Bukan Liverpool ataupun Arsenal, Isak justru dirumorkan akan pindah ke klub dari Arab Saudi. Hal itu masuk akal dari sisi finansial, tetapi tidak dari segi prestasi.
21 Jul 2025 18:30 WIB · Olahraga
Cinta saja tidak cukup. Kalimat itu agaknya cocok untuk menggambarkan situasi penyerang Newcastle United Alexander Isak saat ini. Isak berkali-kali mengungkapkan kecintaan terhadap klubnya, tetapi semua itu masih belum bisa membuat sang bintang berkomitmen 100 persen ke Newcastle.
Teka-teki masa depan Isak muncul ketika laga pramusim Newcastle di Stadion Celtic Park, Glasgow, Skotlandia, Sabtu (19/7/2025). Isak tidak dimasukkan ke dalam skuad untuk berhadapan dengan tuan rumah Celtic. Dia bahkan dipulangkan dari Glasgow sebelum pertandingan.
”Itu keputusan saya. Dia berangkat bersama kami ke Glasgow, tetapi saya memutuskan untuk mengirimnya pulang karena spekulasi (transfer) yang muncul. Terlepas dari itu, saya masih meyakini dia akan menjadi pemain Newcastle pada akhir jendela transfer,” kata Pelatih Newcastle Eddie Howe.
Situasi itu terasa cukup ganjil. Isak justru dipulangkan setelah rumor kepindahannya ke Liverpool mulai mereda. Beberapa hari sebelumnya, menurut The Athletic, Liverpool sempat menanyakan kemungkinan transfer sang penyerang kepada Newcastle. Upaya negosiasi ditolak.
Hanya sehari berselang, Liverpool langsung berpindah target ke penyerang berbakat Eintracht Frankfurt, Hugo Ekitike. Kedua klub mencapai kesepakatan pada Senin (21/7/2025), senilai 69 juta pound sterling dan potensi tambahan 10 juta pound sterling berdasar pencapaian klub dan pemain. Artinya, masa depan Isak kemungkinan besar tidak berhubungan dengan Liverpool.
Sejak jendela transfer musim panas dibuka, nyaris hanya Liverpool dan Arsenal yang dikaitkan dengan striker tim nasional Swedia tersebut. Adapun Arsenal sedang berada dalam tahap akhir untuk meresmikan transfer penyerang Sporting CP, Viktor Gyokeres.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/05/20/80b5eeb7-808b-40db-92dc-3e08983cccb0_jpg.jpg)
Menariknya, rumor tentang Isak turut diperkuat dengan pernyataan dari sang agen. ”Kami sedang mempelajari dan menganalisis seluruh opsi, dan kemungkinan sudah dekat untuk menentukan langkah selanjutnya untuk sang pemain,” kata Gonzalo Gaitan kepada media Arab Saudi, Arriyadiyah.
Kendala terbesar bagi para klub yang ingin mendatangkan Isak adalah uang. Dia dilabeli dengan harga mulai dari 120-150 juta pound sterling. Nilai tersebut sangat sepadan dengan kualitas Isak, tetapi kurang realistis karena bisa mengganggu stabilitas finansial klub pembeli.
Berbicara soal harga selangit, rumor pun mengarah ke klub-klub Arab Saudi. Hanya mereka yang mampu mendatangkan pemain dengan harga di luar nalar. Benar saja, menurut L’Equipe, Al-Hilal sudah memasuki tahap negosiasi untuk memboyong Isak dalam beberapa hari terakhir.
Pertanyaan selanjutnya muncul, apakah Isak akan merelakan puncak kariernya dengan pindah ke Arab Saudi? Seperti diketahui, dia merupakan salah satu penyerang paling bersinar di Liga Inggris setelah mengoleksi 44 gol dalam dua musim. Usianya juga baru 25 tahun, masih terbilang muda.
Rumor kepindahan semakin tidak masuk akal karena prinsip Isak selama ini. Dia dikenal sebagai sosok yang sangat ambisius untuk berprestasi. Bahkan, menurut banyak media lokal Inggris, Isak baru akan memikirkan untuk pindah jika Newcastle gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Isak sangat ingin bermain di Liga Champions, kompetisi antarklub paling bergengsi sedunia. Dia baru enam kali bermain di turnamen tersebut. Adapun rumor transfernya sempat mereda pada akhir musim lalu karena Newcastle berhasil lolos ke Liga Champions.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/09/03/1e3c66b2-40eb-4220-bf7a-c92e7e9bb1df_jpg.jpg)
Howe menyerahkan keputusan kepada penyerang bertubuh jangkung itu. Dia hanya bisa mendukung apa pun pilihan Isak di masa depan. ”Saya sempat berdiskusi dengannya, tetapi tidak ada yang spesial dari itu. Saya menghormati karier para pesepak bola dan betapa singkatnya itu,” ujarnya.
Isak sering sekali mengungkapkan kecintaannya kepada klub, serta warga dan kota Newcastle, dalam wawancara. Dia bahkan sempat berjanji memberikan lebih banyak lagi untuk Newcastle setelah juara Piala Liga, Maret lalu. Itu merupakan trofi pertama Newcastle sejak 1969.
”Saya punya ambisi yang tinggi. Saya berusaha menciptakan sejarah saya sendiri di Newcastle. Saya senang dengan apa yang telah saya lakukan sejauh ini, tetapi selalu melihat ke depan. Saya sangat menikmati sepak bola dan di mana saya berada dalam karier saat ini,” kata Isak.
Newcastle tidak punya keharusan menjual Isak. Sang pemain masih terikat kontrak sampai musim panas 2028. Namun, mereka berpotensi kehilangan pemasukan sangat besar jika melewatkan tawaran tersebut, apalagi jika dari Arab Saudi. Uang itu bisa digunakan untuk berinvestasi ulang ke pemain baru.
Pandangan pragmatis serupa, soal uang, mungkin juga yang menjadi pertimbangan Isak jika harus pindah ke Timur Tengah. Pada akhirnya, sepak bola modern adalah tentang industri.
Uang sering kali menjadi raja. Sebelum Isak, sudah banyak pemain hebat yang menempuh jalan serupa. (AP/AFP)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase