Teka-teki Louis Van Gaal dan Jabatan Direktur Teknik Timnas Indonesia

Bagi Van Gaal, sepak bola bukanlah permainan tim semata. Lebih dari itu, Van Gaal membawa filosofi sepak bola yang menitikberatkan tanggung jawab pada setiap pemain.

09 Jan 2025 10:01 WIB · Riset

Oleh Andreas Yoga Prasetyo

Nama Louis van Gaal mendadak menjadi bahan perbincangan warganet Indonesia sejak 5 Januari 2025 lalu. Pantauan melalui aplikasi Talkwalker sepanjang 5-6 Januari 2025 terdapat 2.457 unggahan terkait konten ”Louis van Gaal” di media digital dengan 28.142 interaksi warganet dari berbagai platform.

Dari konten yang paling banyak mendapat engagement warganet, interaksi terkait Louis van Gaal lekat dengan beredarnya informasi bahwa PSSI akan menunjuk Louis van Gaal sebagai direktur teknik timnas Indonesia. Louis van Gaal disebutkan akan berduet kembali dengan Patrick Kluivert yang didapuk sebagai pelatih timnas Indonesia.

Informasi tersebut beredar mengiringi keputusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI yang mengakhiri kontrak Shin Tae-yong dari jabatan pelatih timnas Indonesia (6/1/2025). Pada saat yang hampir bersamaan, media Spanyol, Marca, kemudian memberitakan ”Tandem yang Tak Terduga: Kluivert dan Van Gaal di Timnas Indonesia”.

Pemberitaan Marca merujuk pada jurnalis ”spesialis” transfer asal Italia, Fabrizio Romano, sebagai sumber tulisannya. Kluivert akan menjadi pelatih, sedangkan Van Gaal dikabarkan menjadi Direktur Teknik PSSI (Kompas.id 7/1/2025).

Pelatih Belanda Louis van Gaal (kiri) didampingi asistennya Edgar Davids menyimak laga dari pinggir lapangan saat melawan Wales dalam Liga Nasional Eropa grup 4 di Stadion Cardiff City, Cardiff, Wales, Kamis (9/6/2022) dini hari WIB. Melawan Wales, Louis Van Gaal melakukan rotasi pemain kuncinya setelah beberapa hari lalu berhasil menaklukkan Belgia 4-1 di penyisihan Liga Nasional Eropa.

Konten terkait Louis van Gaal di media digital tersebut terus naik menjadi 8.442 unggahan dan memunculkan 113.080 interaksi hingga 8 Januari 2025. Puncak interaksi warganet terkait konten Louis van Gaal terjadi pada 7 Januari 2025 pukul 08.00-09.00.

Meningkatnya interaksi terhadap konten Louis van Gaal ini dipicu adanya bantahan dari legenda sepak bola Belanda Ruud Gullit bahwa Van Gaal akan menjadi direktur teknik timnas Indonesia seperti yang diberitakan sebelumnya oleh Marca.

Dalam perkembangannya, pada 8 Januari 2025, PSSI secara resmi menetapkan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru timnas Indonesia. Kluivert dikontrak dua tahun hingga 2027 dan dibantu oleh dua asisten pelatih dari Belanda, yakni Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Sementara nama Van Gaal tidak disebutkan dalam pengumuman PSSI tersebut (Kompas.id 8/1/2025).

Namun, nama Van Gaal dan timnas Indonesia kembali menjadi sorotan setelah muncul aksi Van Gaal dalam video berdurasi 15 detik di akun media sosial X milik ESPN Belanda pada 7 Januari 2025. Dalam video pendek itu, Van Gaal yang mengenakan jas seperti kebiasaannya saat mendampingi tim di pertandingan resmi melontarkan pertanyaan ”Are you ready?”

<p>Manajer Timnas Belanda Louis van Gaal (tengah) duduk di kursi roda dari tribune saat timnya melawan Norwegia pada laga penyisihan Piala Dunia 2022 grup G di Stadion De Kuip, Rotterdam, Belanda, Rabu (17/11/12) dini hari WIB. Pada laga itu, Belanda menang dengan skor 2-0.</p>

 

Rekam jejak Van Gaal dalam melatih klub sepak bola

Di balik teka-teki Van Gaal menjadi direktur teknik timnas Indonesia, ia memiliki reputasi besar sebagai pelatih sepak bola dunia. Pada level klub, pelatih kelahiran Amsterdam, Belanda, 8 Agustus 1951 ini menjadi pelatih klub-klub papan atas Eropa. Sejak 1989-2016, Van Gaal pernah melatih Ajax Amsterdam, Barcelona, Bayern Muenchen, hingga Manchester United.

Selama melatih klub-klub ternama tersebut, Van Gaal meraih sejumlah prestasi. Saat menangani Ajax Amsterdam, misalnya, Van Gaal sukses membawa pulang trofi Liga Champions pada tahun 1995 setelah menaklukkan AC Milan di partai final. Gelar Bundesliga serta meraih Piala Jerman juga berhasil diraih saat Van Gaal menukangi Bayern Muenchen pada musim kompetisi 2009/2010.

Nama Van Gaal juga dikenal publik Inggris pada kurun waktu 2014-2016. Saat itu, Van Gaal menerima tawaran untuk melatih Manchester United. Van Gaal kemudian sukses memberikan trofi Piala FA 2016 bagi MU.

Selain sebagai pelatih, Van Gaal juga berpengalaman sebagai direktur teknik klub Ajax Amsterdam pada tahun 2003-2004. Pada periode ini, Ajax berhasil menjuarai Liga Belanda. Van Gaal menjadi sosok penting di balik catatan sejarah prestasi Ajax sebagai pelatih ataupun sebagai direktur teknik.

infografik Karier Kepelatihan Louis van Gaal

 

Prestasi Van Gaal bersama timnas

Tak hanya klub, pada level timnas, Van Gaal juga menorehkan prestasi. Catatan pembuka prestasi ditorehkan saat Van Gaal melatih timnas Belanda U-20 pada tahun 2001. Saat itu, Belanda berhasil menembus babak delapan besar pada ajang Piala Dunia U-20.

Lebih dari satu dekade berselang, Van Gaal dipercaya sebagai pelatih timnas Belanda. Van Gaal dipercaya sebagai pelatih kepala oleh Federasi Sepak Bola Belanda seusai Bert van Marwijk mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban kegagalan dalam Piala Eropa 2012.

Keputusan federasi sepak bola Belanda menunjuk Van Gaal boleh dikata sebagai keputusan yang tepat. Setelah berhasil membawa tim Belanda lolos Piala Dunia 2014, Van Gaal membawa tim Belanda terus melaju hingga ke babak semifinal Piala Dunia.

Sayangnya, pada babak semifinal, Belanda harus tunduk dari Argentina melalui adu penalti. Kegagalan pada babak semifinal ini terbayarkan pada perebutan peringkat ketiga. Belanda berhasil menjadi juara ketiga Piala Dunia 2024 setelah menekuk tuan rumah Brasil.

Catatan keberhasilan serupa kembali ditorehkan Van Gaal pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Hanya saja, langkah Belanda terhenti pada babak perempat final setelah ditaklukkan Argentina. Kegagalan ini diikuti oleh keputusan Van Gaal untuk mundur dari kursi pelatih.

Saat itu, banyak yang memprediksi bahwa Piala Dunia 2022 merupakan turnamen terakhir yang diikuti oleh Van Gaal sebelum memutuskan untuk pensiun. Namun, hingga saat ini Van Gaal masih dipercaya sebagai konsultan klub besar Ajax Amsterdam setelah pensiun sebagai pelatih timnas.

infografik Prestasi Louis van Gaal di Level Tim Nasional

 

Filosofi sepak bola Van Gaal

Dalam karier kepelatihannya, Van Gaal dikenal sebagai pelatih yang egaliter. Pemain senioritas dan pemain muda punya peluang serta tanggung jawab yang sama dalam membangun tim. Van Gaal bahkan pernah meminta Pep Guardiola untuk menjadi kapten pada usia 27 tahun saat melatih Barcelona.

Keputusan ini boleh dibilang mendobrak tradisi karena biasanya sosok kapten yang dipilih merupakan pemain paling senior. Persamaan kesempatan bagi seluruh pemain ini juga tampak saat Van Gaal memberikan kesempatan bagi dua pemain muda, Xavi dan Andres Iniesta, untuk bermain dalam tim utama Barcelona (Kompas, 7/7/2014).

Bagi Van Gaal, sepak bola tidak hanya sekadar tentang permainan tim, melainkan tanggung jawab setiap pemain. Setiap pemain harus memiliki tanggung jawab terhadap tugas masing-masing, baik itu pemain muda maupun pemain senior.

Melalui pendekatan ini, para pemain memiliki rasa percaya diri, tanggung jawab, hingga berdampak pada kapabilitas dan prestasi tim. Reputasi Van Gaal ini yang boleh jadi dapat menjawab harapan fans bola nasional akan sosok juru taktik yang lebih hebat pasca-pemecatan pelatih Shin Tae-yong. (Litbang Kompas)

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Andreas Yoga Prasetyo
 | 

Editor:

Yohan Wahyu
 | 

Infografik:

Dicky Indratno
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .