Target Lebih Tinggi Putri KW

Putri Kusuma Wardani kalah dari Akane Yamaguchi dalam semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Hasil ini menjadi motivasi mencapai target lain.

30 Agt 2025 19:53 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

PARIS, SABTU — Menjadi pebulu tangkis masa depan Indonesia, terpuruk, lalu meraih satu-satunya medali bagi Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Proses itu dilalui Putri Kusuma Wardani untuk target lain dan perjalanan lebih menantang.

Tunggal putri Indonesia itu dipastikan meraih perunggu setelah kalah dari dua kali juara dunia, Akane Yamaguchi, di semifinal. Dalam pertandingan yang berlangsung di Adidas Arena, Paris, Perancis, Sabtu (30/8/2025), Putri kalah dengan skor 17-21, 21-14, 6-21.

Walaupun tak bisa melaju ke fase akhir, ada catatan-catatan positif dari atlet yang biasa disapa dengan nama Putri KW ini, baik bagi dirinya sendiri maupun untuk tunggal putri Indonesia. Di tempat yang sama setahun lalu, sektor tunggal putri mempersembahkan satu-satunya medali bulu tangkis pada Olimpiade Paris 2024. Medali didapat ”kakak” Putri di pelatnas, Gregoria Mariska Tunjung, yang kalah pada babak ketiga di Paris 2025.

Hasil dari dua ajang besar tersebut menjadi angin segar bagi tunggal putri Indonesia setelah lama menjadi sektor minim prestasi di papan atas. Dalam persaingan Kejuaraan Dunia, Putri menjadi peraih medali pertama setelah Lindaweni Fanetri di Jakarta 2015. Adapun gelar juara dunia hanya pernah diraih Verawaty Fajrin pada 1980 dan Susy Susanti (1993).

Putri Kusuma Wardani saat tampil pada semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Paris, Perancis, Sabtu (30/8/2025). Putri kalah dari Akane Yamaguchi, 17-21, 21-14, 6-21.

Perunggu di Adidas Arena menjadi simbol peningkatan prestasi Putri di Kejuaraan Dunia. Dalam debut pada kejuaraan individu level tertinggi tersebut, Putri kalah pada babak pertama di Tokyo 2022, lalu babak kedua di Copenhagen 2023.

”Sangat luar biasa bisa mendapatkan medali perunggu di sini. Kalau bisa diulang ke belakang, rasanya sedih juga. Aku bisa berada di sini berkat orangtua dan orang-orang di belakangku yang mendukung pada saat aku jatuh,” tutur Putri.

Fase jatuh-bangun lumrah dialami atlet, termasuk Putri. Dia menjadi bintang muda bulu tangkis Indonesia ketika menjuarai Spanyol Masters 2021 pada usia 19 tahun. Turnamen kategori Super 300 tersebut merupakan turnamen kedua yang diikuti Putri di ajang BWF World Tour.

Setahun berikutnya, Putri menjuarai Orleans Masters pada level yang sama. Tunggal putri Indonesia pun memiliki atlet pelapis bagi Gregoria yang menjadi tumpuan sektor ini sejak 2018, setahun setelah naik dari persaingan di tingkat yunior.

Namun, selama dua tahun setelah juara Orleans Masters adalah masa yang berat bagi Putri. Apalagi, dia kerap dihadapkan pada pertandingan melawan unggulan di babak-babak awal turnamen.

Putri lebih sering tersingkir pada dua babak awal. Dari 17 turnamen BWF yang diikuti pada 2023, sebanyak 14 kali tersingkir di babak pertama atau kedua. Hasil terbaiknya hanya tiga kali perempat final pada level Super 300.

Putri Kusuma Wardani saat tampil pada semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Paris, Perancis, Sabtu (30/8/2025). Putri kalah dari Akane Yamaguchi, 17-21, 21-14, 6-21.

Ketika performa stagnan itu berlanjut ke tahun berikutnya, Putri menepi dari turnamen untuk berbenah pada Juni 2024. Dia menjalani latihan lebih keras dibandingkan program lain yang pernah dilahapnya. Proses membangun fisik dan kemampuan teknis dilakukan seiring menata ulang mental dan motivasi.

Dari kondisi terpuruk, dia perlahan bangkit. Saat kembali ke kompetisi, September 2024, Putri mencapai final dalam dua turnamen beruntun, Taiwan Terbuka dan Hong Kong Terbuka. Semifinal pertama pada level tinggi diraih di Denmark Terbuka 750, diikuti gelar juara Korea Masters Super 300.

Awal 2025 dijalani dengan baik saat mencapai perempat final Malaysia Terbuka dan Indonesia Masters, serta semifinal Thailand Masters. Dari 10 turnamen dan Kejuaraan Asia, Putri tujuh kali mencapai perempat final atau lebih.

Permainannya kian matang saat menghadapi atlet-atlet terbaik dunia meski masih tetap memiliki kekurangan untuk dibenahi. Saat melawan Yamaguchi, Putri terlambat ”panas” di gim pertama. Setelah tertinggal 8-13, barulah dia berbalik unggul 14-13. Namun, tambahan enam poin beruntun untuk Putri dihentikan Yamaguchi yang meraih empat poin berikutnya dengan cepat.

Putri bisa mengontrol jalannya pertandingan dengan lebih baik pada gim kedua. Dia membuat Yamaguchi harus bekerja keras mengembalikan kok yang sering dipukul dengan arah menyilang. Cara ini dilakukan untuk menjauhkan kok dari jangkauan Yamaguchi.

Putri Kusuma Wardani mengembalikan kok dengan ”backhand” pada semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Paris, Perancis, Sabtu (30/8/2025). Putri kalah dari Akane Yamaguchi, 17-21, 21-14, 6-21.

Putri melakukan hal yang sama saat mengalahkan juara dunia 2019, Pusarla V Sindhu, di perempat final dalam tiga gim. Akan tetapi, dengan postur yang lebih pendek dari Sindhu, Yamaguchi bisa bergerak lebih lincah hingga Putri harus selalu berada dalam keadaan siap menghadapi berbagai situasi. Adu refleks dalam pukulan di dekat net berulang kali terjadi.

Namun, Putri tak bisa menerapkan pola yang sama pada gim penentuan karena Yamaguchi bermain dengan ritme cepat sejak awal. Putri pun selalu berada dalam posisi tertekan hingga hanya bisa mendapat enam poin.

”Saya tidak siap dengan perubahan pola permainan Akane mulai awal gim ketiga. Dia meningkatkan kecepatan dan menyerang sepanjang gim, padahal itu bukan pola yang biasa dia mainkan,” kata Putri.

Dari permainan tersebut, Putri menyebut salah satu bahan evaluasi untuk turnamen-turnamen lain, yaitu cepat tanggap ketika lawan mengubah pola main. Dia bisa menerapkan permainan lebih baik saat menjalani Tur Asia, Hong Kong dan China Terbuka, pada September.

Putri Kusuma Wardani saat bertanding melawan Akane Yamaguchi pada semifinal Kejuaraan Dunia di Paris, Sabtu (30/8/2025).

Untuk jangka panjang, Putri telah menatap target yang lebih tinggi, yaitu bermain di Olimpiade Los Angeles 2028 dan naik podium. ”Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa bersaing di level top 10,” katanya.

Peluang tiga gelar Yamaguchi

Dengan kemenangannya, Yamaguchi berpeluang menambah gelar juara dunia yang didapat pada 2021 dan 2022. Dia bisa mencapai itu jika menang atas An Se-young atau Chen Yu Fei di final.

Seandainya tiga gelar juara itu didapat, Yamaguchi bisa menyamai prestasi Carolina Marin. Atlet Spanyol ini menjadi satu-satunya tunggal putri yang memiliki tiga gelar juara dunia (2014, 2015, 2018) sejak ajang tersebut diselenggarakan pada 1977.

Marin bahkan melampaui prestasi atlet-atlet China yang mendominasi persaingan tunggal putri pada era 1980-an hingga 2012. Dalam periode tersebut, China memiliki Li Ling Wei, Ye Zhao Ying, Zhang Ning, Xie Xing Fang, dan Wang Yi Han.

Akane Yamaguchi, of Japan, eyes the shuttlecock during her Women's Singles semifinal match against Putri Kusuma Wardani, of Indonesia, at the Badminton World Championships, Saturday, Aug. 30, 2025 in Paris. (AP Photo/Aurelien Morissard)

Pada persaingan ganda putri, setelah menjadi pemain Malaysia pertama yang meraih medali, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan memiliki kesempatan menjadi juara dunia. Mereka mengalahkan Nami Matsuyama/Chiharu Shida di semifinal dengan skor 14-21, 21-13, 21-12.

Meskipun memiliki banyak atlet dengan prestasi level dunia, Malaysia baru mendapat gelar juara dunia di Tokyo 2022. Gelar itu didapat ganda putra, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, yang mengalahkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di final.

Selain Tan/Muralitharan, Malaysia menempatkan wakil lainnya di final ganda campuran. Chen Tang Jie/Toh Ee Wei akan berhadapan dengan Jiang Chen Bang/Wei Ya Xin (China) setelah mengalahkan wakil tuan rumah, Thom Gicquel/Delphine Delrue, 21-18, 21-16.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra