Saat di luar negeri, seperti Thailand, harus tetap membawa uang tunai meskipun teknologi QRIS sudah bisa digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran.
14 Des 2025 09:24 WIB · Olahraga
Kompas/Rian Septiandi
Pesta olahraga SEA Games 2025 diselenggarakan pada 9-21 Desember 2025 di Thailand. Ini menjadi kesempatan besar untuk menguji teknologi QRIS yang dibanggakan Indonesia. QRIS disebut sudah bisa digunakan di sejumlah negara, termasuk Thailand.
Sebelum tim peliput Kompas yang beranggotakan empat orang berangkat meliput SEA Games, kami mempersiapkan uang tunai baht dahulu untuk kebutuhan selama di Thailand.
Karena QRIS katanya sudah bisa digunakan, uang tunai yang kami bawa tidak banyak. Sekitar Rp 2 juta ditukarkan ke baht untuk perbekalan atau sekitar 3.800 baht saat itu dengan kurs 527.
Sesampainya di Thailand, tepat di depan penginapan kami terdapat vending machine yang menjual buah-buahan dan minuman berbahasa Thailand. Iseng-iseng, kami mencoba pertama kali membeli buah kesemek di mesin tersebut.
Muncul pilihan pembayaran, salah satunya adalah ”QR Thai”. Langsung terlintas untuk memilih metode pembayaran tersebut dengan fitur scan QR dari MyBCA milik Bank BCA.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/09/90b518e2d6dddfae1a3274ff8d7b928f-Sattahip_Chonburi_Day_1_1.jpg)
Kami sedikit takjub ternyata pembayaran berhasil. ”Ternyata benar bisa, ya, QRIS di Thailand!” spontan saya berkata.
Melihat QRIS bisa digunakan, berbagai transaksi segala kebutuhan kami selama di Thailand saya selalu bertanya ”apakah bisa menggunakan QRIS?” saat ingin membeli sesuatu.
Dan, memang betul bisa, seperti pembayaran di restoran tak jauh dari tempat kami menginap pun bisa menggunakan QRIS. Uang tunai baht di dompet pun jarang sekali digunakan.
Terkecuali, untuk transaksi di salah satu waralaba ternama di Thailand, QRIS belum bisa digunakan.
Namun, ternyata tak selamanya teknologi itu berjalan mulus. Salah satu pasar malam ternama, Jodd Fairs Night Market di Bangkok, Thailand, menjadi pilihan kami untuk makan malam selepas liputan sambil mencicipi berbagai kuliner khas Thailand. Di sejumlah penjual, saya bayar menggunakan QRIS aman saja.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/09/4e9a2ab67071b1718eacfed878b66d7f-Sattahip_Chonburi_Day_1_5.jpg)
Kebuntuan terjadi ketika membeli omelette oyster. Omelet sudah jadi, petugas menagih pembayaran. ”Bisa QRIS, kan?” saya bertanya.
Pedagang menunjukkan kode QRIS dan saya scan menggunakan aplikasi yang sama dengan santai. Ternyata pembayaran bermasalah dan bukti pembayaran tidak keluar.
Terkendala bahasa, di mana pedagang tidak bisa berbahasa Inggris, akhirnya terjadi salah paham hingga petugas keamanan yang fasih berbahasa Inggris datang menghampiri.
Saya mencoba tenang sambil menjelaskan dan menunjukkan bahwa saldo saya sudah terpotong, tetapi bukti tidak keluar. Bersyukur, petugas keamanan memahaminya. Meskipun saya sudah siap untuk mengeluarkan uang tunai baht, kemudian petugas membiarkan kami pergi karena saldo sudah masuk ke rekening pedagang.
Jadi, meskipun teknologi QRIS sudah bisa digunakan, tetap bawa uang tunai ke luar negeri untuk berjaga-jaga, ya.
Penulis:
Rian Septiandi dari Bangkok, ThailandEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto