Terbang Tinggi, ”Garuda Muda”...

Untuk kali pertama, tim U-17 Indonesia lolos ke Piala Dunia U-17 melalui kualifikasi. Pembinaan berjenjang bakal memastikan prestasi ini berkelanjutan.

09 Apr 2025 21:08 WIB · Opini

Oleh Redaksi

Penyerang sayap Indonesia, Fadly Alberto, mencoba untuk menguasai bola pada laga menghadapi Yaman pada Grup C Piala Asia U-17 2025, Senin (7/4/2025), di Stadion Pangeran Abdullah al-Faisal, Jeddah, Arab Saudi. Fadly mencetak sebuah gol untuk kemenangan Indonesia.

Kesebelasan U-17 Indonesia mengemas dua kemenangan di Grup C Piala Asia U-17 2025. Dua hasil maksimal itu adalah menang 1-0 atas Korea Selatan dan 4-1 atas Yaman. Bermodal dua kemenangan itu, ”Garuda Muda” menjadi duta keempat Asia dalam Piala Dunia U-17 Qatar 2025,  November nanti.

Keberhasilan tim asuhan Nova Arianto itu diawali permainan efisien saat melawan Korsel. Kalah dalam penguasaan bola, Indonesia memenangi laga melalui gol sepakan penalti Evandra Florasta pada tambahan waktu babak kedua. 

Pada laga kedua, Indonesia juga menunjukkan kualitas terbaik untuk menaklukkan Yaman, 4-1. Garuda Muda menyusul Qatar (tuan rumah), lalu Arab Saudi dan Uzbekistan yang sudah memastikan tampil di Piala Dunia U-17 2025 (Kompas.id, 8/4/2025). Hasil partai ketiga melawan Afghanistan, Kamis (10/4/2025) ini, tak berpengaruh lagi bagi Indonesia sehingga Nova Arianto bisa merotasi skuad.

Pelatih tim U-17 Indonesia Nova Arianto mengamati anak asuhannya berlatih di lapangan Pusat Olahraga Raja Abdullah, Jeddah, Senin (31/3/2025). Nova berambisi menjadi pelatih kedua Indonesia tampil di Piala Dunia U-17.

Lolosnya  Indonesia ke Piala Dunia U-17 2025 melalui kualifikasi berbeda dengan saat tim yunior ”Merah Putih” tampil di Piala Dunia 2023. Ketika itu, Indonesia berlaga di Piala Dunia seiring status tuan rumah. Kita harus rela tersisih di fase grup setelah menempati tangga ketiga Grup A.

Kali ini, badan sepak bola dunia atau FIFA mengubah format Piala Dunia dengan menambah kontestan dari semula 24 tim menjadi 48 tim. Sebagai konsekuensi, jumlah wakil Asia menjadi delapan tim (plus Qatar sebagai tuan rumah sehingga jadi sembilan). Layak disyukuri, Indonesia menjadi salah satu dari delapan tim wakil Asia di Piala Dunia U-17 Qatar 2025. 

Mencermati hasil tim ini, kita perlu menyadari bahwa pemain-pemain muda kita mampu bersaing di level Asia. Mereka berhasil menjalankan proses evolusi gaya bermain yang berbuah hasil positif di bawah asuhan Nova Arianto.

Pemain tim U-17 Indonesia merayakan gol pertama ke gawang Yaman yang dicetak Zahaby Gholy (tengah duduk) pada gim Grup C Piala Asia U-17 2025, Senin (7/4/2025), di Stadion Abdullah al-Faisal, Jeddah, Arab Saudi.

Semula, saat berlaga di Piala AFF U-16 2024, Zahaby Gholy dan kawan-kawan tampil menyerang dengan konsekuensi gagal memenuhi target juara. Gaya bermain berorientasi hasil mulai diperkenalkan Nova saat tim ini bertarung dalam kualifikasi Piala Asia U-17 2025, Oktober 2024.

Nova,  juru taktik muda potensial, perlu diberi ruang untuk mengekspresikan idealisme dan program kepelatihannya hingga akhir Piala Asia dan selama Piala Dunia U-17 Qatar 2025. Hindari intervensi yang mengganggu independensi tim pelatih demi terbang tingginya Garuda Muda.

Yang juga tak boleh dilupakan adalah pembinaan sepak bola berjenjang dan berkelanjutan. Pembinaan mulai dari U-12, U-14, U-17, hingga U-21, U-23, dan senior sepatutnya dijalankan secara profesional oleh PSSI. Pembinaan dan kompetisi berkualitas menjadi syarat prestasi berkelanjutan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Redaksi
 | 

Editor:

Adi Prinantyo
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti