GOLAZO

”Tarian” Archie Gemmill Mendekatkan Skotlandia pada Keajaiban di Mendoza

Meliuk, menerobos, mengangkat bola hingga masuk ke gawang. Archie Gemmill mengukir gol indah yang sempat mendekatkan Skotlandia pada keajaiban di Piala Dunia 1978.

19 Jun 2026 19:20 WIB · Olahraga

FIFA

Oleh Rebiyyah Salasah

Archibald ”Archie” Gemmill datang ke Piala Dunia 1978 tanpa nama besar sebagai pencetak gol ulung dari Skotlandia. Namun, Gemmill pulang sebagai salah satu pencetak gol indah yang aksinya dikenang sepanjang masa. Kala itu, ”tarian” Gemmill mendekatkan Skotlandia pada keajaiban di Mendoza (miracle of Mendoza).

Skotlandia dianggap sebagai kuda hitam dan digadang-gadang sebagai calon juara di Piala Dunia 1978. Pelatih Ally McLeod bahkan menjanjikan timnya akan keluar sebagai pemenang pada ajang tersebut.

Akan tetapi, kuda hitam itu hanya bisa membawa pulang satu poin dari dua laga awal babak pertama fase grup. ”Tartan Army” kalah 1-3 dari Peru dan cuma imbang 1-1 melawan Iran. Untuk bisa melaju ke babak selanjutnya, Skotlandia butuh kemenangan dengan selisih tiga gol pada laga terakhir.

infografik
Golazo
Gol Archie Gemmil Penyisihan Grup D Piala Dunia 1978

Problemnya, lawan terakhir di fase grup pertama adalah Belanda yang akan dihadapi di Stadion Malvinas, yang sebelumnya bernama Stadion Mendoza, pada 11 Juni.

Empat tahun sebelumnya, Belanda adalah runner-up Piala Dunia dengan permainan total football-nya. Kemenangan tampak jauh dari Skotlandia.

Apalagi dengan total football, Belanda piawai mengubah ruang sesempit mungkin ketika Skotlandia menguasai bola. Mereka dengan cepat berusaha menutup pergerakan lawan. Hal itu pula yang terjadi ketika Gemmill menggiring bola di dekat kotak penalti.

Pemain Skotlandia, Archie Gemmill, mencetak gol setelah tarian indah ke gawang Belanda di Piala Dunia 1978 Argentina.

Quote

Saya tidak berpikir untuk mengoper bola melewati sela-sela kaki pemain lawan atau ke arah mana pun. Anda membuat keputusan saat pemain lawan membuat keputusan mereka.

Saat Gemmill menguasai bola, Skotlandia sedang mendapatkan kepercayaan diri berkat keunggulan 2-1. Gol Kenny Dalglish dan lesakan penalti Gemmill membalas gol Rob Resenbrink.

Di antara ruang sempit itu, Gemmill menunjukkan keistimewaannya. Gelandang bertubuh mungil ini melewati tekel Wim Jansen, meliuk menerobos di antara kaki Ruud Krol, lalu menyelipkan bola di sela-sela kaki Jan Poortvliet.

Rangkaian tarian itu diakhiri dengan aksi Gemmill menantang sudut sulit untuk melengkungkan bola melewati kiper Jan Jongbloed. Belanda dibuat takjub oleh sang pengatur serangan berpostur 165 sentimeter itu.

”Anda tidak bisa merencanakannya. Itu hanya insting,” kata Gemmill kemudian tentang golnya kepada The Guardian.

Tangkapan layar arsip berita utama/"headline" harian Kompas di halaman 1 berjudul "Argentina Juara Piala Dunia 1978". Berita dimuat pada Senin 26 Juni 1978.

”Saya tidak berpikir untuk mengoper bola melewati sela-sela kaki pemain lawan atau ke arah mana pun. Anda membuat keputusan saat pemain lawan membuat keputusan mereka. Jadi, ketika Jan Poortvliet melakukan tekel, saya hanya menendang bola melewatinya,” ujarnya lagi.

Berkat gol itu, Skotlandia menambah keunggulan atas Belanda. Gemmill mendekatkan keajaiban di Mendoza untuk Skotlandia. Sang kuda hitam melihat jalannya mewujudkan harapan kembali terbuka.

Gol Gemmill bahkan melampaui sepak bola. Sebuah referensi terkenal tentang gol tersebut muncul dalam film Inggris Trainspotting. Tarian Gemmill juga jadi inspirasi penari dan koreografer Andy Howitt untuk menciptakan rutin balet.

”Sepak bola adalah puisi dan tarian. Gerakannya luar biasa. Itulah yang saya coba tangkap, keindahan sederhana dari seorang pria yang memahami bahwa ia akan menciptakan sesuatu yang benar-benar menakjubkan,” ujar Howitt tentang baletnya.

Suporter Skotlandia berpose untuk foto menjelang pertandingan sepak bola Grup C Piala Dunia 2026 antara Haiti dan Skotlandia di Stadion Boston, Foxborough pada 13 Juni 2026. 

(Foto oleh FRANCK FIFE / AFP)
Scotland fans pose for pictures ahead of the 2026 World Cup Group C football match between Haiti and Scotland at the Boston Stadium in Foxborough on June 13, 2026. (Photo by FRANCK FIFE / AFP)

Skotlandia hanya membutuhkan satu gol lagi untuk lolos. Namun, alih-alih mencetak gol, ”Tartan Army” justru kebobolan lagi lewat gol John Rep. Keajaiban seakan kembali menjauhkan diri.

Pada akhirnya, Skotlandia memang tetap menang. Namun, kemenangan 3-2 tak cukup bagi mereka lolos ke babak berikutnya menemani Peru.

Skotlandia telah mengalami kekecewaan demi kekecewaan pada setiap penampilan di Piala Dunia. Bahkan Sir Alex Ferguson yang hebat pun tidak mampu membawa Skotlandia lolos ke babak selanjutnya di edisi 1986.

Namun, pada Piala Dunia 1978, Skotlandia setidaknya memberi penggemar mereka yang telah lama menderita sesuatu untuk dinikmati dan dikenang dalam waktu lama, ”tarian” lewat gol indah Gemmill.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji