Bagi duo Manchester, jika menang pada akhir pekan ini, kans mengejar target musim ini akan terbit. Apabila gagal, peluang bermain di Eropa bisa tenggelam.
18 Jan 2025 16:15 WIB · Olahraga
MANCHESTER, SABTU — Dua tim asal Manchester, Manchester United dan Manchester City, bakal menjalani laga pekan ke-22 Liga Inggris, Minggu (19/1/2025), dengan kepentingan yang serupa. Mereka wajib menang jika tak ingin semakin menjauh dari target minimal mereka di musim ini.
Manchester United akan menghadapi momok terberat mereka di Stadion Old Trafford dalam dua musim terakhir, yaitu Brighton & Hove Albion. Duel yang akan berlangsung pada Minggu pukul 21.00 WIB itu dibayangi tren selalu kalah MU dari tim tamu selama diasuh Erik ten Hag.
Brighton memberikan debut mimpi buruk Ten Hag dengan menaklukkan MU, 2-1, pada gim perdana musim 2022-2023, 7 Agustus 2022. Brace atau dua gol dari Pascal Gross memberikan kemenangan pertama Brighton di Old Trafford sejak kedua tim bertemu di ajang Liga Inggris pada 1979.
Pada musim lalu, Brighton kembali membenamkan pemilik ”Teater Impian” dengan skor lebih besar 3-1. Tak ayal, Brighton menjadi satu-satunya tim yang selalu memberikan kekalahan bagi MU di era Ten Hag.
Hasil negatif itu harus dibenahi oleh Bruno Fernades dan kawan-kawan. Pasalnya, jika kembali gagal menang melawan ”Si Burung Camar”, julukan Brighton, ambisi minimal MU untuk menembus zona delapan besar akan semakin sulit.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/18/7e566b00553ed81dd9050cfb278aa183-wires_photo_26_.jpg)
Dalam tiga gim terakhir, Pelatih Ruben Amorim telah memberikan harapan baru bagi skuad ”Setan Merah”. Mereka sudah mendekati posisi 10 besar yang dihuni Fulham. Selisih poin MU dengan Fulham telah mengecil menjadi empat poin.
Adapun target Amorim adalah membantu MU setidaknya finis di peringkat kedelapan. Posisi itu membuka kesempatan MU untuk bermain di kompetisi antarklub Eropa musim 2025-2026, setidaknya Liga Konferensi Eropa.
”Banyak situasi sulit akan terjadi hingga akhir musim. Perjalanan kami masih akan seperti kereta luncur (rollercoaster). Penting bagi kami untuk menjaga konsistensi menang dan berusaha berada di peringkat delapan besar,” kata Amorim dalam konferensi pers jelang gim, Jumat (17/1/2025).
Lebih lanjut, Amorim menyebut dirinya tidak akan memaksa MU untuk bermain dengan gaya menyerang ketika menghadapi Brighton. Demi meraih kemenangan, tambahnya, para pemain MU lebih piawai memanfaatkan transisi cepat, alih-alih bermain positif untuk mengurung pertahanan lawan.
”Kami masih seperti tim yang kalian saksikan pada masa lalu, tim yang mengandalkan transisi. Kami sangat kesulitan untuk mengkreasi peluang di sepertiga akhir menghadapi tim dengan blok rendah. Jadi, tim ini lebih nyaman dan senang menunggu, lalu menciptakan masalah dengan transisi,” ucapnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/18/070d04a4c689affecf10a1ab947fb373-wires_photo_27_.jpg)
Selain kenyamanan anak asuhannya, Amorim juga menyoroti minimnya masa latihan bagi skuadnya. Sejak memimpin MU pada 11 November lalu, Amorim mengungkapkan dirinya belum memiliki waktu latihan ideal untuk mengaplikasikan filosofi permainan yang diinginkannya.
Sementara itu, City juga diburu keharusan menang ketika bertandang ke markas Ipswich Town, Stadion Portman Road, Minggu pukul 23.30 WIB. Setelah dua kemenangan beruntun di liga, City kembali tampil inkonsisten ketika gagal mempertahankan keunggulan dua gol melawan Brentford, Rabu (15/1/2025) WIB kemarin. Laga itu berakhir imbang 2-2.
Mereka kembali tertahan sehingga gagal menyamai perolehan poin Chelsea di peringkat kelima. Berbeda dengan musim-musim terdahulu, ”The Citizens” musim ini sudah melupakan kans mereka mempertahankan trofi Liga Inggris atau memperpanjang supremasi di Inggris dalam lima musim beruntun.
Rentetan hasil kurang memuaskan akibat kehilangan jenderal permainan, Rodri, membuat City sudah mengalami penurunan poin drastis dibandingkan durasi laga yang sama pada musim lalu. Di musim 2023-2024, City duduk di peringkat kedua dengan koleksi 46 poin. Koleksi poin mereka pada musim ini anjlok 11 poin.
Meski begitu, City akan datang dengan suasana anyar seiring perpanjangan kontrak Erling Haaland hingga 2034. Itu membuat penyerang pirang asal Norwegia itu menjadi pesepak bola profesional dengan durasi kontrak terpanjang saat ini.
”Selanjutnya, tanggung jawab saya dan klub untuk menyajikan lingkungan yang bersahabat untuk dia demi bisa tampil jauh lebih baik. Keputusan Haaland untuk terus bersama tim adalah wujud kepercayaan dia dengan proyek jangka panjang klub,” tutur Guardiola.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/18/58440aa8743dcf48143271fe2debf97e-wires_photo_28_.jpg)
”Seandainya Kevin (De Bruyne) masih dalam era emasnya, saya yakin Erling (Haaland) jauh lebih baik dari yang ditunjukkannya,” lanjut pelatih asal Barcelona itu merujuk 111 gol yang telah disumbang Haaland untuk City.
Selain itu, Guardiola juga menyambut positif Phil Foden yang kembali mencetak gol di Liga Inggris edisi 2024-2025. Pada musim lalu, Foden berstatus pemain terbaik Liga Inggris dengan sumbangan 19 gol, sedangkan kini ia baru menghasilkan empat gol.
”Dalam paruh pertama musim, saya sedikit khawatir dengannya dan permainannya menurun. Terkadang pemain butuh bernapas sejenak untuk kembali ke performa terbaik,” katanya.
City patut mewaspadai mantan pemain akademi mereka, Liam Delap, yang memimpin daftar pencetak gol Ipswich musim ini. Delap telah mencetak delapan gol yang setara dengan 40 persen akumulasi gol Ipswich di Liga Inggris 2024-2025.
Jika tidak mengantisipasi spirit pembuktian Delap, City bisa semakin menjauh dari zona empat besar. Apalagi, tim-tim di atas mereka, seperti Newcastle United, Arsenal, Nottingham Forest, dan Liverpool, terus menunjukkan performa konsisten untuk menjaga persaingan di papan atas.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra