Setelah memutuskan berpisah dengan Red Sparks dan tinggalkan Korea, Megawati Hangestri masih bungkam soal masa depannya. Ke mana kemungkinan ia akan berlabuh?
13 Apr 2025 12:35 WIB · Olahraga
Pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, memutuskan mengakhiri dua musim kebersamaannya dengan Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks selepas musim 2024-2025. Megawati masih bungkam soal ke mana selanjutnya ia akan berlabuh, tetapi sedikitnya dua opsi bisa menjadi pilihannya berkarier pada masa depan.
Megawati berpisah dengan Red Sparks setelah mengantarkan klub tersebut meraih posisi runner up Liga Bola Voli Korea atau V League 2024-2025. Pencapaian ini lebih baik daripada musim pertamanya yang membawa Red Sparks finis pada peringkat ketiga.
"Sudah dua tahun saya jauh dari orang tua (di Indonesia), orang tua saya tinggal satu-satunya yaitu ibu, jadi harus peduli," ucap Megawati soal alasannya memutuskan berpisah dengan Red Sparks kepada media Korea Selatan, KBS Sports.
Terlepas dari itu, Megawati mengaku bersyukur karena mendapatkan kesempatan bermain di Red Sparks dan mendapatkan kepercayaan dari pelatih Ko Hee-jin. Dengan kesempatan itu, pemain asal Jember, Jawa Timur, ini bisa mengeluarkan bakatnya.
Kesempatan bermain dan mengeluarkan bakat itu, kata Megawati, juga membuktikan bahwa pebola voli Indonesia pun bisa bersaing di negara lain. “Orang Indonesia ada kok yang bisa main bola voli, bisa bersaing dengan orang-orang di luar negeri. Jadi saya bersyukur bisa jadi pembuka jalan buat teman-teman saya," tuturnya lagi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/05/9c63fab69cccd1caef3de6951c7138ee-media_image_62751_103__3_22.png)
Sementara itu, keputusan Megawati tidak melanjutkan karier di Korea Selatan ini menyisihkan opsi yang sebelumnya sempat muncul dan ramai diperbincangkan di “Negeri Ginseng”. Pilihan itu adalah Megawati mendaftar untuk draft musim depan sebagai pemain asing umum, bukan pemain asing Asia.
Menurut regulasi V League, pemain asing umum memiliki batas gaji tertinggi sebesar 250.000 dollar Amerika Serikat, lebih besar dari besaran gaji maksimum Megawati pada musim ini sebagai pemain asing Asia, yaitu sebesar 150.000 dollar AS. Opsi ini juga memungkinkan Megawati memperpanjang kerja sama langsung dengan Red Sparks, tidak perlu lewat undian dengan probabilitas peringkat terbalik.
Namun, ada pula opsi lain, yang juga sempat dikemukakan CEO Vision Internasional yang merupakan agen domestik Megawati, Kim Seong-hoon. Opsi itu adalah Megawati meninggalkan V League dan berkarier di negara lain. Media Korea Selatan, Yonhap, bahkan mengeklaim, Megawati menarik minat klub-klub dari Jepang dan Turki.
Megawati masih memilih untuk bungkam terkait masa depannya. “Masih rahasia. Tunggu saja kabar selanjutnya,” ujar Megawati yang sudah kembali ke Indonesia sejak Jumat (11/4/2025).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/21/cfaa5d82-1c5c-45d8-80b4-5d23317cffb6_jpg.jpg)
Salah satu opsi yang juga sempat muncul ialah Megawati kembali berkarier di Indonesia bersama tim Proliga, kompetisi kasta tertinggi bola voli Tanah Air. Nama Megawati memang sempat dikaitkan dengan salah satu tim peserta Proliga, Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia.
Megawati disebut-sebut akan memperkuat Petrokimia yang bakal berlaga pada babak final four Proliga 2025 mulai Kamis (17/4/2025). Petrokimia dihuni banyak pemain dari Bank Jatim, klub asal Megawati.
Namun, Petrokimia juga masih bergeming soal kabar tersebut. Sikap serupa juga ditunjukkan tim-tim Proliga lain ketika ditanya tentang tambahan pemain lokal atau pemain asing menjelang final four.
Apabila Megawati memutuskan bermain di Proliga lagi, opsi ini tidak menegasikan pilihan lain untuk berkarier di luar negeri. Proliga musim ini rampung pada 11 Mei 2025, sedangkan liga-liga luar negeri seperti Jepang dan Turki biasanya baru dimulai pada Oktober.
Opsi ini akan memungkinkan Megawati bermain di dalam negeri dan luar negeri sekaligus, seperti musim lalu. Selepas membawa Jakarta BIN juara Proliga 2024, Megawati kemudian langsung berangkat ke Korea untuk bergabung dengan Red Sparks.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/21/c47cfa98-2619-48fe-aee8-74558b90965a_jpg.jpg)
Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia, Loudry Maspaitella, sempat mengatakan, pengalaman berkarier di Korea Selatan menjadi modal berharga Megawati meningkatkan kemampuannya. Pengalaman itu juga akan jadi bekal untuk petualangannya selanjutnya.
Menurut Loudry, salah satu opsi yang bisa diambil Megawati adalah bermain di Jepang. Jika merujuk pada peringkat Asia, timnas putri Jepang menghuni posisi kedua, di bawah Cina. Adapun pada peringkat dunia, Jepang menempati posisi ketujuh.
Loudry menilai, berkarier di Jepang akan semakin meningkatkan kemampuan Megawati. Terlebih, Jepang ibarat etalase pemain, yang membuat pebola voli akan lebih dikenal dan dilihat kemampuannya sehingga meningkatkan pula peluang dilirik klub-klub dari Eropa.
Saat ini, Italia menjadi negara dengan tim bola voli putri terbaik di dunia sekaligus juara kompetisi antarnegara Liga Nasional Bola Voli atau VNL 2024. Italia diikuti Brasil, Amerika, dan Turki pada peringkat dunia. Adapun China dan Jepang menjadi dua negara Asia yang mampu menembus 10 besar dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/03/a292817582028507d09ed018a9431634-media_image_62348_68_29_60.png)
Dalam diamnya, Megawati seolah sedang menulis teka-teki bagi para penggemar bola voli tentang masa depannya.
Walakin, ke mana pun langkahnya berlabuh nanti—ke Jepang, Turki, negara lain atau pulang ke Tanah Air—ia telah membuktikan bahwa voli putri Indonesia layak mendapatkan tempat di panggung internasional.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji