Terdampak Efisiensi Anggaran, PSSI Perkuat Dana Sponsor

Program PSSI tidak terpengaruh dengan efisiensi anggaran negara. Dana mayoritas PSSI, hampir 70 persen, berasal dari kemitraan komersial dengan jenama swasta.

23 Feb 2025 12:27 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

JAKARTA, KOMPAS — Efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah Presiden Prabowo Subianto berimbas ke arena olahraga, salah satunya sepak bola. Dengan adanya penurunan sokongan dana dari negara, PSSI meningkatkan dukungan komersial dari para sponsor.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menghormati keputusan pemerintah untuk melakukan anggaran termasuk di bidang olahraga. Ia mengungkapkan anggaran pemerintah untuk sepak bola juga mengalami pengurangan.

Pada 2024 PSSI menerima alokasi anggaran sebesar Rp 250 miliar, sedangkan untuk 2025 bantuan pemerintah berkurang sekitar Rp 23 miliar. Alhasil, PSSI menerima sekitar Rp 227 miliar dari pemerintah.

”PSSI setiap tahun membutuhkan setidaknya Rp 650 miliar. Dengan bantuan pemerintah itu, maka kami butuh tambahan sekitar Rp 400 miliar. Kami di PSSI benar-benar berusaha keras untuk membangun pendanaan dari sektor swasta,” kata Erick di Jakarta, Sabtu (23/2/2025) petang.

Meskipun ada penurunan anggaran, Erick menekankan besaran anggaran yang diberikan kepada PSSI menunjukkan konsistensi komitmen pemerintah untuk menjalankan transformasi sepak bola nasional. Hal itu menjadi perhatian FIFA setelah Tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 lalu.

Pelatih baru tim nasional Indonesia Patrick Kluivert (kiri) berpose bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) dalam jumpa pers di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Minggu (12/1/2025). KOMPAS/AGUS SUSANTO 12-1-2024

Selain dari pemerintah, PSSI juga mendapat dukungan anggaran dari PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi tiga kasta sepak bola profesional dan semiprofesional Tanah Air. Demi membantu operasional PSSI, PT LIB menyisihkan pendapatan komersial mereka sebesar Rp 25 miliar.

Kata Erick, PSSI di periode kepemimpinannya tidak meminta bagi hasil yang besar kepada PT LIB. ”Sebagai kompensasinya, PT LIB meningkatkan kualitas kompetisi nasional dengan menghadirkan VAR (asisten wasit video),” lanjutnya.

22 perusahaan

Di tengah menurunnya anggaran dari pemerintah, PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) menggiatkan kemitraan komersial dengan sejumlah jenama swasta. Hingga Februari 2025, PSSI telah menjalin kerja sama komersial dengan 22 perusahaan.

Terkini, PSSI menggandeng mitra baru dari perusahaan mobil listrik asal Vietnam, VinFast. Seremoni penandantangan kemitraan itu digelar di Jakarta, Sabtu kemarin. Agenda itu dilakukan oleh Erick yang didampingi Direktur Manajer PT GSI Marsal Masita dengan CEO VinFast Asia Pham Sanh Chau.

Kerja sama dengan PSSI, ujar Pham, merupakan komitmen nyata VinFast untuk mendukung sepak bola Indonesia sekaligus meningkatkan kesadaran jenama mereka untuk pencinta otomotif di Indonesia.

Peluncuran mobil baru VinFast VF9 dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (17/7/2024). KOMPAS/HERU SRI KUMORO 17-07-2024

”Kami terinspirasi oleh kecintaan mendalam masyarakat Indonesia terhadap sepak bola. Kami sangat antusias untuk mendukung timnas Indonesia demi meraih prestasi lebih tinggi dan membuka jalan menuju kesuksesan di masa depan,” tutur Pham.

Marsal menuturkan, kemitraan dari jenama swasta amat penting bagi upaya PSSI membangun timnas Indonesia demi mengejar mimpi ke Piala Dunia 2026. Ia berharap kemitraan terbaru dengan jenama otomotif bisa memberikan keutungan bersama bagi timnas dan VinFast.

”Kemitraan ini tidak hanya memberikan motivasi bagi timnas, tetapi juga meningkatkan pentingnya teknologi ramah lingkungan dalam ekosistem sepak bola nasional,” kata Marsal.

Dibandingkan dengan tahun 2024, nilai kerja sama komersial PSSI meningkat pesar. Dari hanya menerima dana kemitraan sekitar Rp 220 miliar, lalu pada tahun ini angka kerja sama komersial mencapai lebih dari Rp 350 miliar. Bahkan, jumlah itu masih berpeluang bertambah dengan potensi kehadiran sejumlah mitra baru di tahun ini.

Pemain Tim Nasional Sepak bola Indonesia, Ragnar Oratmangoen melompat untuk menghindari penain Arab Saudi yang terjatuh saat berebut bola pada pertandingan keenam Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/11/2024). Indonesia menang 2-0.

”Dana dari sponsor sangat penting bagi program PSSI untuk meningkatkan prestasi dan kualitas timnas secara agresif. Setidaknya hampir 70 persen dana untuk timnas berasal dari sektor swasta,” kata Erick yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Seperti diberitakan sebelumnya, PSSI menganggarkan sekitar Rp 390 miliar untuk kebutuhan timnas. Tim itu meliputi tim senior, U-23, U-20, U-17, dan tim putri.

Kebutuhan dana itu mayoritas dialokasikan untuk program pemusatan latihan jelang menghadapi turnamen resmi. Misalnya, tim senior di kualifikasi Piala Dunia 2026, Piala Asia U-20 2025, Piala Asia U-17 2025, kualifikasi Piala Asia U-23 2025, SEA Games 2025, serta Piala ASEAN Putri 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .