Untuk pertama kali dalam derbi London Utara, Tottenham dan Arsenal bukan tentang penderitaan tim tetangga. Derbi itu lebih tentang refleksi nasib tiap-tiap tim.
21 Feb 2026 16:20 WIB · Olahraga
AFP/BEN STANSALL
LONDON, SABTU — Arsenal memang masih berada di puncak klasemen Liga Inggris, jauh meninggalkan Tottenham Hotspur yang terus dibayangi zona degradasi. Namun, kepercayaan terhadap skuad Arsenal justru sedang berada di titik terendah, sementara Tottenham mulai membangun ulang harapan.
Dunia yang seolah terbalik itu menjadi latar belakang dalam derbi London Utara di Stadion Tottenham Hotspur, Minggu (22/2/2026) pukul 23.30 WIB. Arsenal boleh saja menang telak dari peringkat dan hal-hal lain soal prestasi, tetapi tuan rumah agaknya lebih unggul dalam aspek moral.
Kelompok suporter Arsenal mulai kehilangan rasa percaya terhadap tim asuhan Manajer Mikel Arteta itu seusai dua hasil imbang beruntun di Liga Inggris. Hasil itu, ditambah trauma kegagalan juara di tiga edisi terakhir, membuat posisi ”Si Meriam” semakin terdesak dalam perburuan gelar.
Perasaan bersalah itu yang dibawa Declan Rice dan rekan-rekan ke laga derbi dan ingin segera ditebus. ”Seandainya bisa bermain hari ini juga, saya rasa kami semua ingin langsung bermain untuk merasakan semangat yang ada di dalam diri kami,” kata Arteta soal respons pemain setelah ditahan tim juru kunci, Wolverhampton Wanderers.
Sementara posisi Tottenham sangat tersudut. Mereka kini berada di peringkat ke-16, hanya terpaut lima poin dari zona degradasi. Meskipun begitu, optimisme bisa dirasakan di kubu ”Si Lili Putih” berkat kehadiran juru taktik interim, Igor Tudor. Pengganti Thomas Frank itu akan menjalani debut di laga derbi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/24/0f4c0db1-05e2-4616-9e53-591fee9ec528_jpg.jpg)
Tudor merupakan pelatih spesialis situasi darurat. Juventus dan Lazio sudah merasakan tangan dinginnya ketika datang di pertengahan musim. Baginya, hal terpenting dalam situasi seperti ini adalah moral dan kesatuan tim, bukan hal teknis. Hal itulah yang coba dibenahi dalam sepekan terakhir.
”Ini bukan tentang sistem. Hal terpenting adalah menjadi sebuah tim, grup, yang menjaga satu sama lain. Itu dasarnya. Setelah itu, kualitas baru akan terlihat karena dengan itu para pemain mau untuk berlari. Intinya, kami harus mau menderita, berjuang, memiliki mentalitas yang tepat,” ujar Tudor.
Tidak pelak, meskipun terpisah jarak sangat jauh di klasemen, derbi kali ini akan menjadi yang paling krusial dalam beberapa tahun terakhir. Untuk pertama kali, penderitaan tim tetangga bukan lagi kebahagian utama bagi mereka. Kedua tim itu lebih fokus memperbaiki nasib masing-masing.
Derbi London Utara adalah laga paling sempurna untuk merespons. Itu masif, laga yang akan menjadi sangat krusial bagi musim kami.
Arteta perlu mengembalikan dukungan para penggemar. Cara terbaiknya adalah menang atas sang rival abadi dengan penampilan yang meyakinkan. Sang manajer tidak bisa lagi kehilangan poin karena ingin bermain aman, seperti yang terjadi saat membuang keunggulan dua gol di kandang Wolves.
Jika sukses di derbi, Arsenal akan mendapatkan momentum besar untuk bersaing dengan Manchester City dalam perburuan gelar. Namun, hal sebaliknya akan terjadi jika tidak ada perubahan. Apalagi, hasil di laga derbi seolah berkali-kali lipat lebih berarti daripada pertandingan biasa.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/07/190867d9-6b3f-4d1f-9d37-137dfa524bd2_jpg.jpg)
”Derbi London Utara adalah laga paling sempurna untuk merespons. Itu masif, laga yang akan menjadi sangat krusial bagi musim kami. Itu bukan hanya tentang permainan kami, tetapi juga berapa banyak duel yang kami menangi, seberapa besar keinginan kami untuk menang,” ucap Rice.
Di sisi lain, Tudor akan menjadi sorotan utama dalam laga nanti. Dia akan memperlihatkan kepantasannya untuk menangani tim besar Liga Inggris. Ia tidak punya pengalaman dalam sepak bola Inggris dan selalu berakhir dipecat dalam beberapa pekerjaan terakhir, termasuk di Juventus.
Empat edisi derbi terakhir selalu berjalan searah. Arsenal menyapu bersih seluruh pertandingan itu. Oleh karena itu, tanda tanya terbesar akan tertuju ke kubu Tottenham. Tuan rumah perlu merespons dengan sesuatu yang berbeda jika tidak ingin mengulang kisah serupa.
Bagi Tottenham, cara terbaik untuk menang adalah dengan memperbanyak tembakan spekulatif dari kotak penalti. Arsenal, yang berstatus tim dengan pertahanan terbaik, sangat tangguh di dalam kotak penalti. Meskipun begitu, tim tamu menyisakan celah yang bisa dieksploitasi dari luar kotak.
Posisi kiper David Raya yang sering terlalu maju mulai diketahui banyak tim. Dia ingin responsif dalam memotong umpan silang ataupun terobosan, tetapi berkali-kali menjadi bumerang. Sang kiper sudah kemasukan enam gol dari hanya 13 percobaan tembakan di luar kotak penalti.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/29/34cfbfc0-c8dd-483e-a491-483ef9f40953_jpg.jpg)
Salah satu kemasukan gol tersebut bahkan dipersembahkan oleh penyerang Tottenham, Richarlison, dalam pertemuan pertama, November 2025. Ketika itu, Richarlison menghukum Raya dengan tembakan dari jarak sekitar 40 meter, tidak jauh dari garis tengah lapangan.
Tottenham punya pemain yang bisa mengancam dari luar kotak, yaitu gelandang Xavi Simons. Richarlison—yang absen sejak awal Januari akibat cedera—berpotensi kembali. Tudor berkata, situasi badai cedera menjadi hambatan terbesarnya. ”Kami punya 10 pemain yang cedera dan berlatih hanya dengan 13 pemain,” ucap Tudor.
Bagi Arsenal, mereka sebenarnya tidak perlu melakukan hal spesial. ”Si Meriam” memiliki skuad dengan kualitas dan kedalaman terbaik di Liga Inggris. Semua tim di liga itu akan kesulitan jika mereka memutuskan untuk tampil dominan. Namun, masalahnya, mereka sering menahan diri. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Retma Wati