Pemkab Mahakam Ulu mengoptimalkan jalur darat yang tersedia untuk distribusi sembako ke daerah terpencil. Tekan harga beras yang mencapai Rp 1,2 juta per karung.
28 Jul 2025 13:41 WIB · Nasional
BALIKPAPAN, KOMPAS — Memasuki musim kemarau, hulu Sungai Mahakam yang melintasi Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, surut dalam dua minggu terakhir. Pemerintah setempat memaksimalkan subsidi ongkos angkut dan jalur darat guna menekan harga pangan yang melonjak.
Di tengah terbatasnya sarana transportasi layak dan aman, surutnya Sungai Mahakam berdampak pada harga pangan di Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu). Jika ditarik menggunakan garis lurus menggunakan Google Earth, Mahulu berjarak 380 kilometer dari Samarinda, ibu kota Kaltim.
Harga beras, misalnya, naik tidak main-main. Harganya mencapai Rp 1,2 juta per karung atau setara 25 kilogram di tiga desa paling hulu, yakni Long Apari, Noha Tivab, dan Noha Silat, di Kecamatan Long Apari.
”Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mahulu sudah mengirim 1,4 ton beras ke Kecamatan Long Apari dan 1,3 ton beras ke Kecamatan Long Pahangai pada Minggu, 27 Juli 2025,” kata Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun saat dihubungi, Senin (28/7/2025).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/25/442667b5-6e36-4aee-b549-6910f50b87cd_jpeg.jpg)
Ia mengatakan, hal itu dilakukan agar setidaknya dua kecamatan di hulu Sungai Mahakam itu tidak perlu dipusingkan dengan harga beras yang melonjak.
Sejalan dengan itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Bagian Ekonomi Pemkab Mahulu untuk segera menyalurkan subsidi ongkos angkut (SOA).
Para pelaku usaha diberi sosialisasi mengenai prosedur pelaporan kebutuhan dalam pengangkutan bahan pokok, logistik, BBM, dan bahan lain.
”Birokrasi pengurusan SOA pun kami minta tidak dipersulit,” katanya.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Mahulu Lung mengatakan, SOA tahun 2025 di kisaran Rp 400 juta-Rp 500 juta.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahulu Agus Darmawan mengatakan, dampak kekeringan mulai dirasakan sejak 23 Juli 2025 oleh warga.
Kekeringan dan surutnya Sungai Mahakam memengaruhi sektor pertanian, transportasi, ketersediaan air bersih, dan roda ekonomi masyarakat di tiga kampung paling hulu. Agus mencatat, setidaknya 569 jiwa terdampak.
”Selain harga beras yang tembus Rp 1,2 juta per 25 kg, harga gas 12 kg juga mencapai Rp 800.000 per tabung,” katanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/25/d7c0089f-0b44-490e-b7b2-9da43e57a150_jpeg.jpg)
Lantaran tidak mungkin mengandalkan jalur sungai, Pemkab Mahulu pun mengoptimalkan jalur darat yang tersedia.
Padahal, jalur darat menuju hulu Sungai Mahakam saat ini sebagian besar berupa jalan tanah berbatu, melintasi hutan, tebing, dan banyak anak sungai.
Yohanes Avun mengatakan, terdapat beberapa jembatan kayu putus dan terjadi longsor. Untuk memperlancar jalur tersebut, Pemkab Mahulu menurunkan alat berat di beberapa titik. ”Untuk membantu para pengguna akses darat yang membawa sembako ke Kampung Long Pakaq, Kecamatan Long Pahangai,” kata Yohanes Avun.
Distribusi melalui jalur darat dimulai dari Ujoh Bilang, pusat pemerintahan Kabupaten Mahulu, menuju Kampung Long Pakaq di Kecamatan Long Pahangai. Setelahnya, barang dipindahkan ke perahu perahu kecil atau ces dan long boat bermesin satu.
”Perahu itu mengangkut ke kampung-kampung di hulu Sungai Mahakam. Estimasi berat muatan yang bisa dibawa 1-2 ton per perahu,” ujar Avun.
Pemkab Mahulu pun sedang menyusun Surat Keputusan Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan. Dengan adanya SK ini, dana belanja tak terduga bisa diserap untuk mengoptimalkan bantuan ke warga terdampak.
”Dengan penetapan status siaga darurat ini, diharapkan semua pihak tidak panik, tetapi tetap siaga. Antisipasi lebih baik daripada reaktif. Mari bersama-sama menjaga ketahanan masyarakat menghadapi kekeringan,” kata Agus Darmawan.
Lawing Lejau (60), warga Desa Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai, mengatakan, surutnya Sungai Mahakam merupakan kejadian tahunan. Ia berharap, pemerintah membuat langkah jangka panjang agar warga tak selalu waswas setiap tahun.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2019/12/19/7725d1b7-af4a-4813-8749-965c29648ec2.jpeg)
Menanggapi hal itu, Yohanes Avun mengatakan akan memaksimalkan sistem peringatan dini pasang dan surutnya sungai. Dengan peringatan dini, diharapkan warga bersiap dengan stok bahan pokok yang cukup selama masa kemarau.
Selain itu, Pemkab Mahulu juga sedang menyiapkan gudang logistik di sekitar Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari. Gudang logistik ini diharapkan bisa menjaga stok pangan dan memudahkan distribusi ke kampung di hulu sungai saat kemarau.
”Seperti gudang Bulog atau Koperasi Merah Putih, di lokasi strategis yang mudah dijangkau kampung-kampung di hulu Sungai Mahakam,” kata Avun.
Penulis:
Sucipto .Editor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto