Tekanan Lebih Besar untuk Gregoria dan Jonatan

Tiga wakil Indonesia tampil pada hari pertama sesi pertama turnamen Final BWF World Tour. Gregoria Mariska Tunjung dan Jonatan Christie kalah pada laga tersebut.

11 Des 2024 16:21 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

HANGZHOU, RABU—Gregoria Mariska Tunjung dan Jonatan Christie kalah pada pertandingan pertama pada turnamen Final BWF World Tour 2024. Meski tak langsung tersingkir, beban mereka untuk lolos ke semifinal akan lebih berat.

Kekalahan tersebut dialami pada dua pertandingan beruntun di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, China, dalam hari pertama turnamen, Rabu (11/12/2024). Gregoria dan Jonatan harus meningkatkan level permainan dalam pertandingan berikutnya untuk membuka kesempatan melaju ke semifinal.

Untuk itu, mereka harus memenuhi syarat, yaitu menempati dua peringkat teratas di grup masing-masing setelah bersaing dalam format round robin. Setelah kalah dari Aya Ohori dengan skor 15-21, 13-21, Gregoria akan melawan Busanan Ongbamrungphan, Kamis. Sehari setelah itu, laga melawan pemain tuan rumah, Wang Zhi Yi, bisa menjadi penentu perjalanan Gregoria dalam turnamen yang diikuti delapan wakil terbaik pada setiap nomor ini.

Tekanan untuk Jonatan akan lebih besar karena dia berada satu grup dengan pemain-pemain yang sering memberinya kesulitan, yaitu Shi Yu Qi, Kodai Naraoka, dan Kunlavut Vitidsarn. Jonatan akan melawan Naraoka setelah kalah dari Shi, 16-21, 21-17, 8-21.

Format round robin, yang berlangsung dalam dua grup pada setiap nomor, mempertemukan setiap peserta dengan semua pemain pada grup yang sama. Persaingan tersebut akan menghasilkan klasemen akhir setelah setiap wakil bermain tiga kali. Untuk itulah, pemain yang kalah pada pertandingan pertama tak langsung tersingkir. Sebaliknya, mereka yang menang belum pasti melaju ke semifinal.

”Dua pertandingan berikutnya sangat penting. Saya mau melakukan yang lebih baik dibandingkan hari ini, apa pun hasilnya nanti,” komentar Gregoria.

Gregoria Mariska Tunjung kalah pada penampilan pertamanya di turnamen Final BWF World Tour. Dalam laga di Hangzhou, China, Rabu (11/12/2024), Gregoria kalah dari Aya Ohori dengan skor 15-21, 13-21 dalam penyisihan Grup A.

Dengan kekalahan dari Ohori, tunggal putri nomor enam dunia itu tak bisa mewujudkan target memenangi semua pertandingan pada penyisihan grup. Dia menetapkan target tersebut setelah mendapat undian yang seharusnya lebih mudah dibandingkan dengan fase penyisihan saat Final BWF 2022 dan 2023. Pada dua tahun tersebut, Gregoria tersingkir pada penyisihan dengan sekali menang saat berada satu grup dengan atlet-atlet terbaik, seperti An Se-young, Chen Yu Fei, dan Akane Yamaguchi.

Namun, terhindar dari An dan Yamaguchi pada persaingan tahun ini tak membuat perjalanannya mulus. Gregoria tak bisa memperlihatkan kemampuan terbaik dan mengimbangi kecepatan pergerakan Ohori.

”Saya tidak bisa berkembang dari awal sampai akhir pertandingan. Permainan saya monoton dan pergerakan kaki saya cukup lambat sehingga saya tidak bisa balik mengontrol lawan. Saya kecewa sekali dengan penampilan hari ini karena tidak cukup menunjukkan keunggulan saya,” kata Gregoria.

Pada laga berikut, Gregoria seharusnya bisa memanfaatkan keunggulan statistik atas Ongbamrungphan untuk menabung kemenangan. Dia unggul 7-3 atas pemain Thailand tersebut dan memenangi tiga pertemuan terakhir.

Jonatan juga bisa memanfaatkan momentum kemenangan pada dua pertemuan terakhir dengan Naraoka yang kalah dari Vitidsarn, 22-24, 18-21. Dua kemenangan itu didapat pada perempat final Perancis Terbuka 2023 dan perempat final Hong Kong Terbuka 2024. Dia harus mengurangi kesalahan yang banyak dilakukan saat melawan Shi.

”Saya kurang maksimal dalam menerapkan strategi permainan. Tadi, ada sedikit ragu-ragu dalam penerapannya. Perubahan kondisi di lapangan juga menjadi pelajaran untuk pertandingan berikutnya,” ujar Jonatan, satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia.

Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi pada persaingan tunggal putra Grup B Turnamen Final BWF World Tour. Di Hangzhou, China, Rabu (11/12/2024), Jonatan kalah dengan skor 16-21, 21-17, 8-21.

Bagi Jonatan, Final BWF kali ini menjadi yang ketiga setelah dia tampil pada 2019 dan 2022. Dia tersingkir pada penyisihan grup 2019 dan mencapai semifinal pada 2022, tetapi kalah dari rekan senegara, Anthony Sinisuka Ginting.

Dengan kekalahan Jonatan dan Gregoria, baru satu wakil Indonesia yang memenangi laga pertama pada persaingan yang berlangsung Rabu sesi pertama. Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja menang atas wakil Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito, dengan skor 23-21, 16-21, 21-11 pada persaingan ganda campuran Grup B.

Hasil tersebut menjadi bekal baik bagi Dejan/Gloria, tetapi mereka pun harus tetap waspada menjalani dua pertandingan lain. Dejan/Gloria akan berhadapan dengan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia) pada laga yang berlangsung Kamis.

Tiga wakil Indonesia lainnya akan memulai penampilan pada Rabu sesi kedua. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan menghadapi rekan senegara, Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, yang menjalani debut di Final BWF. Debutan lain, yakni Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, berhadapan dengan Lee So-hee/Baek Ha-na.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto