Bermodal ambisi yang sama dari enam tim, putaran keempat pra-Piala Dunia 2026 tidak akan mudah bagi timnas Indonesia.
11 Jun 2025 14:28 WIB · Olahraga
AMMAN, SELASA — Tim nasional Indonesia dikepung lima negara asal Jazirah Arab dalam persaingan di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 demi memperebutkan dua tiket terakhir dari Asia. Meski begitu, dari enam tim yang bakal bertarung, Oktober nanti, hanya Oman yang akan mencatatkan partisipasi perdana di turnamen sepak bola terakbar itu.
Oman memastikan tiket terakhir ke putaran keempat dengan cara yang dramatis. Sempat ditekan selama satu jam awal laga oleh Palestina di Stadion Raja Abdullah II, Amman, Jordania, Rabu (11/6/2025) WIB, Oman juga mengalami dua kondisi tidak memihak, yaitu tertinggal satu gol dan bermain dengan 10 pemain akibat gelandang dan kapten, Harib al-Saadi, diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-73.
Namun, mereka mengunci peringkat keempat Grup B melalui eksekusi penalti Issam al-Sabhi ketika laga memasuki menit 90+7. Tendangan dan peluang terakhir mengantar Oman menjaga asa lolos untuk pertama kali ke Piala Dunia.
Pelatih Oman Rashid Jaber bangga terhadap perjuangan anak asuhannya yang mampu keluar dari sejumlah momen sulit di Amman. Padahal, hingga memasuki waktu tambahan babak kedua, Palestina sudah di ambang merebut tiket ke putaran keempat.
”Mereka membuat kami dalam keadaan sangat sulit, apalagi kami kebobolan pada awal babak kedua. Kartu merah juga menyebabkan kami makin tersudut, tetapi pemain-pemain tidak pernah menyerah,” ujar Jaber dilansir laman AFC.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/11/18a96b5f-0b97-4269-b91b-578e2a52235e_jpg.jpg)
Jaber mengingatkan pemainnya bahwa mimpi ke Piala Dunia akan memasuki tantangan yang lebih berat. ”Pemain menampilkan hasrat dan ambisi besar untuk bermain di Piala Dunia. Sekarang kami berpikir untuk mempersiapkan diri menghadapi putaran selanjutnya pada Oktober,” lanjutnya.
Putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 akan digelar dengan format miniturnamen dengan negara penyelenggaraan terpusat. Enam tim akan dibagi ke dalam dua grup. Setiap juara grup lolos ke Piala Dunia 2026, sedangkan dua peringkat kedua akan memperebutkan satu tiket ke playoff interzona, Maret 2026.
Meskipun belum ada pengumuman lokasi pertandingan dari FIFA, rumor berembus Arab Saudi dan Qatar akan menjadi tuan rumah tiap-tiap grup. Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan Indonesia ikut mengajukan diri sebagai tuan rumah putaran keempat. Laga putaran keempat akan digelar 8-14 Oktober 2025.
Dalam aturan pot undian grup, Indonesia tidak akan jumpa Arab Saudi karena berasal dari grup yang sama di putaran ketiga. Alhasil, skuad ”Garuda” akan bertemu dua dari empat tim, yaitu Uni Emirat Arab atau Qatar dari Grup A dan Irak atau Oman yang berasal dari Grup B.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/01/26/6caeed72-08d3-4873-86f6-e8b3872802de_jpg.jpg)
Dalam catatan FIFA, Oman adalah satu-satunya kontestan di putaran keempat yang belum menjadi wakil Asia di Piala Dunia. Kontestan lain sudah pernah tampil di hajatan terbesar dan paling menguntungkan untuk induk sepak bola dunia itu.
Arab Saudi, misalnya, sudah enam kali lolos dengan partisipasi terakhir tercipta di Piala Dunia Qatar 2022. Qatar (edisi 2022), Uni Emirat Arab (1990), Irak (1986), dan Indonesia sudah tercatat pernah sekali mentas di Piala Dunia.
Khusus Indonesia, kiprah itu tercipta pada Piala Dunia Perancis 1938 dengan nama Hindia Belanda. Kala itu, Indonesia menggunakan seragam khas Belanda dengan jersei berwarna oranye, celana putih, dan kaus kaki biru muda.
Indonesia tercatat FIFA mewakili Uni Sepak Bola Hindia Belanda (NIVU), bukan PSSI. Lagu kebangsaan Belanda, ”Wilhelmus”, berkumandang di Stadion Municipal Velodrome, Reims, sebelum Achmad Nawir dan kawan-kawan bertarung menghadapi Hongaria pada babak 16 besar, 5 Juni 1938.
Pelatih Indonesia Patrick Kluivert ditampar kenyataan saat Indonesia dilibas Jepang 0-6 di Stadion Sepak Bola Kota Suita, Selasa (10/6/2025).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/10/5b963cda-c92e-4f56-90f6-8a6279d39f47_jpg.jpg)
Walaupun telah diperkuat pemain-pemain yang besar dan berkarier di Eropa, seperti Emil Audero, Jay Idzes, Mees Hilgers, Justin Hubner, Thom Haye, Joey Pelupessy, Kevin Diks, Dean James, dan Ole Romeny, skuad Garuda gagal memberikan perlawanan berimbang untuk Jepang yang lolos ke Piala Dunia dalam delapan edisi beruntun sejak Perancis 1998.
Nama besar Kluivert dan stafnya yang berasal dari Belanda, yakni Danny Landzaat, Alex Pastoor, dan Gerald Vanenburg, belum mampu menaikkan level Indonesia untuk mendekati Jepang. Selain kemasukan enam gol, Indonesia gagal sekali pun melepaskan tembakan dan menguasai bola di dalam kotak penalti Jepang.
Menurut Kluivert, situasi laga di Jepang menjadi tolok ukur bagi Indonesia untuk mengejar mimpi tampil di Piala Dunia. Pembenahan, lanjut Kluivert, tidak hanya ditujukan kepada pemain, tetapi juga kepada dirinya sebagai pelatih untuk lebih baik mempersiapkan tim demi bersaing di putaran keempat yang akan berjalan sulit.
Demi lolos ke Piala Dunia, Oktober nanti, Garuda tidak ada jalan selain memenangi dua pertandingan. Enam poin adalah target yang harus dicanangkan Indonesia demi menentukan nasib sendiri menuju Amerika Utara, Juni 2026.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/26/4f648a28-d7c8-4b39-a9b4-89055456e2f4_jpg.jpg)
”Semua negara yang lolos (ke putaran keempat) memiliki ambisi kuat untuk melaju ke Piala Dunia. Mereka adalah tim-tim yang memiliki kemampuan untuk bersaing satu sama lain. Kami akan memperbaiki diri untuk bersiap menghadapi lawan-lawan yang menarik Oktober nanti,” ujar Kluivert dalam konferensi pers setelah laga melawan Jepang.
Julen Lopetegui, Pelatih Qatar, berambisi mencetak sejarah bagi tim barunya itu. Ia ingin menjadi pelatih pertama yang membawa Qatar ke Piala Dunia melalui jalur kualifikasi.
”Qatar belum pernah lolos lewat jalur kualifikasi dan kami akan berjuang untuk lolos pada bulan Oktober. Tim ini memiliki potensi bersaing dengan kehadiran generasi baru skuad,” tutur Lopetegui kepada laman FIFA.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nur Adji