Tentara Israel Tembaki Rombongan Diplomat Saat Kunjungan di Tepi Barat

Pihak militer Israel mengatakan, tembakan dilepaskan karena rombongan diplomat PBB menyimpang dari jalur. Pada tahun 1948, milisi Zionis membunuh juru runding PBB.

22 Mei 2025 09:42 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

NEW YORK, KAMIS — Sejumlah negara pendukung Israel ramai–ramai mengecam Israel setelah rombongan diplomat mereka mendapat tembakan peringatan saat meninjau Tepi Barat, Rabu lalu. Kantor berita AFP, Kamis (22/5/2025), memberitakan, sejumlah pemerintahan antara lain Pemerintah Kanada, Uruguay, Meksiko, Jerman, Belanda, Spanyol, dan Italia, bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak Israel agar menggelar penyelidikan menyeluruh.

”Saya telah meminta pejabat saya memanggil Duta Besar Israel untuk menyampaikan kekhawatiran serius Kanada. Kami mengharapkan investigasi penuh dan akuntabilitas,” kata Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand melalui platform X.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengecam tindakan tentara Israel. ”Itu tidak dapat diterima. Kami menuntut penjelasan segera,” kata Carney.

Pemerintah Jerman pun jengah dengan insiden itu. ”Pemerintah Israel harus segera menyelidiki keadaan tersebut,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman. ”Peran sebagai pengamat independen oleh para diplomat sangat diperlukan di lapangan, dan sama sekali tidak menimbulkan ancaman bagi kepentingan keamanan Israel,” kata juru bicara tersebut.

Members of a diplomatic delegation from the European Union leave in a rush after shots were fired as they gathered at the eastern entrance of Jenin camp during a visit to the city of Jenin, on May 21, 2025, amid an ongoing Israeli military offensive in the occupied West Bank. The Palestinian Authority accused Israeli forces of firing on diplomats as they visited the flashpoint West Bank city of Jenin on May 21, releasing video of two soldiers aiming rifles at a group of people. (Photo by AFP)

Selain kecaman keras dan tuntutan penyelidikan menyeluruh, Kementerian Luar Negeri Belgia, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, dan Uruguay memanggil Duta Besar Israel yang ditempatkan di negara masing-masing agar memberikan penjelasan terkait insiden itu secara langsung.

Insiden penembakan

Insiden penembakan terjadi saat para diplomat dari beragam negara itu mengunjungi Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel pada Rabu (21/5/2025). Seorang Diplomat Eropa mengatakan, mereka mengunjungi wilayah tersebut untuk melihat kerusakan akibat serangan Israel di Tepi Barat.

Dalam rekaman kantor berita AFP dari Jenin, terlihat rombongan diplomat dan awak media berlarian menyelamatkan diri ketika tentara Israel melepas tembakan.

Pihak militer Israel mengatakan, serdadu di lapangan melepaskan tembakan peringatan agar rombongan diplomat itu menjauh dari area yang tidak diizinkan bagi mereka. Israel menyebut, delegasi tersebut menyimpang dari rute yang disetujui. Di sisi lain, pihak militer Israel menyesalkan terjadinya insiden yang menimbulkan ketidaknyamanan tersebut.

Di Tepi Barat terdapat pembagian zona dan banyak pembatasan terhadap warga Palestina. Bahkan, ada jalur jalan dan lintasan yang tidak bisa dilewati warga Palestina dan keturunan pengungsi dari wilayah yang kini menjadi negara Israel. Hal itu terjadi sejak pengusiran tahun 1948 oleh militer Israel.

Namun, otoritas Palestina tidak memercayai keterangan Israel. Mereka menuding para serdadu Israel sengaja melepaskan tembakan ke arah rombongan diplomat yang mengunjungi Kota Jenin di Tepi Barat.

Penasihat Kementerian Luar Negeri Palestina Ahmad al-Deek yang mendampingi rombongan diplomat mengecam penembakan itu sebagai tindakan sembrono tentara Israel.

Rombongan diplomat Uni Eropa dan beberapa negara lain berhamburan setelah terdengar beberapa kali tembakan senapan yang dilepaskan militer Israel (Tzahal) saat kunjungan resmi PBB ke Kamp Jenin di Tepi Barat Palestina yang diduduki Israel. PBB dan Uni Eropa mengecam keras tindakan Tzahal yang melanggar norma peradaban.

”Tindakan itu memberikan gambaran kepada para diplomat tentang kehidupan sehari-hari yang dialami rakyat Palestina di bawah pendudukan Israel,” kata Ahmad al-Deek.

Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan, kunjungan itu diikuti diplomat lebih dari 20 negara, termasuk Inggris, China, Mesir, Perancis, Jordania, Turki, dan Rusia.

Proses hukum

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mendesak Israel memproses militernya yang terlibat dan bertanggung jawab dalam insiden itu. Sementara Mesir menyatakan penembakan itu melanggar semua norma diplomatik. Selain mendesak penyelidikan menyeluruh, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan, kasus ini harus segera diselidiki dan yang bertanggung jawab segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sekjen Perserikatan Bangsa–Bangsa Antonio Guterres melalui juru bicara Stephane Dujarric mengatakan, insiden tersebut tidak dapat diterima.

”Para diplomat yang menjalankan tugas harus dilindungi dan tidak boleh ditembaki, dan diserang dengan cara apa pun. Keselamatan mereka, dan perlindungan terhadap diplomat harus dijaga sepanjang waktu,” kata Dujarric.

Menurut Dujarric, para diplomat dan staf PBB ditembaki meski dalihnya tembakan peringatan, itu tidak dapat diterima dalam norma bangsa beradab.

Israeli tanks drive towards the occupied West Bank of Jenin camp, Sunday, Feb. 23, 2025. (AP Photo/Majdi Mohammed)

Israel memiliki catatan kelam terkait kekerasan terhadap diplomat. Pada tahun 1948, diplomat dan juru runding PBB, Pangeran Folke Bernadotte, saudara Raja Swedia, dibunuh militan Zionis Lehi di Jerusalem.

Dalam catatan Al Jazeera semasa hidup, Pangeran Bernadotte menyelamatkan ribuan warga Yahudi Skandinavia dari kekejaman Nazi Jerman. Mobil yang dikendarai Pangeran Bernadotte diberondong oleh militan Zionis yang menjadi cikal bakal militer Israel.

Insiden penembakan para diplomat di Tepi Barat itu terjadi di tengah tekanan terhadap Israel. Tekanan itu kian menguat seiring serangan bertubi-tubi Israel atas Jalur Gaza.

Serangan itu menyebabkan puluhan warga sipil tewas. Di antara korban terdapat anak-anak dan anak balita. Selain itu, serbuan Israel juga membuat wilayah Gaza kian terisolasi dan menyebabkan jutaan warga terancam kelaparan.

Tentara Israel menyerbu kantor Al Jazeera di Ramallah, Palestina pada Minggu (21/9/2024). Israel memberi waktu Al Jazeera 1,5 bulan untuk menutup penuh kantor itu

Dalam Times of Israel tanggal 20 Mei 2025, mantan Panglima Tzahal Yair Golan yang memimpin kubu oposisi Israel mengatakan, Israel sudah tersingkir dalam pergaulan internasional. ”Bangsa yang menyebut membunuh bayi sebagai hobi adalah bangsa yang sakit. Israel akan menjadi negara pariah seperti Afrika Selatan zaman apartheid,” kata Golan mengecam ucapan seorang politisi Israel soal membunuh bayi dan anak-anak di Jalur Gaza.

PM Israel Benjamin Netanyahu yang berasal dari kubu ekstrimis Zionis mengatakan, komentar Golan merupakan hasutan liar. ”Tentara Israel adalah tentara paling bermoral di dunia,” kata Netanyahu.

Akan tetapi, catatan di lapangan sering berkata lain. Sejak serangan balasan dilancarkan Israel pada Oktober 2023, lebih dari 53.000 warga sipil Palestina di Gaza tewas. Sebagian besar korban jiwa adalah perempuan dan anak–anak.

Rata-rata 38 anak tewas di Gaza setiap hari. Jalur Gaza juga menjadi tempat dengan rasio anak-anak diamputasi tertinggi di dunia. Banyak anak yang kehilangan kaki atau tangan akibat pengeboman Israel.

Yang memprihatinkan, dengan fakta seperti itu, Israel kini justru menggencarkan serangan atas Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, Selasa, sekurangnya 3.509 orang tewas akibat serangan lanjutan Israel yang dimulai pada 18 Maret 2025.

Total korban sudah mencapai 53.655 orang. Hal itulah yang kemudian membuat banyak negara marah.

A boy gestures as displaced Palestinians collect portions of cooked food at a charity distribution point in Jabalia in the northern Gaza Strip on May 19, 2025. Prime Minister Benjamin Netanyahu said on May 19 that Israel will "take control" of the whole of Gaza, as the military pressed a newly intensified campaign in the war-ravaged territory. After Israel announced it would let limited aid into Gaza, the head of the World Health Organization issued a stark warning on the humanitarian crisis in the territory, saying that "two million people are starving". (Photo by Bashar TALEB / AFP)

Selasa lalu, Inggris memutuskan menghentikan sementara pembahasan perdagangan bebas dengan Israel. Menyusul langkah itu, para menteri luar negeri Uni Eropa juga sepakat mengkaji ulang kerja sama Uni Eropa dengan Israel. Swedia bahkan menekan Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi terhadap pejabat–pejabat Israel.

Paus Leo XIV menyatakan situasi di Gaza sangat mengkhawatirkan dan membuat pedih rasa kemanusiaan. Paus mendesak Israel segera membuka akses bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza. Ribuan truk menanti izin masuk dari pos Kerem Shalom di Israel ataupun El Arish di Mesir di selatan Gaza.

Serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 mengakibatkan 1.218 orang tewas di Israel, sebagian karena salah sasaran serangan Tzahal. Pejuang Hamas mengambil 215 sandera dan 57 orang masih tersisa di Gaza dengan 34 di antaranya diduga sudah tewas akibat pengeboman Israel di Jalur Gaza.  

(AP/AFP/Reuters)

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari