Hujan deras yang berlangsung selama lebih dari enam jam juga membuat sejumlah daerah di Bandar Lampung dilanda banjir.
22 Feb 2025 13:11 WIB · Nusantara
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Pasangan suami istri tewas tertimpa tembok yang roboh saat hujan deras mengguyur Kota Bandar Lampung, Lampung, Jumat (21/2/2025) malam. Hujan deras yang berlangsung selama lebih dari enam jam juga membuat sejumlah daerah di Bandar Lampung dilanda banjir.
Korban tewas akibat tertimpa tembok adalah Haryadi Prabowo (39) dan Rosmaini (35), warga Gang Kelinci, Kelurahan Gedung Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung. Jasad korban baru dapat dievakuasi, Sabtu (22/2/2025) dini hari, oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, aparat kepolisian, dan warga setempat.
Awat Suryadi (60), tetangga korban, mengatakan, hujan deras mengguyur Kota Bandar Lampung pada Jumat sejak pukul 19.00 WIB. Sekitar pukul 22.00 WIB, tiba-tiba terdengar suara tembok roboh dari arah rumah korban.
Saat dicek oleh warga sekitar, tembok dapur rumah pasangan suami istri itu sudah ambruk. Pagar tembok milik tetangga yang berada persis di belakang rumah korban juga roboh.
”Saat kami lihat, tembok rumah korban sudah hancur begini. Kami langsung melapor ke petugas BPBD,” ucapnya saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu pagi.
Berdasarakan pantauan Kompas, lokasi rumah korban lebih rendah dibandingkan dengan rumah tetangganya. Selain dinding rumah korban, pagar tembok sepanjang sekitar 10 meter milik tetangga korban juga roboh.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/22/507631bfc37d453de55643e27f48a171-DSC00240.JPG)
Di bawah pagar tembok itu, terdapat kolam ikan yang sudah lama tidak digunakan. Adapun jarak antara pagar tembok dan dinding rumah korban sekitar dua meter.
Sabtu pagi, aparat kepolisian dari Polresta Bandar Lampung telah memasang garis polisi di sekitar lokasi. Sejumlah aparat kepolsian juga membongkar kanopi dari baja ringan yang ada di sekitar lokasi agar tidak membahayakan warga lainnya.
Iwan (55), tetangga lainnya, menuturkan, malam itu korban Haryadi baru pulang bekerja. Sehari-hari, ayah dua anak itu bekerja sebagai sopir odong-odong. Sesampainya di rumah, ia sedang makan malam ditemani istrinya, Rosmaini.
Sementara kedua anak pasangan suami istri itu, Risky Hakiki (5) dan Aisyah Humairah (1,5), selamat dari musibah tersebut. Saat kejadian, keduanya sedang tidur di kamar bagian depan rumah.
Menurut Iwan, evakuasi jasad kedua korban berlangsung dramatis. Petugas penyelamat harus memindahkan reruntuhan tembok yang roboh untuk bisa mengevakuasi jasad korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Jasad kedua korban lalu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani otopsi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/22/645e2a7a7c6a344e6761735af18d2704-DSC00237.JPG)
Hujan deras yang berlangsung pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari juga membuat sejumlah titik di Bandar Lampung dilanda banjir. Banjir dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung Senang, Rajabasa, Way Halim, dan Sukabumi.
Salah satu permukiman penduduk yang terendam banjir adalah Perumahan Arinda Permai yang berada di Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang. Pada Jumat malam, banjir di lokasi tersebut mencapai satu meter.
Lurah Pematang Wangi Firdaus Oganda mengatakan, banjir terjadi setelah tanggul penahan air yang ada di sekitar perumahan jebol. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam banjir.
Saat ini, sejumlah warga yang rumahnya terdampak banjir masih mengungsi ke rumah keluarga ataupun kantor kelurahan. Sementara itu, air masih menggenang di beberapa titik.
Menurut dia, perumahan tersebut memang dikelilingi beberapa aliran sungai yang kerap meluap saat hujan deras. Sebelumnya, tanggul juga pernah jebol dan sudah diperbaiki beberapa kali. Namun, tanggul tersebut tetap tidak mampu menahan debit air saat hujan deras mengguyur Bandar Lampung.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/22/82e79c234911d309d326a06a188ef5c3-WhatsApp_Image_2025_02_22_at_12.20.43.jpeg)
Banjir yang menerjang permukiman penduduk dan jalan-jalan protokol di Bandar Lampung juga menelan korban jiwa. Sutiyem (33), seorang pengendara mobil, tewas terjebak di dalam mobilnya saat banjir menerjang Bandar Lampung, Sabtu dini hari. Saat itu, korban nekat menerobos banjir di Jalan Pangeran Tirtayasa, Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi.
Kepala Polsek Sukarame Komisaris Rohmawan melaporkan, saat itu, korban mengendarai mobil bersama temannya, Sriyati (25). Saat menerobos banjir, mobil korban terseret air dan masuk ke dalam saluran drainase.
Menurut dia, warga sekitar yang mengetahui kejadian itu sempat berusaha menolong kedua korban. Sriyati dapat dievakuasi keluar dari mobil, sedangkan Sutiyem meninggal.
Penulis:
Vina OktaviaEditor:
Rini KustiasihPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra