Delapan wakil Indonesia melaju ke semifinal bulu tangkis SEA Games Thailand 2025. Tantangan dari lawan sepadan akan dihadapi Putri Kusuma Wardani dan kawan-kawan.
12 Des 2025 20:13 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
PATHUM THANI, JUMAT — Babak semifinal akan menjadi tantangan sesungguhnya bagi atlet bulu tangkis Indonesia pada SEA Games Thailand 2025. Mereka akan berhadapan dengan pemain yang kerap menjadi lawan dalam turnamen BWF World Tour.
Dari 10 wakil Indonesia yang turun untuk memperebutkan lima medali emas kategori perseorangan, 8 wakil lolos ke semifinal yang akan berlangsung di Gymnastic 4 Universitas Thammasat Kampus Rangsit, Pathum Thani, Thailand, Sabtu (13/12/2025). Salah satu pemain yang akan menjalani fase tersebut adalah Mohammad Zaki Ubaidillah yang menyingkirkan unggulan teratas tunggal putra asal Singapura, Loh Kean Yew, pada perempat final.
Zaki, atlet berusia 18 tahun yang merupakan anggota termuda tim bulu tangkis Indonesia, mewujudkan keinginan membuat kejutan pada SEA Games pertamanya. Kejutan baik itu dicapai saat berjumpa Loh, atlet ranking kesepuluh dunia yang tampil di SEA Games sejak 2015.
Loh, yang memiliki empat gelar juara BWF World Tour dari 11 final, meraih pencapaian tertinggi ketika menjadi juara dunia 2021 saat Zaki berusia 14 tahun. Namun, Zaki tak gentar dengan pengalaman dan prestasi lawannya itu. Dia tampil tanpa beban sehingga selalu unggul dalam perolehan skor sejak awal hingga akhir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/12/34b22537ce0782a6a04ec63c66401bad-WhatsApp_Image_2025_12_12_at_19.40.45.jpeg)
”Tidak menduga bisa menang dua gim karena saya sudah bersiap menghadapi laga ketat. Saya tidak mau berhenti di sini dan ingin melaju lebih jauh lagi,” komentar Zaki yang selalu diingatkan pelatih Indra Widjaja untuk selalu fokus dan mengeluarkan semangat juang tinggi.
Laga melawan Loh membuat Zaki mendahului rekan-rekannya yang akan menjalani tantangan besar pada semifinal. Finalis Kejuaraan Dunia Yunior 2025 itu menghadapi tantangan berat sejak awal karena dia berstatus pemain non-unggulan.
Meski bermain baik pada kategori beregu putra dan turut mengantarkan Indonesia meraih medali emas, Zaki hampir tersingkir pada babak pertama perseorangan. Dia hampir kalah saat melawan pemain Vietnam, Le Durc Phat, dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 17-21, 21-9, 21-19, lalu berhadapan dengan Loh.
Zaki melewati tantangan itu dan membuat tunggal putra Indonesia memiliki dua semifinalis, selain Alwi Farhan. Sejauh ini, atlet berusia 18 dan 20 tahun tersebut membayar kepercayaan yang diberikan PP PBSI dengan baik dengan memperoleh medali perunggu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/12/f697ef91e22272b43e2325d5e04001d6-WhatsApp_Image_2025_12_12_at_19.39.09.jpeg)
Kesempatan menaikkan level medali ada pada persaingan melawan pemain Malaysia yang akan berlangsung Sabtu. Zaki akan melawan unggulan keempat, Leong Jun Hao, sementara, Alwi berhadapan dengan Justin Hoh. Saat Indonesia melawan Malaysia pada final beregu putra, Alwi menang atas Leong, sementara Zaki mengalahkan Hoh.
”Pastinya senang bisa ke semifinal, tapi masih ada target yang harus saya penuhi. Janji dan ekspektasi untuk diri sendiri karena saya paling tahu apa yang sudah saya korbankan dan perjuangkan. Dua tahun lalu, saya masuk tim SEA Games beregu, tetapi tidak main, di perseorangan pun belum terpilih. Jadi, sekarang saya coba memantaskan diri dengan terus mencoba yang maksimal di setiap kesempatan,” tutur Alwi.
Persaingan Indonesia dan Malaysia akan terjadi pula pada semifinal ganda putra yang juga akan menjadi persaingan empat unggulan teratas. Tiga dari empat semifinalis nomor ini, bahkan, berstatus pemain ranking sepuluh besar dunia. Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani (peringkat kedelapan) akan berhadapan dengan Man Wei Chong/Tee Kai Wun (5). Sementara, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (19) menantang Aaron Chia/Soh Wooi Yik (2).
Sabar/Reza memiliki bekal keunggulan 3-1 atas Man/Tee, tetapi mereka harus mewaspadai kebangkitan ganda putra Malaysia setelah gagal mengantarkan negaranya meraih emas beregu putra. Sabar juga mengatakan bahwa atmosfer pertandingan melawan Man/Tee akan berbeda meski mereka menang dalam tiga pertemuan terakhir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/12/49b50da86146822d7e6432bb8417a91b-WhatsApp_Image_2025_12_12_at_19.39.52.jpeg)
”Ini ajang multicabang, mungkin atmosfer di lapangan akan berbeda. Namun, kami ingin meraih medali terbaik. Kami mendapat kepercayaan tampil di sini dan tidak mau mengecewakan,” kata Sabar.
Sementara, Leo mengatakan, dia akan berdiskusi dengan Sabar/Reza yang mengalahkan Chia/Soh 21-12, 21-12 pada final beregu putra. Finalis All England itu memerlukan masukan dari Sabar/Reza karena mereka selalu kalah dalam dua pertemuan dari Chia/Soh.
Tantangan menghadapi lawan sepadan, bahkan cenderung lebih berat akan lakoni Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum. Jafar/Felisha, ganda campuran peringkat kesepuluh dunia, akan menantang pasangan tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran. Adapun Rachel/Febi berhadapan dengan ganda putri peringkat kedua dunia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia).
Puavaranukroh/Paewsampran, pasangan peringkat keempat dunia, memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan lawan yang dikalahkan Jafar/Felisha pada babak pertama dan perempat final. Mereka memiliki lima gelar juara dari delapan final turnamen BWF World Tour pada 2025. Selain itu, Puavaranukroh/Paewsampran juga memiliki catatan selalu menang straight games dalam dua pertemuan dengan Jafar/Felisha, yaitu pada babak kedua Thailand Terbuka dan Perancis Terbuka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/12/8fb536850581ff0dbb5c09c28cc4e6ff-WhatsApp_Image_2025_12_12_at_13.20.30.jpeg)
Statistik tersebut menambah catatan yang harus diperhatikan Jafar/Felisha setelah memenangi perempat final saat melawan Hein Htut/Thet Htar Thuzar (Myanmar) 21-8, 21-5. Kemenangan tersebut didapat setelah Jafar/Felisha hampir disingkirkan pasangan Singapura, Wesley Koh/Li Zheng Yan, 19-21, 21-8, 19-21, pada babak pertama.
Jafar menilai, penampilan pada perempat final tidak lebih baik dibandingkan babak pertama. Ini karena kualitas permainan pasangan Myanmar tidak sebaik Koh/Li. Maka, Jafar menilai, dia dan Felisha harus lebih siap saat berhadapan dengan Puavaranukroh/Paewsampran dengan cara mempelajari kekalahan dalam pertemuan sebelumnya.
Felisha menambahkan, salah satu faktor yang harus diantisipasi adalah kecepatan permainan Puavaranukroh/Paewsampran. ”Dukungan penonton untuk mereka pasti ramai, apalagi, ini bukan ajang rutin. Namun, kami tidak mau memedulikan itu, fokus saja pada permainan,” kata Felisha.
Pada nomor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani, juga, akan berhadapan dengan lawan sepadan, Supanida Katethong (Thailand). Laga semifinal akan dijalani Putri setelah mengalahkan Karupathevan Letshanaa (Malaysia) dengan skor 21-18, 21-13 pada perempat final. Putri, yang menjalani debut di arena SEA Games, berhadapan dengan Letshanaa setelah mendapat bye pada babak pertama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/12/a5f142c64c03fe3cd07f73d4de90bcf0-WhatsApp_Image_2025_12_12_at_11.33.39.jpeg)
Atlet Indonesia berusia 23 tahun itu mendapat bye karena tunggal putri hanya diikuti 15 pemain dan Putri berstatus sebagai unggulan teratas. Dia pun memanfaatkan jeda sehari di antara final beregu putri dan perempat final perseorangan untuk mengeset ulang fokus dan memulihkan fisik.
Dengan pikiran yang fisik yang segar, Putri mengalahkan Letshanaa seperti yang dia lakukan saat Indonesia mengalahkan Malaysia, 3-2, pada semifinal beregu putri. Menurut Putri, Letshanaa bermain lebih baik dibandingkan ketika mereka bertemu pada beregu putri.
Meski telah dipastikan mendapat perunggu, tugas Putri belum selesai. Dia akan menghadapi tantangan lebih berat ketika berhadapan dengan Katethong. Kedua pemain empat kali bersaing pada ajang BWF World Tour pada 2024 dan 2025. Putri baru bisa mengalahkan Katethong pada pertemuan ketiga dan keempat, yaitu pada babak pertama All England dan babak kedua Indonesia Terbuka 2025, setelah kalah pada dua pertemuan awal.
Putri tampil lebih baik pada 2025 dibandingkan Katethong dengan mencapai final turnamen Super 500, di Hylo dan Australia Terbuka, juga, menjadi semifinalis Kejuaraan Dunia. Akan tetapi, atlet Indonesia peringkat ketujuh dunia tersebut harus mewaspadai lawan yang akan mendapat dukungan penuh penonton tuan rumah. Apalagi, sektor putri menjadi andalan Thailand setelah mereka meraih medali emas beregu putri.
Pada nomor tunggal, tuan rumah memiliki pemain senior, Ratchanok Intanon, yang akan melawan Wong Ling Ching (Malaysia), pada semifinal. Di perempat final, Intanon mengalahkan pemain Filipina, Fuentespina Christel Rei, 21-12, 21-10, sementara Wong menyingkirkan pemain Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, 21-11, 21-17.
Pembaca yang budiman, harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase