Atlet Indonesia tidak boleh terbuai dengan bonus fantastis Rp 1 miliar yang dijanjikan pemerintah. Meski menambah motivasi, mereka tetap harus fokus berjuang.
08 Des 2025 07:01 WIB · Olahraga
KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA
Bonus Rp 1 miliar yang dijanjikan pemerintah memang menggiurkan dan menambah motivasi. Namun, atlet Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025 jangan sampai terbuai. Ketika sudah berjuang maksimal, bonus atau apresiasi lain akan mengikuti.
Jauh sebelum Presiden Prabowo Subianto menjanjikan bonus Rp 1 miliar kepada para atlet peraih emas SEA Games Thailand 2025, atlet panjat tebing Antasyafi Robby Al Hilmi sudah mengantisipasi ”bahaya” godaan apresiasi dalam bentuk uang yang menggiurkan. Pemanjat tebing muda speed Indonesia ini punya pengalaman tidak menyenangkan ketika fokusnya buyar karena uang.
Robby merasakan pengalaman itu di ajang dalam negeri, Seri Nasional 2 Bupati Cup IV Kutai Timur 2025, pada Oktober lalu. Di atas kertas, Robby unggul atas 21 pesaingnya di putaran final. Pemanjat pelatnas yang berkali-kali meraih emas di Piala Dunia Panjat Tebing dan bisa jadi pesaing berat Robby, seperti Kiromal Katibin atau Nursamsa Raharjati, tidak ikut serta. Robby juga punya catatan waktu yang mulai konsisten di bawah 5 detik, cukup untuk mengamankan medali emas.
Namun, perjalanan Robby pada kompetisi tersebut terhenti pada babak perempat final. Robby tidak bisa mengendalikan diri sehingga akhirnya terpeleset dan dinyatakan fall. Medali pun melayang.
”Karena merasa peluang menangnya besar dan sangat berambisi untuk menang, eh justru jadi kalah. Apalagi waktu itu ada hadiah uang kalau menang. Makanya, sekarang saya mau bodo amat dulu dengan uang, bonus atau apa, fokus dulu ke perlombaan,” kata Robby yang menjadi bagian dari 18 pemanjat Indonesia di SEA Games Thailand 2025.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/01/2068818531afee84e6ab952f85df2d03-FAK_6032.jpg)
Atlet memang ditekankan untuk berpikir bahwa memang tujuan mereka adalah Olimpiade. Batu loncatannya adalah SEA Games.
Perlombaan panjat tebing memang sering kali tidak bisa ditebak. Apalagi, tingkat kesalahannya tinggi karena beradu kecepatan sambil menantang gravitasi. Pemanjat harus benar-benar fokus agar mampu menyelesaikan perlombaan dan finis dalam waktu secepat mungkin.
Robby menilai, kalau sudah fokus pada perlombaan, termasuk juga mengatur ambisi untuk menang, prestasi terbaik di Thailand dapat diraih. Robby pun bisa turut menyumbang medali untuk tim panjat tebing Indonesia, yang menargetkan raihan 2-3 medali emas. Sebagai tim panjat tebing yang sudah mencapai level elite dunia, Indonesia berpeluang besar memenuhi target tersebut.
Sementara itu, pola pikir Robby untuk fokus terlebih dahulu pada perlombaan mendatang juga sejalan dengan prinsip yang ditekankan Hendra Basir, pelatih tim panjat tebing Indonesia. Hendra memahami bahwa peluang meraih prestasi ataupun peluang ekonomi dari SEA Games cukup besar. Apalagi, jarak waktu antar-edisi SEA Games pun tidak panjang karena digelar dua tahun sekali.
Namun, karena tujuan utama yang ditetapkan panjat tebing adalah Olimpiade, Hendra mendorong anak-anak asuhannya tidak ”terbuai” dengan SEA Games meski semua atlet tim nasional panjat tebing saat ini tidak ada yang pernah mencicipi ajang tersebut. Terutama para atlet yang lebih senior dan punya banyak pengalaman tampil di level Asia dan dunia, Hendra meminta mereka fokus pada tujuan utama.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/01/e99a9a46c13c539ef79084740012b131-FAK_5953.jpg)
SEA Games ditempatkan sebagai batu loncatan para pemanjat muda seperti Robby untuk ke level berikutnya, yakni Asian Games dan Olimpiade. ”Atlet memang ditekankan untuk berpikir bahwa memang tujuan mereka adalah Olimpiade. Batu loncatannya adalah SEA Games,” ujar Hendra.
”Jadi, ketika tampil di SEA Games, mereka tidak mengejar bonus uang atau mengejar agar diangkat jadi PNS, dan lainnya. Itu ngintil semuanya dengan proses ini,” kata pelatih yang mengantar tim panjat tebing Indonesia meloloskan empat atlet ke Olimpiade Paris 2024 dan membawa Veddriq Leonardo meraih medali emas di ajang itu.
Adapun bonus Rp 1 miliar dijanjikan Presiden Prabowo ketika acara pelepasan kontingen Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Presiden Prabowo meyakini, para atlet bertanding tidak semata-mata karena uang. Namun, menurut Prabowo, apresiasi akan membantu karier para atlet.
Ajang seperti SEA Games tidak menyediakan hadiah uang kepada para pemenang. Umumnya, memang negara masing-masing yang memberikan bonus kepada para atlet, dalam bentuk uang atau lainnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/12/05/0c7c4482-b277-4b71-ad48-d9bc5743c3c5.jpg)
Pemberian bonus sering kali bagai rezeki nomplok untuk para atlet yang berprestasi. Bonus juga umumnya diberikan kepada atlet agar menjaga motivasi mereka.
Bonus fantastis ini yang dijanjikan Presiden Prabowo meningkat dari bonus peraih emas SEA Games sebelumnya sebesar Rp 500 juta. Jumlah ini juga menyamai peraih emas nomor pasangan atau ganda yang masing-masing meraih Rp 1 miliar di pesta olahraga Asia, Asian Games Jakarta-Palembang 2018.
Di sisi lain, meski menjanjikan bonus besar, Presiden Prabowo Subianto tidak memberi target spesifik medali atau peringkat kepada kontingen Indonesia. Prabowo hanya berpesan agar atlet memberikan yang terbaik. ”Karena ini adalah ajang membela kehormatan seluruh bangsa Indonesia,” ujarnya.
Pada SEA Games Kamboja 2023, Presiden Joko Widodo mengharapkan kontingen Indonesia bisa meraih prestasi lebih baik ketimbang dari SEA Games Vietnam 2021. Selain meminta emas yang diraih lebih banyak dari 69 medali, Joko Widodo juga meminta peringkatnya naik dari posisi ketiga, yakni antara peringkat kedua atau juara umum.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2018/09/02/22d9d32f-a5b2-4b2c-9535-ac5b7248bb69.jpg)
Di Thailand, Indonesia diperkuat 1.021 atlet dari 49 cabang olahraga. Jumlah ini merupakan hasil penyesuaian dari total sebelumnya yang berjumlah 996 atlet dari 48 cabor. Dengan kontingen gemuk, terbanyak setelah SEA Games Jakarta-Palembang 1.053 atlet, Indonesia ditargetkan meraih 80 medali emas.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan, target emas Indonesia adalah 80-85 medali. Target itu sebenarnya lebih rendah dari pencapaian di SEA Games edisi sebelumnya di Kamboja 2023 saat peringkat ketiga dengan 87 medali emas.
Namun, kata Erick Thohir, target tersebut hanya patokan awal untuk kembali meraih posisi ketiga. Target itu dinilai paling realistis mengingat Vietnam sebagai juara bertahan dan Thailand sebagai tuan rumah akan bersaing untuk menjadi juara umum. Terlebih, Erick mengeklaim, Thailand diperkuat kontingen besar hingga 1.800-an atlet demi mengejar ambisi sebagai nomor satu di hadapan publik sendiri.
Para atlet Indonesia boleh jadi tambah termotivasi meraih prestasi dengan janji bonus Rp 1 miliar. Meski iming-iming itu menggiurkan, mereka harus tetap bisa fokus berjuang lebih dahulu. Sebab, jika sudah berjuang dan meraih hasil terbaik, bonus atau apresiasi dalam bentuk apa pun niscaya mengikuti kemudian.
Pembaca yang budiman, Harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di Harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.
Penulis:
Rebiyyah Salasah, Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase