b1a3e5797d746bb31-WhatsApp_Image_2026_01_15_at_15.13.24.jpeg)
Adapun ganda putra Indonesia yang juga bermain di babak 16 besar India Terbuka, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, harus mengakui keunggulan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang), 15-21, 13-21. Mereka pun menyusul ganda putri Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi yang tersingkir lebih dulu pada babak pertama.
Sabar mengaku kesulitan keluar dari tekanan lawan. Perubahan pola permainan pun tak berdampak banyak karena momentum sudah diambil Hoki/Kobayashi lebih dulu.
”Kami berharap di Indonesia Masters 2026 minggu depan bisa lebih baik daripada turnamen sebelumnya. Karena main di Istora, banyak juga pendukung yang hadir, jadi kami mau mendapat hasil maksimal,” ucap Reza.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar