Teka-teki Batik Jeffrey Epstein dan Bill Clinton

Departemen Kehakiman AS menyiarkan sebagian berkas Jeffrey Epstein.  Ada Bill Clinton memakai batik.  Ada Donald Trump di berbagai foto lain.

20 Des 2025 14:50 WIB · Internasional

U.S. Department of Justice Department

Oleh Kris Mada

WASHINGTON DC, SABTU — Departemen Kehakiman dan DPR Amerika Serikat kembali menyiarkan berkas pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Dalam beberapa foto di antaranya, ada mantan Presiden Bill Clinton dan Presiden Donald Trump.

Berkas disiarkan pada Jumat (19/12/2025) malam waktu Washington DC atau Sabtu pagi WIB. Di sebagian berkas, ada foto-foto Clinton dan Epstein yang sama-sama memakai batik.

Tidak diketahui kapan dan di mana foto itu direkam. Tidak ada penjelasan pula dari mana Clinton dan Epstein mendapatkan batik tersebut.

Mendiang Epstein meninggal di penjara pada Agustus 2019. Waktu itu, ia sedang ditahan dalam kasus mucikari dan perdagangan orang di bawah umur.

Meski bisnisnya tak jelas, ia bisa kaya dan berkenalan dengan banyak tokoh penting di berbagai negara. Diduga, koneksi itu terjalin karena ia menyediakan perempuan di bawah umur untuk jadi korban fantasi seksual para tokoh.

Dalam berkas yang disiarkan oleh Departemen Kehakiman, tidak ada penjelasan soal lokasi dan waktu perekaman foto. Departemen Kehakiman AS tidak menyebutkan apa kaitan foto-foto Clinton dengan penyelidikan kasus Epstein. Clinton tidak pernah diselidiki atau didakwa terkait Epstein.

Selain Clinton, Epstein terekam dalam berbagai kesempatan berfoto bersama Trump. Waktu itu, Trump masih sibuk menjadi pengusaha dan belum masuk politik praktis. Hanya, dibandingkan foto-foto Clinton, berkas dan foto terkait Trump amat sedikit.

This undated photo released by the U.S. Department of Justice shows former President Bill Clinton and Jeffrey Epstein. (U.S. Department of Justice Department via AP)

Dalam berkas Epstein juga terekam sejumlah tokoh lain, termasuk pendiri Microsoft Bill Gates, pendiri Virgin Galactic Richard Branson, sampai mendiang penyanyi Michael Jackson. Tidak diketahui mengapa Epstein merekam foto orang-orang itu.

Berkas yang disiarkan telah disunting besar-besaran. Berkas tulisan telah dihitamkan agar tidak bisa dibaca. Sementara berkas foto telah ditutup bagian wajah untuk beberapa orang. Penutupan terutama untuk para perempuan yang diduga di bawah umur.

Sederet tokoh terseret skandal Epstein. Salah satunya adalah anak mendiang Ratu Inggris Elizabeth II, Andrew Mountbatten-Windsor.

Beberapa bulan lalu, Raja Charles III mencabut seluruh dukungan Keluarga Kerajaan Inggris untuk Andrew. Karena itu, Andrew kehilangan gelar pangerannya. Charles adalah kakak Andrew.

Selain Andrew dan Branson, orang Inggris lain dalam berkas Epstein adalah Sarah Ferguson, Mick Jagger, dan Peter Mandelson. Ferguson mantan istri Andrew, Jagger vokalis Rolling Stones, dan Mandelson bekas Duta Besar Inggris di AS.

Terus menyiarkan

Departemen Kehakiman menyatakan akan terus menyiarkan berkas-berkas Epstein. Sementara politisi Demokrat menuding departemen itu berusaha melindungi Trump dari belitan kasus Epstein.

Selama berbulan-bulan sejak kembali dilantik, Trump berusaha mencegah berkas itu disiarkan ke publik. Ia mengatakan, sebaiknya warga AS fokus pada isu lain daripada memikirkan berkas Epstein.

Namun, tekanan publik terus membesar. Akhirnya pada 19 November 2025, Trump meneken aturan yang memandatkan berkas itu disiarkan. Departemen Kehakiman punya waktu sampai 19 Desember 2025 untuk menyiarkan seluruh berkas Epstein.

Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengatakan, ada ratusan ribu berkas disiarkan bertahap. Sebagian disiarkan pada Jumat, sebagian lagi akan menyusul.

Faktanya, pada Jumat hanya disiarkan 4.000 lembar berkas yang mayoritas berupa salinan foto. Salinan itu dibuat Biro Penyelidik Federal (FBI) ketika menggeledah rumah Epstein di New York dan Kepulauan Virgin AS.

Dalam surat kepada Kongres AS, Blanche mengungkapkan, berkas yang disiarkan belum seluruhnya. Penyiaran diharapkan selesai pada akhir bulan ini.

This undated photo from the personal collection of Jeffrey Epstein provided by the Democrats on the House Oversight Committee on December 12, 2025, shows US President Donald Trump (L), flanked by Epstein (C), talking to an unknown woman. Democratic lawmakers released a new cache of photos on Friday from the estate of convicted sex offender Jeffrey Epstein that includes images of US President Donald Trump and former president Bill Clinton, as well as former Trump advisor Steve Bannon, former Clinton treasury secretary Larry Summers, director Woody Allen and the ex-prince now known as Andrew Mountbatten-Windsor. (Photo by HANDOUT / House Oversight Democrats / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO /  HOUSE OVERSIGHT COMMITTEE DEMOCRATS / HANDOUT /  " - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Salah satu korban Epstein, Marina Lacerda, berharap pemerintah tidak terus menutupi kasus itu. Waktu jadi korban, Lacerda berusia 14 tahun. ”Masukkan semua ke berkas dan berhenti menyunting nama yang tak perlu disunting,” katanya.

Anggota DPR dari Demokrat, Ro Khanna dari Republikan, Thomas Massie ikut marah dengan keputusan Departemen Kehakiman AS membatasi dan menyunting besar-besaran berkas Epstein yang disiarkan. Mereka bisa maklum kalau penyuntingannya terhadap para korban, yakni perempuan yang dulu masih di bawah umur. Mereka tak bisa menerima kalau penyuntingannya untuk menyembunyikan kebejatan para tokoh.

”Penyiaran hari ini gagal mematuhi semangat dan aturan yang diteken Donald Trump 30 hari lalu. Kami akan terus mendorong penyiaran dokumen sebenarnya,” kata Massie.

Senator Jeff Merkley mengatakan, penyiaran pada Jumat bukan cuma melanggar aturan yang dibuat pemerintahan Trump. Penyiaran itu juga menyangkal keadilan bagi para korban Epstein. Ia mengatakan akan terus menjajaki semua cara untuk mengantarkan keadilan itu. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase