Tentang Nomor Bib Bodong dan Segudang Konsekuensi

Di Bank Jateng Borobudur Marathon 2024, jangan asal memakai nomor bib orang lain. Apalagi memalsukan penanda identitas itu. Ada konsekuensi untuk para pelanggar.

22 Nov 2024 20:12 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Belakangan ini, di komunitas lari, isu tentang penyalahgunaan nomor bib atau nomor lomba sedang ramai diperbincangkan. Terutama setelah insiden dalam salah satu lomba lari jalan raya di Bandung, pada pertengahan 2024. Ada pelari yang menduplikasi hingga bergantian menggunakan nomor bib.

Isu tersebut berdampak luas, khususnya terhadap integritas penyelenggara. Nomor bib memang hanya lembaran kecil penanda indentitas yang dipasang di dada. Namun, itu berhubungan langsung dengan keabsahan dan sportivitas lomba, serta keselamatan para pelari.

Bank Jateng Borobudur Marathon 2024, lomba lari berstatus ”Label” dari World Athletic (WA), berupaya menghindari masalah serupa. Panitia penyelenggara memastikan pengguna nomor bib palsu tidak akan bisa masuk ke rute lomba. Caranya dengan penyaringan sejak dari pintu masuk.

”Kami ingin mengantisipasi dari awal. Tahun ini semua peserta masuk lewat pintu pasar seni. Nanti akan ada pemeriksaan UV (sinar ultraviolet) dan kehilatan nomor bib palsu atau tidak. Kalau palsu akan langsung dipersilakan keluar,” kata Wakil Manajer Umum Acara Harian Kompas, Budhi Sarwiadi.

Pelari yang hadir dalam acara The Big Tour Bank Jateng Semarang sebagai rangkaian Borobudur Marathon 2024 di GOR Tri Lomba Juang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/11/2024). Acara yang mengumpulkan komunitas pelari tersebut sebagai bagian dari rangkaian menyambut Bank Jateng Borobudur Marathon pada 1 Desember 2024. Borobudur Marathon merupakan salah satu agenda lari terbesar di Indonesia ini akan diikuti 10.500 pelari. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 03-11-2024

Pengetatan juga akan dilakukan selama lomba untuk pemegang nomor bib asli. Peserta wajib menggunakan nomor bib dengan identitas yang sama dengan pendaftar. Jika berbeda dan ketahuan, para pelanggar berpotensi mendapatkan hukuman skorsing selama tiga tahun.

Borobudur Marathon masuk ke dalam kalender resmi WA untuk pertama kali pada tahun ini. Artinya tanggung jawab menjaga integritas lomba lebih besar. Adapun WA memiliki badan independen bernama Unit Integritas Atletik (AIU) yang ditugaskan mengawasi persoalan doping dan non-doping.

AIU pernah menghukum dua pelari dunia, Camilo Santiago (Spanyol) dan Ivan Zarco Alvarez (Honduras), karena bertukar nomor bib dalam ajang maraton di Dresden, Jerman, pada 2021. Mereka dilarang berlomba selama enam bulan. Adapun pelari dalam ”daftar hitam” AIU tidak bisa mengikuti seluruh ajang di kalender WA.

Menurut Budhi, tidak mudah mengawasi sekitar 10.000 peserta sekaligus. ”Karena itu fokus kami ke pemenang potensial terlebih dulu. Dari awal akan kami perhatikan. Untuk keseluruhan, bisa diperiksa saat mereka harus ke tenda medis. Intinya kami ketat sebagai bentuk edukasi,” ujarnya.

Para pelari yang berhalangan sudah diberikan kesempatan untuk mengubah identitas. Transfer identitas berlangsung pada 6-18 September 2024 lewat aplikasi My Borobudur Marathon. Setelah itu, mereka sudah tidak bisa lagi menyerahkan kuota lomba untuk orang lain.

BIB Borobudur Marathon 2017 Kompas/Heru Sri Kumoro 29-10-2021 untuk buku borobudur marathon

Soal nyawa

Hal paling krusial dari penggunaan nomor bib adalah keselamatan para pelari. Menurut Direktur Medis Borobudur Marathon 2024 Andi Kurniawan, banyak peserta yang belum peka dengan urgensi data-data di dalam nomor bib. Kontak darurat, misalnya, yang masih sering tidak diisi dengan benar.

”Sering kali kontak darurat tidak bisa dihubungi. Padahal, itu sangat penting. Kami bisa menghubungi keluarga atau kerabat secepat mungkin. Nanti bisa tahu pasien sedang ada masalah kesehatan atau punya gejala apa belakangan ini. Kami bisa bertindak lebih cepat,” kata Andi.

Nomor bib semakin krusial jika kondisi sangat darurat terjadi, seperti pelari hilang kesadaran. Di dalam nomor bib terdapat tag atau cip yang menyimpan informasi peserta, dari golongan darah sampai riwayat kesehatan. Informasi itu akan menjadi pegangan untuk pertolongan pertama.

Kata Andi, tubuh setiap peserta memiliki riwayat masing-masing dan butuh penenangan berbeda. ”Jadi misal ada masalah, ditulis di belakang nomor bib juga bisa. ‘Ada diabetes atau hipertensi dan biasa minum obat ini’. Jadi sepenting itu nomor bib dari sisi medis,” pungkasnya.

Persoalan keselamatan itu yang membuat identitas di nomor bib dan pelari wajib sama. Perbedaan indentitas membuat risiko keselamatan lebih besar berkali-kali lipat. Adapun masih terdapat beberapa akun di media sosial yang menjual slot untuk Borobudur Marathon tahun ini.

Penari dengan latar belakang visual Candi Borobudur dalam peluncuran Bank jateng Borobudur Marathon 2024 di Radjawali Semarang Cultural Center, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/5/2024). Bank Jateng Borobudur Marathon 2024 dengan tema Run On, Mark It akan diselenggarakan pada 1 Desember 2024. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 27-05-2024

Mungkin, ada perspektif dari peserta yang tidak ingin slot mereka hangus begitu saja karena batal berangkat. Mereka melihat, itu tidak merugikan siapa pun dan justru bisa memberikan kesempatan untuk orang lain. Namun, sebenarnya transfer ilegal tersebut bisa merugikan banyak pihak.

Dengan memberikan atau menjual slot, mereka sama saja menjerumuskan orang lain ke jurang yang tidak kasat mata. Kesadaran para calon pembeli slot ilegal juga perlu ditingkatkan. Mereka seperti membeli mobil dengan kondisi rem blong jika berlari menggunakan identitas orang lain.

Esensi utama dari olahraga adalah sportivitas. Tanpa perilaku menghormati aturan serta bersikap adil dan jujur itu, apa artinya medali yang dikalungkan di garis finis. Apalagi jika berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri atau orang lain.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase