Tekad Bangkit Timnas Bola Voli Putri

Sementara timnas putri senior akan coba bangkit di turnamen bola voli se-Asia Tenggara, SEA V League, tim putri U-21 bakal berjuang pada debut di Kejuaraan Dunia.

07 Agt 2025 15:21 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

NINH BINH, KAMIS — Turnamen bola voli antarnegara Asia Tenggara, SEA V League 2025, putaran kedua menjadi momentum ”penebusan” timnas bola voli putri Indonesia yang hancur lebur pada leg pertama. Megawati Hangestri Pertiwi dan kawan-kawan bertekad bangkit, satu hal yang niscaya jika tetap ingin menjaga persaingan di Asia Tenggara. 

Timnas bola voli putri Indonesia akan mengawali SEA V League 2025 putaran kedua dengan menghadapi Thailand di Gimnasium Ninh Binh, Ninh Binh, Vietnam, Jumat (8/8/2025). Laga ini dipastikan tidak akan berlangsung mudah bagi Indonesia mengingat Thailand adalah tim terbaik pada putaran pertama. 

Performa dan hasil kedua tim ini pada putaran pertama bak bumi dan langit. Ketika Thailand menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan, Indonesia menelan kekalahan beruntun. Thailand keluar sebagai juara, sedangkan Indonesia finis sebagai tim juru kunci. 

Boleh dibilang, Indonesia hancur lebur pada putaran pertama yang digelar di Thailand, 1-3 Agustus itu. Sepanjang turnamen, Megawati Hangestri Pertiwi dan kawan-kawan hanya bisa menang dua set, satu set ketika kalah 1-3 dari Thailand, satu lainnya ketika takluk dari Filipina 1-3. 

SEA V League putri hanya diikuti empat tim, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Setiap tim saling bertemu pada dua putaran. 

Pada setiap putaran, tim yang memuncaki klasemen akan keluar sebagai juara. Poin pada dua putaran itu akan diakumulasi untuk mengetahui posisi akhir tim-tim tersebut di klasemen.

Pemain timnas bola voli putri Indonesia, Ersandrina Devega Salsabila, menerima bola kontra Filipina dalam laga terakhir SEA V League 2025 putaran pertama di Terminal 21 Korat, Nakhon Ratchasima, Thailand, Minggu (3/8/2025). Indonesia kalah dengan skor 1-3 (20-25, 20-25, 25-16, 13-25).

Manajer timnas putri Luciana Taroreh mengatakan, timnas putri sudah mulai berlatih kembali sebagai persiapan menjalani putaran kedua. Mereka melupakan hasil buruk pada putaran pertama, tetapi tetap melakukan evaluasi agar tampil lebih baik. 

”Kami fokus memperbaiki komunikasi di lapangan, variasi serangan, blok serta stabilitas penerimaan bola dan pertahanan,” ucap Luciana. 

”Semangat para pemain juga meningkat dan itu jadi modal besar bagi kami untuk bangkit dan tampil lebih baik di seri kedua,” tutur mantan pebola voli nasional ini. 

Kebangkitan timnas putri adalah keniscayaan jika mereka tetap ingin berada dalam persaingan tiga besar Asia Tenggara. Hasil putaran pertama, juga hasil dua putaran di SEA V League 2024, sudah jadi alarm ketertinggalan Indonesia dari negara-negara tetangga. 

Potret timnas bola voli putri Indonesia selepas pelepasan tim menuju SEA V League 2025 di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025).

Indonesia tak hanya kalah saing dari Thailand dan Vietnam yang dominan dalam beberapa tahun terakhir. Timnas putri juga mulai tersalip Filipina yang menunjukkan kebangkitannya. 

Kejuaraan Dunia dimulai

Sementara itu, mulai Kamis (7/8/2025), Indonesia sebagai tuan rumah resmi memulai Kejuaraan Dunia Bola Voli Putri U-21 2025 di Surabaya, Jawa Timur. Laga China versus Kroasia, Argentina melawan Kanada, dan Italia kontra Republik Ceko, pada pukul 10.00 mengawali turnamen.

Kejuaraan Dunia yang berlangsung hingga 17 Agustus ini digelar di tiga arena berbeda, yakni GOR Gelora Pancasila, Jawa Pos Arena, dan GOR Samator. Indonesia, yang juga bertanding pada hari pertama dengan menghadapi Vietnam pada pukul 19.00, bakal berlaga di Jawa Pos Arena. 

Wakil Ketua III Bidang Pertandingan PP PBVSI Reginald Nelwan mengatakan, menjadi tuan rumah ajang dunia merupakan kesempatan besar sekaligus langka. Dengan menjadi tuan rumah, Indonesia bisa mencicipi pengalaman menggelar ajang besar. 

Karena berstatus tuan rumah pula, tim bola voli putri Indonesia U-21 bisa punya kesempatan tampil untuk pertama kalinya di Kejuaraan Dunia. Selain Indonesia, beberapa negara Asia Tenggara lain, seperti Thailand dan Vietnam, juga lolos ke turnamen yang sama. 

”Persiapan kami selama tiga bulan terakhir cukup baik dan menantang. Kami percaya proses dan proses itu masih terus berlanjut,” ucap pelatih tim U-21, Marcos Sugiyama. 

Indonesia tergabung di Pul A bersama Vietnam, Kanada, Puerto Riko, Serbia, dan Argentina. Sebanyak 24 negara yang ikut serta dalam Kejuaraan Dunia ini terbagi dalam empat pul. 

Jumlah peserta untuk edisi 2025 mengalami peningkatan dibandingkan edisi sebelumnya pada 2023. Saat itu, hanya ada total 16 peserta yang tergabung dalam empat pul pada fase penyisihan. 

Berdasarkan regulasi Federasi Bola Voli Internasional (FIVB), empat tim teratas dari setiap pul akan melaju ke babak berikutnya, yaitu babak 16 besar. Mereka akan bersaing memperebutkan gelar juara. 

Sementara itu, tim peringkat kelima dan keenam masih punya kesempatan bertanding. Delapan tim terbawah itu masih akan berebut peringkat akhir kompetisi, dari peringkat ke-17 hingga 24.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul